Teruslah Berkontribusi dan Tinggalkan Jejak Digital yang Bermanfaat di Mana Pun Kita Berada

Pada Kamis, 27 Agustus 2026, saya berkesempatan hadir sebagai salah satu narasumber dalam sharing session “Kenali Kotamu: Dari Eksplorasi Lokal Jadi Kontributor Global”, yang di-host oleh @NunungAfuah dan diselenggarakan di EJSC Bakorwil Malang.

Pertemuan tersebut menjadi kesempatan bagi saya untuk berbagi cerita dan pengalaman bersama teman-teman East Java Local Guides serta peserta yang hadir.

Jujur, saya datang waktu itu tanpa persiapan materi sedikit pun :sweat_smile: mau ngomong apa di forum publik yang sangat formal seperti ini.

Apa yang saya sampaikan benar-benar spontan, berdasarkan pengalaman yang selama ini saya jalani.

Jadi, kalau ada perkataan saya yang kurang tepat, kurang lengkap, atau mungkin ada yang kurang berkenan, saya mohon maaf.

Namun setelah acara selesai, saya justru kembali memikirkan salah satu kalimat yang saya sampaikan hari itu:

“Jangan terpaku pada level. Teruslah berkontribusi dan tinggalkan jejak digital yang bermanfaat di mana pun kita berada.”

Semakin saya pikirkan, semakin saya merasa bahwa kalimat tersebut sebenarnya cukup menggambarkan perjalanan saya sendiri.

Saya mulai mengenal Local Guides sejak 2016.
Sepuluh tahun berjalan sampai 2026.
Namun selama 2016–2025, saya sebenarnya tidak benar-benar mengenal siapa-siapa di komunitas ini secara personal.
Paling hanya saling tahu, sesekali say hello, lalu kembali menjalani aktivitas masing-masing.
Baru pada pertengahan 2025 saya mulai bertemu tatap muka dengann sesama local guides di dunia nyata.

Saya mengawali perjalanan itu melalui kegiatan volunteer Meet-up Nusantara 4. Menariknya, orang-orang yang saya temui di sana juga hampir semuanya merupakan orang baru bagi saya.

Saya tidak datang dengan membawa circle.
Tidak punya banyak kenalan.
Saya mengenal mereka natural satu per satu dari proses hadir, berinteraksi, dan melakukan sesuatu bersama.

Dari sana saya belajar bahwa komunitas tidak selalu dimulai dari siapa yang kita kenal.
Kadang cukup dengan keberanian untuk hadir, berkontribusi, dan membuka diri.
Salah satu orang yang kemudian saya kenal adalah @Andhyka.
Saya bahkan tidak mengenalnya sebelum 2025. Kami pertama kali bertemu dalam sebuah forum volunteer di luar Local Guides.

Dari pertemuan dengan orang-orang yang awalnya sama-sama asing, kemudian tumbuh menjadi pertemanan, kolaborasi, dan berbagai pengalaman baru.

Mungkin itu salah satu hal yang paling saya sukai dari berkomunitas.
Kita tidak pernah benar-benar tahu akan bertemu dengan siapa ketika kita memutuskan untuk hadir.

Dan karena itu pula, ketika pendaftaran ConnectLIVE hampir ditutup, saya sempat mendorong Andhyka untuk mencoba mendaftarkan diri.
Waktu itu dia masih Level 7 dan relatif baru di komunitas.
Saya tidak tahu apakah dia akan diterima atau tidak.

Saya hanya bilang:

“Daftar saja dulu.”

Jangan terlalu memikirkan level.
Jangan terlalu memikirkan apakah akan terpilih.

Coba dulu.
Sambil terus berkontribusi dengan kualitas yang baik.
Karena kita tidak pernah tahu ke mana sebuah langkah kecil akan membawa kita.
Menurut saya, afirmasi positif juga bukan berarti kita harus yakin bahwa kita pasti berhasil.

