Halo Local Guides! ![]()
Akhirnya virtual meet-up Connect through Stories #3 telah sukses terlaksana pada hari Minggu, 29 Maret 2026 kemarin! Acara ini berlangsung sangat hangat dan interaktif, serta dihadiri oleh lebih dari 27 Local Guides dari berbagai daerah di Indonesia.
Sesi kali ini sangat spesial karena kita banyak belajar dari sudut pandang ganda: sebagai seorang Local Guide sekaligus pemilik bisnis. Berikut adalah rangkuman keseruan dan wawasan berharga dari narasumber kita, Mbak Ina (@inadwiana).
Perjalanan Bisnis & Karier Mbak Ina
Kisah Mbak Ina berawal saat ia bekerja di Singapura dan membangun clothing brand sendiri. Menariknya, ia sempat menceritakan perbedaan budaya pembelian baju muslimah big size di Singapura yang secara ukuran tubuh memang berbeda dengan pasar Indonesia. Pengalaman ini menjadi bekalnya saat kembali ke Indonesia pada tahun 2014.
Di tahun 2017, ia bergabung dengan komunitas Google Gapura Digital dan Women Will hingga menjadi salah satu fasilitatornya. Menghadapi tantangan bekerja di industri yang didominasi laki-laki tidak menyurutkan langkahnya. Keinginannya untuk bisa bekerja dari rumah pun bersambut saat ia mendapat tawaran work from home (WFH) dari perusahaan di Jepang dan Singapura.
Saat pandemi melanda, Mbak Ina harus memutar otak agar bisnisnya tetap bertahan. Di tahun 2020, ia membuka usaha daging SAPINA di Surabaya yang sukses berjalan hingga sekarang.
Ulasan Berbasis Storytelling
Sebagai pemilik bisnis dan Local Guide, Mbak Ina menyadari bahwa banyak ulasan di Google Maps yang terlalu singkat (misalnya hanya: “Ownernya ramah”). Hal inilah yang memantapkannya menjadi Local Guides yang fokus pada ulasan detail bergaya storytelling.
Bagi Mbak Ina, ulasan yang baik harus mencakup semua aspek: fasilitas, rekomendasi menu, harga, dan informasi lengkap lainnya. Di era digital ini, ulasan dari Local Guides sangat krusial sebagai bentuk dukungan nyata kepada UMKM sekitar.
Atribut “Women-Owned” & Bijak Memberikan Ulasan
Mbak Ina juga membagikan tips penting tentang menambahkan atribut “Women-owned” (Dimiliki oleh Perempuan) di Google Maps agar pengusaha perempuan merasa dihargai. (Materi lengkap tentang atribut ini bisa dibaca di artikel berikut: Mengelola atribut bisnis)
Dalam mengulas bisnis, terutama milik perempuan, Mbak Ina menekankan beberapa prinsip penting:
- Berikan detail & foto informatif: Jadikan ulasan kita sebagai alat pemberdayaan dan jaring pengaman bagi mimpi-mimpi pengusaha perempuan.
- Jangan menjatuhkan: Jika ada pengalaman buruk, berikan masukan secara privat atau gunakan bahasa yang sopan. Perusahaan besar mungkin punya tim untuk menangani komplain, namun untuk bisnis kecil (UMKM), kita bisa langsung menghubungi nomor telepon mereka.
- POV Pemilik Bisnis: Seringkali ulasan bintang satu dari pelanggan hanyalah bentuk emosi sesaat, namun efeknya sangat menyedihkan dan merugikan bagi pemilik bisnis.
- Tips untuk Owner: Jika mendapat ulasan buruk, jangan langsung marah. Slow down dan pikirkan jawaban yang bijak. Jadilah pemilik bisnis yang mau menerima kritik, meminta maaf atas kekurangan, dan berterima kasih atas saran yang diberikan.
Manajemen Waktu & Cara Jitu Mengatasi Burnout
Bagaimana Mbak Ina menyeimbangkan perannya sebagai pemilik SAPINA, karyawan di dua perusahaan WFH, relawan pelatih renang, dan Local Guides?
“Hari-hari bagi saya seperti medan tempur yang menyenangkan,” ujarnya. Kunci utamanya adalah manajemen waktu dan olahraga. Fakta menariknya, Mbak Ina ternyata adalah mantan atlet Taekwondo saat kuliah!
Saran darinya untuk para perempuan: kita harus tetap fit, bugar, dan kuat. Untuk mengatasi burnout atau stres, Mbak Ina memilih menyalurkan emosinya melalui olahraga seperti hiking, kickboxing, atau mengikuti kelas kebugaran di malam hari sebagai bentuk healing.
Sesi Tanya Jawab yang Menginspirasi
Setelah sesi sharing yang luar biasa, acara dilanjutkan dengan diskusi yang sangat antusias dari para peserta:
- Mbak @doc_dells: Memberikan masukan dan perspektif menarik seputar penulisan ulasan (review) dan juga pengalaman penambahan ruang laktasi di beberapa fasilitas umum.
- Mas @RahmatHarmanP: Menyoroti fitur atribut “women-owned” dan memberikan masukan terkait penambahan fitur spesifik lainnya di masa depan untuk lebih membantu pengusaha perempuan.
- Mbak @indahnuria: Membagikan pandangan mendalam tentang kesetaraan gender (gender equality) di Maps. Beliau menekankan perlunya tindakan nyata (women empowerment) dari kita setelah menyematkan atribut tersebut di Google Maps. Ia juga menyoroti adanya beberapa fasilitas inklusif di Indonesia yang dikunci.
- Mbak @Erna_LaBeau: Menceritakan pengalamannya di Michigan terkait adanya fasilitas bathroom gender-neutral dan pengalaman penggunaan fasilitas publik di bisnis milik perempuan.
Diskusi ini mengerucut pada satu concern yang sama untuk kesetaraan: “Setelah memberikan ulasan dan atribut, langkah nyata apa lagi yang bisa kita lakukan?”
Saya mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya untuk semua Local Guides yang telah hadir, bertanya, dan menyumbangkan pendapatnya. Acara yang seru ini ditutup dengan sesi foto bersama yang dibantu oleh Mas @RifanKN (Terima kasih, Mas!)
Bagi kamu yang kemarin berhalangan hadir atau ingin menonton ulang keseruan obrolan dan sesi Q&A bersama Mbak Ina, kamu bisa menonton rekaman lengkapnya di sini: ![]()
Mari jadikan ulasan kita lebih bermakna. Sampai jumpa di acara kita selanjutnya di Connect through Stories #4 bulan April mendatang! ![]()
Meet up ini adalah bagian dari tantangan Support Women on Maps Challenge : #SupportWomenBusinessWithMaps gagasan dari @Globe_trotter_Ish
Terima kasih yang telah hadir: @irulmusmus @doni_hariadi @Assaifi @Monica_Anantyowati @Evisukadi @BudionoS @ritakusuma.10 @AnisaAe @ISAIKBALULSURUR @Dhatuardhan @NyaiNurjanah @FahmiAdimara @elyudith @syaubananas @ALG87 @amughits @/kurriyah @Zuh4f4rh4n4 @/helmifauzi @/khadijah FA @/irfanfahmi
#supportwomenownedbusiness #mapsforall








