Karena pekerjaan yang sangat padat dan lebaran yang harus saya bagi di Surabaya dan Jakarta, akhirnya beberapa post Ramadan kemarin sempat tertunda. Jadi Ramadan kemarin, saya sempat mampir ke Masjid Agung R.M.A.A Tjokronegoro menjelang waktu berbuka.
Suasananya sudah mulai ramai, tapi bukan yang berisik. Orang datang satu-satu, ada yang langsung duduk, ada yang ambil wudhu, ada juga yang cuma nunggu sambil lihat sekitar. Terasa aktivitasnya pelan, nggak terburu-buru.
Di area wudhu, terlihat cukup rapi dan bersih. Air mengalir lancar, dan orang bergantian dengan tertib. Hal-hal kecil kayak gini justru penting, karena kelihatan bagaimana tempat ini dikelola.
Masuk ke dalam, ruangannya luas dan adem. Karpet tertata rapi, pencahayaan cukup nyaman, dan nggak terasa sumpek walaupun mulai banyak jamaah. Saya sempat duduk beberapa menit, tanpa ngapa-ngapain, cuma menikmati suasana.
Menjelang adzan, orang-orang mulai siap berbuka. Ada yang bawa makanan sendiri, ada yang berbagi. Nggak ada yang berlebihan, semua sederhana.
Pas adzan maghrib, semua langsung fokus. Habis itu lanjut shalat, dan suasana tetap tertib.
Setelahnya, masjid masih ramai. Ada yang lanjut ibadah, ada yang istirahat, ada juga yang ngobrol santai di luar. Di tengah Ponorogo yang cukup aktif, masjid ini jadi tempat yang bisa bikin orang berhenti sebentar.
Tulisan ini saya buat dalam rangka partisipasi pada rangkaian kolaborasi Ramadan 2026, saya ingin berpartisipasi inisiatif program @MahabubMunna Call for Collaboration with Us – Inspiring Ramadan’26 & inisiatif program @doc_dells CIRCLE (loCal guIdes Ramadan ChaLlengE)
#InspiringRamadan26Mosque