Lebih sederhana:
Lakukan yang terbaik, terus berkontribusi, lalu serahkan hasilnya.

Kalau diterima, Alhamdulillah.
Kalau belum berhasil, tidak ada yang hilang. Kita tetap punya perjalanan untuk dilanjutkan.
Dan ternyata prinsip itu juga berlaku untuk diri saya sendiri.
Ketika mendaftar ConnectLIVE, saya benar-benar tidak memasang target harus diterima.

Bisa dibilang iseng saja, coba daftar.
Diterima, Alhamdulillah, saya bersyukur.
Tidak diterima pun tidak masalah.
Saya akan tetap menjadi orang yang sama.
Tetap menjelajah.
Tetap berbagi.
Tetap membantu.
Tetap berkontribusi.
Karena sebenarnya saya memang menikmati aktivitas seperti ini.

Kontribusi yang saya lakukan pun banyak yang sangat dekat dengan keseharian saya.
Saya suka menjelajah cafe yang nyaman untuk WFC, kemudian berbagi informasi yang mungkin berguna bagi orang lain yang juga membutuhkan tempat untuk bekerja atau sekadar duduk dengan nyaman.

Saya suka menemukan UMKM yang belum ada di Google Maps, lalu membantu menambahkan keberadaannya agar lebih mudah ditemukan.

Saya juga suka melakukan edit peta ketika menemukan informasi yang perlu diperbaiki.

Dan sebagai seorang traveller muslim, saya senang menemukan masjid yang ramah bagi musafir ketika sedang bepergian.

Hal-hal yang saya sukai dalam kehidupan sehari-hari akhirnya menjadi bagian dari kontribusi saya di Google Maps.

Bahkan ketertarikan saya pada tempat yang nyaman untuk WFC akhirnya terasa relevan juga dengan salah satu id card yang saya dapatkan ketika ConnectLIVE.

Dari situ saya semakin percaya bahwa kontribusi akan terasa lebih ringan ketika kita menemukan sesuatu yang memang sesuai dengan ketertarikan kita sendiri.
Jadi menurut saya, jangan hanya mengejar jumlah kontribusi.

Pastikan kontribusimu unik, punya makna, dan benar-benar bermanfaat.

Tidak harus selalu sesuatu yang besar.

Kadang informasi sederhana tentang sebuah cafe, keberadaan UMKM kecil, kondisi sebuah tempat, atau lokasi masjid bisa menjadi informasi yang sangat berarti bagi orang lain.

Mungkin dari luar saya terlihat cukup aktif.

Bahkan mungkin ada yang melihat saya seperti sedang mengejar sesuatu, terlalu menggebu-gebu, atau mengejar level dan kesempatan seperti ConnectLIVE.
Tapi sebenarnya tidak.

Saya memang seperti ini.

Saya memang senang dengan aktivitas yang sifatnya volunteer.
Saya tidak keberatan memberikan waktu, tenaga, dan pikiran ketika sedang membantu sebuah kegiatan.
Bukan karena mengharapkan imbalan.
Saya memang menikmati proses berbagi kebaikan.
Karena itu buat saya, level Local Guides itu seperti level dalam sebuah game hanya untuk fun. Kalau naik level, tentu menyenangkan.
Kalau mendapatkan badge, tentu senang.
Kalau statistik bertambah, boleh saja bangga.
Tapi jangan sampai permainan itu justru membuat kita lupa menikmati permainannya.

Level bukan tujuan akhirnya.

Yang lebih penting adalah apa yang kita tinggalkan dari perjalanan tersebut.
Sebuah informasi yang membantu.
Sebuah foto yang memberikan gambaran nyata.
Sebuah tempat yang akhirnya lebih mudah ditemukan.
Atau sebuah kontribusi kecil yang membuat perjalanan orang lain menjadi sedikit lebih mudah.
Kalau ada satu hal yang ingin saya bagikan setelah sharing session tanggal 27 Agustus kemarin, mungkin sederhana saja:

Jangan menunggu menjadi Level 10 untuk mulai berkontribusi.

