Bagi sebagian orang, bisnis adalah pilihan. Tetapi bagi Kuswanti, bisnis adalah jalan untuk bertahan dan melanjutkan hidup.
Usaha kuliner DeArtanti yang ia jalankan mulai dirintis pada tahun 2017. Awalnya sederhana, ia hanya ingin mencari kesibukan setelah kembali dari perantauan. Sejak muda, hidupnya sudah diisi dengan kerja keras. Setelah lulus SMA, ia bekerja ikut orang. Bahkan di usia yang tidak lagi muda, ia pernah merantau menjadi TKW, meninggalkan anak-anak demi menyelesaikan tanggung jawab keluarga.
Namun hidup sering membawa manusia pada jalan yang tak terduga. Sepulang dari merantau, Kuswanti mencoba memulai sesuatu dari rumah. Ia memilih kuliner, karena sejak dulu ia memang senang memasak dan baking. Dari dapur sederhana itulah ia mulai membuat berbagai makanan ringan untuk dijual.
Ia memulai semuanya sendiri. Tidak ada tim besar, tidak ada modal besar. Hanya ada kemauan untuk mencoba.
Di awal perjalanan, tantangannya sangat terasa. Mencari pelanggan bukan hal yang mudah, apalagi harus bersaing dengan banyak usaha kuliner lain yang sudah lebih dulu dikenal. Kadang rasa lelah datang, bahkan pernah muncul keinginan untuk menyerah.
Namun hidup kembali mengujinya. Ketika suaminya meninggal dunia, Kuswanti harus berdiri lebih kuat. Ia tidak hanya memikirkan dirinya sendiri, tetapi juga tiga putri yang masih bersekolah dan membutuhkan masa depan yang baik.
Sejak saat itu, bisnis yang ia jalankan bukan lagi sekadar kesibukan. Bisnis itu berubah menjadi harapan.
Ia bekerja lebih keras dari sebelumnya. Waktu antara usaha dan urusan rumah tangga sering kali berantakan. Banyak pekerjaan rumah yang terlewat karena ia harus mengejar omzet untuk memenuhi kebutuhan hidup.
“Awalnya benar-benar amburadul,” kenangnya jujur.
Tetapi dari semua proses itu, ia belajar satu hal penting. Bahwa menjalankan bisnis harus tenang, konsisten, dan tahan banting dalam segala situasi.
Produk yang ia jual adalah berbagai makanan kuliner dan camilan yang digemari remaja hingga ibu-ibu yang suka ngemil. Ia mungkin merasa usahanya tidak jauh berbeda dengan usaha lain yang serupa. Namun ada satu hal yang selalu ia jaga, yaitu rasa dan kualitas.
Resep dan bahan yang digunakan selalu dipertahankan agar pelanggan mendapatkan cita rasa yang sama setiap kali membeli. Baginya, prinsip paling penting dalam bisnis adalah sederhana namun kuat:
Kejujuran di atas segalanya.
Mungkin saat ini usahanya masih dikerjakan sendiri. Ia belum memiliki karyawan atau tim besar. Tetapi setiap hari ia terus melangkah, sedikit demi sedikit.
Yang paling membuatnya bahagia adalah ketika pelanggan memberikan testimoni jujur tentang rasa makanan, lalu kembali membeli lagi. Repeat order dari pelanggan menjadi bukti bahwa usaha kecilnya dihargai.
Promosi yang ia lakukan juga sederhana, hanya melalui media sosial. Namun dari sana, pelanggannya terus bertambah perlahan.
Ketika ditanya apa pencapaian paling membanggakan, jawabannya tidak muluk-muluk.
Ia bangga karena memiliki produk sendiri dengan cita rasa khas yang lahir dari tangannya sendiri.
Ke depan, Kuswanti memiliki mimpi yang sederhana namun bermakna. Ia ingin usahanya berkembang lebih luas, membuka pasar yang lebih besar, dan suatu hari bisa membuka lapangan pekerjaan bagi orang-orang di sekitarnya. Yang paling penting, ia ingin memberikan pendidikan terbaik untuk anak-anaknya.
Bagi perempuan lain yang ingin memulai usaha, pesannya juga sangat tulus:
“Mulai saja dulu. Nikmati prosesnya, jalani semua lika-likunya. Hasilnya serahkan kepada Allah, karena pasti yang diberikan adalah yang terbaik.”
Kini bagi Kuswanti, bisnis bukan sekadar pekerjaan.
Setelah bertahun-tahun bekerja untuk orang lain dan merantau jauh dari keluarga, kini ia menemukan sesuatu yang berbeda, yaitu sebuah usaha yang memberinya identitas baru, sekaligus harapan untuk masa depan dirinya dan anak-anaknya.
Dan semuanya berawal dari dapur kecil, dari tangan seorang ibu yang tidak pernah berhenti berjuang.
Tulisan ini diikutsertakan dalam tantangan dari @Globe_trotter_Ish tentang “Support Women on Maps Challenge: https://www.localguidesconnect.com/t/support-women-on-maps-challenge-supportwomenbusinesswithmaps/509523 #MapsforAll #SupportWomenBusinessWithMaps
Berbagi Kebaikan dari Hati
- Malang Regency Local Guides
Anisa AE




