Logo Jateng (Jawa Tengah) Local Guides, karya Pak @ElyasD, yang menampilkan burung kepodang emas sebagai maskot Jawa Tengah
Penyelenggaraan Meet-Up Nusantara 4 di Surabaya, Jawa Timur, pada bulan Juli 2025 telah menghantarkan saya untuk bergabung dengan komunitas Jawa Tengah Local Guides. Saat MUN berlangsung, saya bertemu dengan Pak Elyas (@ElyasD), Pak Ananto (@Anantonowo), dan Pak Indra (@indra_susanto). Kemudian saya diundang untuk masuk di dalam grup sebuah media sosial yang beranggotakan teman-teman Local Guides dari Jawa Tengah. Grup tersebut dibuat oleh Pak Elyas pada saat sebelum MUN dimulai. Bagi saya, grup tersebut sangat menyenangkan, karena saya dapat berkenalan dengan orang-orang dari berbagai kota di Jawa Tengah, seperti Pak Yat Banamtuan (@Yatbanamtuan). Melalui artikel ini, saya akan bercerita mengenai kisah Jawa Tengah Local Guides dari sudut pandang saya pribadi.
Sebagai gambaran, Jawa Tengah adalah salah satu provinsi di Indonesia yang memiliki luas 32.500 kilometer persegi serta terdiri dari 29 Kabupaten dan 6 Kota. Beberapa di antaranya memiliki Komunitas Local Guides, seperti Semarang, Magelang, dan Kebumen, dan lain sebagainya. Pak Ananto, Pak Elyas, dan Pak Yat sendiri berasal dari Semarang, sedangkan Pak Indra berasal dari Kebumen. Secara umum, teman-teman Local Guides lintas kota di Jawa Tengah jarang bertemu karena kondisi geografis dan sistem transportasi antar kota yang dapat dikatakan masih membutuhkan pengembangan. Akan tetapi, biasanya teman-teman Local Guides berkumpul dalam pertemuan di kota masing-masing.
Saya pun kemudian bergabung dalam suatu pertemuan yang diselenggarakan oleh Ci Maria (@MariaLiemyeli) dan Ko Jonathan (@Jo2d3sign) di Kota Semarang (yang merupakan ibu kota Provinsi Jawa Tengah) di bulan Oktober 2025. Pertemuan tersebut diadakan di Tahu Pong Karangsaru, salah satu tempat penjualan makanan legendaris di kota tersebut. Di sana, saya juga bertemu dengan Pak Ananto, Pak Elyas beserta istri, serta Mas Nurdin (@Nurdin97) dari Kebumen. Acara berlangsung dari sore hari hingga waktu menunjukkan pukul 21.00 WIB. Pada akhirnya, saya pun kembali ke rumah dengan perasaan senang.
Dari pertemuan tersebut, Pak Ananto mempunyai ide yang bagus untuk mengumpulkan teman-teman Local Guides dalam kegiatan meet-up bernuansa wisata eksplorasi Kota Semarang dan dua desa di kaki Gunung Ungaran yang dilaksanakan selama dua hari. Ide tersebut mulai dieksekusi oleh teman-teman Jawa Tengah Local Guides yang hadir dalam meet-up tersebut, kecuali saya (karena berhalangan). Acara tersebut kemudian dilaksanakan pada tanggal 1-2 November 2025. Ci Maria, Ko Jonathan, dan Mas Nurdin, yang kebetulan sedang mengikuti pelatihan menjadi tour guide, selain menjadi panitia penyelenggara, juga turut mempraktikkan apa yang mereka pelajari saat pelatihan tersebut dengan menjadi tour guide pada hari pertama. Sayangnya, saya tidak bisa bergabung pada hari pertama. Pada hari kedua, saya bergabung sejenak ketika acara hampir selesai. Acara pun berlangsung dengan sukses hingga mengumpulkan puluhan Local Guides, yang tidak hanya datang dari Jawa Tengah, tetapi juga datang dari tempat-tempat lain, contohnya Jakarta dan Jawa Timur.
Saya pun mengagumi kisah teman-teman Local Guides di Kebumen dan Cilacap. Teman-teman yang saya tahu selain Pak Indra dan Mas Nurdin adalah Ibu Bunga Awanglong (@Bungaawanglong) dan Pak Adiyanto (@Adiyantosukardi168), yang juga mengikuti kegiatan Meet-Up Nusantara 4. Mereka pun juga mengadakan meet-up pada tanggal 5 September 2025 bertema wisata geologi yang menarik di Kebumen Geopark, yang sudah diakui sebagai salah satu UNESCO Global Geopark. Pak Ananto pun turut hadir dan berangkat pada malam hari dari Semarang menuju Kebumen yang berjarak kurang lebih 170 km. Kegiatan meet-up lainnya pun diselenggarakan di Cilacap pada tanggal 19 Oktober 2025. Kali ini, Pak Indra dan Mas Nurdin mengunjungi Pak Adiyanto dengan menggunakan sepeda motor. Mereka melintasi jalan raya di pagi hari sejauh kurang lebih 70 km.
Kisah tentang meet-up pun masih berlanjut. Kali ini, pada tanggal 2 Desember 2025, Ko Jonathan menjadi host camping di lereng Gunung Ungaran dalam rangka mendukung Indonesian Spotlight Week. Sayangnya, saya juga tidak dapat hadir pada hari itu. Akan tetapi, beberapa teman membagikan kisah melalui foto di grup media sosial dan kegiatan tersebut adalah pertemuan yang sangat menyenangkan.
Cerita ini akan terus berlangsung melalui meet-up selanjutnya di tahun yang baru ini. Terlebih, teman-teman akan kembali mengumpulkan semangat (dan tentunya dana pribadi
) dalam menyongsong Meet-Up Nusantara 5 yang akan diselenggarakan di Bali mendatang. Terima kasih sudah membaca dan mohon maaf apabila ada kekeliruan dalam penyampaian. Foto yang ada di artikel ini berasal dari artikel yang sudah ada di Connect dan sudah melalui proses izin kepada para pembuat artikel. Selain itu, masih akan ada foto yang disusulkan melalui comment di bawah ini. Jangan lupa untuk membaca recap berbagai meet-up tersebut melalui link yang tercantum di dalam halaman ini.
Instagram: @jatenglocalguides