Jangan menunggu punya jutaan views.
Jangan menunggu dikenal komunitas.
Jangan menunggu ada event besar.
Jangan menunggu ada yang mengapresiasi.

Mulailah dari apa yang kamu sukai.

Jelajahi tempat di sekitarmu.
Temukan sesuatu yang belum banyak diketahui orang.
Bagikan informasi yang benar-benar kamu ketahui dari pengalamanmu.
Bantu sebuah tempat agar lebih mudah ditemukan.
Dan tinggalkan sesuatu yang bermanfaat bagi orang berikutnya.

Karena pada akhirnya…

Level boleh naik.
Statistik boleh bertambah.
Kesempatan boleh datang dan pergi.

Tapi semoga satu hal tidak berubah:

rasa senang untuk terus berkontribusi dan berbagi kebaikan dari hati.

Teruslah berkontribusi dan tinggalkan jejak digital yang bermanfaat di mana pun kita berada.

Dan nikmati perjalanannya. :heart:

:camera: Dokumentasi foto cover diatas oleh Panitia EJSC Bakorwil Malang
Terima kasih sudah mengabadikan momen ini.

20 Likes

cerita yang sangat menarik mas, penuh dengan makna, sangat mendalam.
benar sekali lakukan apa yang kalian suka disini,

suka review, beri review terbaik kalian yang bermanfaat.
suka edit, edit sesuai kenyataan yang ada di lokasi.
suka meetup, bikin meetup yang berguna dan bermanfaat khususnya untuk google maps .
dan lain sebagainya.

saya juga mengakui pertama kali bertemu mas @ISAIKBALULSURUR adalah orang yang sangat sederhana, namun memiliki keinginan yang sangat besar untuk bisa bermanfaat bagi orang lain dan sekitarnya.

tetap jadi diri sendiri mas,
we always support you.

salam hangat,

3 Likes

Terimakasih mas @doni_hariadi wah hobi kita sama :grin::waving_hand: semoga selalu bisa mempunyai kesempatan untuk berbuat baik dan menerima kebaikan :palms_up_together:

2 Likes

Horeeeeeeeee​:clap:t3::clap:t3::clap:t3: wah asli keren banget bapak kita satu ini . Bapak @ISAIKBALULSURUR terimakasih ya bapak sudah berbagi cerita panjang lebar yang mudah saya pahami.
Saya sepakat dengan bapak. Saya pun saat memulai malah tidak paham apa itu level, apa itu kontribusi, apa itu point, apa itu jumlah tayangan, apalagi lencana-lencananya bapak. Halah mboten ngertis banar blas saestu. Saya di email Google hai titik ini pencapaian dan mari rayakan. Itu saja saya bingung bapak. Ih apa sih Google maksudnya masa saya di suruh merayakan. Gek gemana caranya? Ya kali saya ngeliwet ngundang warga hai sini makan saya sejuta tayangan misalnya . Atau reviewer master . Terus bagaimana cara merayakan? Mosok bancakan?

Itu semua saya paham setelah masuk LGC ini melihat teman-teman merayakan. Dan buanyak sekali saya membaca makanya saya sedikit paham. Oalah maksudnya merayakan itu seperti ini? Halah halaaah halah kok yo eram men :sweat_smile:

Saya ya karena berawal suka bercerita bapak awal mulanya saya banyak foto saya suka ngedongeng menceritakan foto ini di mana lagi apa , nah saya ceritakan di ulasan saya saja tumben asli saya rajin. Terus di bilang waaah hebat level 10 sejuta tayangan lencana master master . Halaaah bahasa ngoko nya bapak saya bilang : mosok ngene ae di omong hebat . Gaean opo sih iki. Emang gak enek tantangan sing lebih ehem gitu?
Ngeneki tok di omong waaah Titik kamu hebat . Halah halaaah
Ini nih sepele tinggal lihat foto ini di mana di ulas kaish bintang selesai . Ulasan kita banyak yang lihat jadi sejuta tayangan. Ulasan kita banyak yang like jadi reviewer master iyaelah ngeneki tok di omong hebat.

