PART 2
Apa kabar teman teman Local Guide semua, mohon maaf ya, berjarak cukup lama untuk lanjut recap Part 2 karena kesibukan pekerjaan.
Kali ini saya akan sharing keseruan meet up Day 2, yang ada di dua titik Lokasi. Alhamdulillah di Day 2 ini lebih ramai dari Day 1. Hadir 38 peserta dari 14 kota di Indonesia.
Kita mulai dari titik Lokasi pertama ya.
Food Crawl di Pasar Djadjanan Ndeso Desa Wisata Lerep.
Kami sudah berkumpul disini dari pukul 07.00 pagi. Peserta datang dari berbagai penjuru. Teman teman peserta exiting dari sejak memasuki area embung Sebligo, tempat dimana Pasar Jajanan ndeso ini digelar.
Oh ya, saya ceritakan dulu tentang Pasar ini ya.
Ini adalah salah satu agenda rutin yang diadakan oleh Desa Wisata Lerep. Pasar ini di buka hanya setiap hari MInggu PON.
Apa itu MInggu Pon ?
Jadi di dalam kalender jawa, di kenal apa yang dinamakan hari pasaran, yang jumlahnya ada 5, yaitu Kliwon, Legi, Pahing, Pon dan Wage. Nah Minggu Pon, berarti hari Minggu yang bertepatan dengan hari pasaran PON. Jadi hari MInggu PON akan berulang setiap 35 hari sekali ( 7 hari X 5 hari pasaran jawa).
Agenda Food Crawl kami jadwalkan pada tanggal 2 November karena bertepatan dengan hari Minggu PON, yang jika kita terlewat di tanggal tersebut, berarti harus menunggu 35 hari berikutnya untuk mendapati gelaran pasar ini lagi.
Apa sih serunya Pasar Jajanan Ndeso desa Lerep ini ?
Ini Fun Factnya yaP
Pembayaran pakai koin kayu.
Karena konsepnya adalah jajanan ndeso dengan vibes pasar jaman dulu, maka transaksi antara pembeli dan penjual pun tidak menggunakan uang rupiah melainkan uang koin kayu. Pihak pengelola pasar. menyediakan koin koin kayu dengan nilai beragam, 2rb, 5rb, 10rb yang bisa kita beli di counter depan sebelum memasuki area pasar. Kita boleh beli berapa saja, dan tidak usah khawatir karena kalau koin tersebut tidak habis untuk belanja, bisa kita refund lagi. Seru juga berbelanja menggunakan koin kayu ini, berasa kembali seperti masa kanak kanak saat bermain jual beli,he he.
Aneka makanan jaman duluKalau kita sudah memasuki area jajanan, kita akan exiting dengan banyaknya jenis makanan dan minuman yang dijajakan disini. Dan menariknya, banyak jajajan tempo dulu yg sudah jarang kita jumpai, tapi tersedia disini, seperti Sego Iriban, Krowodan, Cendol Dawet Gula Aren, Kopi asli Lerep, Sego jagung, Sego rempah, aneka jajanan pasar, seperti gethuk, thiwul, cireng, dan banyak lagi jajanan jaman dulu yang sebagiannya sudah sulit di temukan di rumah makan pada umumnya.
Suasana tempo duluVibes vintage sudah sangat terasa sejak memasuki pasar ini, dimulai dari para penjual dan penyelenggara pasar yang mengenakan pakaian adat Jawa, boot / stand makanan minuman dengan nuansa gubug pedesaan, alat minum tradisional spt gelas dari bathok kelapa, packaging makanan hampir semua menggunakan daun, bahkan tas belanjaan pun terbuat dari dedaunan. Selain untuk membawa pengunjung ke suasana masa lalu, konsep ini juga mendukung semangat go green, dengan mengurangi penggunaan bahan plastik.
Hiburan seni tradisional oleh seniman setempat.Sambil jajan aneka masakan tradisional, kita juga bisa menyaksikan persembahan seni yg di tampilkan oleh para seniman desa Lerep. Menariknya, tari tarian yg ditampilkan adalah tari kreasi mereka sendiri, perpaduan antara gerak tari klasik dan modern. Kadang juga tampil pertunjukan musik tradisional angklung desa Lerep. Di akhir sesi, kita berfoto bersama dengan para penari tersebut.
Pasar ini berlokasi di Embung Sebligo, jadi kita juga betah berada disini karena sambil menikmiati view Indah di sekitar embung.
Nah, setelah menikmati keseruan di pasar jajandan ndeso ini selama sekitar 1 jam lebih, kami bergegas menuju ke titik Lokasi berikutnya, yaitu Curug Lawe Kalisidi.
Ceritanya kita lanjutkan di part 3 ya, stay tuned.
Terima kasih teman teman yg sdh meramaikan meet up day 2 ini :
@ALG87 @br14n @Annisa1208 @ElyasD @MariaLiemyeli dan banyak teman lain.
Juga mbak @NunungAfuah mbak @AnisaAe tempat saya bertanya tentang penulisan recap di connect, he he.