Masalahnya saya biasa bekerja yang jauh lebih menantang dari ini biasa saja gak ada yang bilang hebat santai haahha

Jadi saya sependapat sama Bapak . Gerak saja dulu nanti hasil mengikuti. Bapak keren pokoknya . Salam hormat saya dan sukses selalu . :saluting_face::saluting_face::handshake::wink::wink:

2 Likes

Wow kerenn Mas @ISAIKBALULSURUR, ini bukan sekadar cerita tentang perjalanan sebagai Local Guide, tetapi juga refleksi yang sangat kuat tentang makna sebuah kontribusi. :raising_hands:

Saya sangat setuju dengan pesan “jangan terpaku pada level”. Pada akhirnya, level, badge, dan statistik hanyalah bagian kecil dari perjalanan. Yang jauh lebih berarti adalah ketika kontribusi kita benar-benar bisa membantu seseorang, entah melalui informasi sebuah UMKM, foto, lokasi tempat, atau sekadar membuat orang lain lebih mudah menemukan apa yang mereka butuhkan.

Saya juga suka bagian ketika Mas Isa menceritakan bahwa komunitas tidak selalu dimulai dari orang-orang yang sudah kita kenal. Kadang cukup dengan berani hadir, membuka diri, dan melakukan sesuatu bersama. Dari sana, orang yang awalnya asing bisa berubah menjadi teman, partner berkolaborasi, bahkan keluarga dalam perjalanan Local Guides. :handshake:

Dan terima kasih juga sudah berbagi prinsip yang sangat sederhana tetapi bermakna: “Coba dulu.” Kita tidak pernah benar-benar tahu ke mana satu langkah kecil akan membawa kita. :blush:

Semoga semangat untuk terus berkontribusi dari hati ini selalu terjaga, dan semakin banyak Local Guides yang terinspirasi untuk meninggalkan jejak digital yang bermanfaat. Terima kasih sudah menuliskan cerita yang sangat relatable dan penuh makna ini. :heart:

Terima kasih banyak Mas @ISAIKBALULSURUR sudah menuliskan cerita ini. :folded_hands:
Jujur, kalimat “Daftar saja dulu” itu sederhana, tapi waktu itu sangat berarti buat saya.

Saat itu saya memang masih banyak ragu dan bertanya-tanya apakah saya cukup pantas untuk mencoba. Tapi akhirnya saya belajar bahwa terkadang kita memang perlu berani melangkah dulu, tanpa terlalu memikirkan hasil akhirnya.

Dan ternyata, keputusan kecil itu membawa saya pada pengalaman, teman-teman baru, serta cerita yang tidak pernah saya bayangkan sebelumnya.

Terima kasih sudah menjadi salah satu orang yang mendorong saya untuk berani mencoba. Senang sekali perjalanan ini mempertemukan kita, dari yang awalnya tidak saling mengenal hingga bisa menjadi teman dan berbagi banyak pengalaman.

Sometimes, all we need is someone to say, “Just go for it.” :folded_hands:

1 Like

Terimakasih @TitikMariati atas apresiasinya, wah baru ini di local guides saya dipanggil bapak :rofl::folded_hands: semoga selalu konsisten berkontribusi yang berkualitas berintegritas di google maps agar peta selalu akurat.

1 Like

Terimakasih kasih kembali mas @Andhyka sudah mau diajak belajar serta eksplorasi bareng di google maps dan komunitas ini, tetap semangat :person_running::person_cartwheeling:

1 Like

Sami-sami , njih matur suwun :folded_hands:t2:

1 Like

Siap berkontribusi dari hal kecil ini bisa berguna serta bermanfaat bagi orang lain :flexed_biceps:

1 Like