Teman-teman Local Guides seluruh dunia… @Atsukot @AngieYC @ErmesT @DavidTito @NunungAfuah
SAYA mendapat undangan bersama beberapa komunitas relawan Ciliwung dari Pendiri Jakarta Osoji Club. Undangan ini teramat istimewa, karena kami akan merayakan hari istimewa. Ciliwung Day. Kami dari komunitas relawan Ciliwung dari Bogor, Depok, Jakarta bersama-sama Organisasi Non Pemerintah Jepang.
Tamagawa atau Tama River adalah salah satu sungai yang berada di Tokyo. Masa lalunya memiliki persoalan yang hampir sama dengan sungai Ciliwung. Persoalan sampah dan limbah menjadi salah satu persoalan rumit.
Upaya masyarakat sipil dan berbagai pihak terus dilakukan hingga akhirnya, setelah lebih 50 tahun, sungai Tama menjadi seperti sekarang. Sangat bersih. Saya teman-teman hampir tidak menjumpai sampah di sungai ini.
Atas keberhasilan upaya bersama, NPO Ecomuseum lewat organisasi relawan Jakarta Osoji Club didukung oleh Japan Foundation mengundang beberapa relawan dari sungai Ciliwung dan Gerakan Ciliwung Bersih ke Jepang. Diharapkan kepedulian organisasi relawan kedua negara menjadi dorongan kuat bagi upaya normalisasi Sungai Ciliwung dan sungai lain di Indonesia.
Hubungan organisasi relawan harus terus dijaga ditengah kondisi lingkungan global terus menurun. Upaya hubungan organisasi non pemerintah diharapkan menjadi meningkat menjadi hubungan pemerintah kedua negara dalam mengatasi persoalan sampah di Indonesia.
Rangkaian acara ini dimulai pada 09 Nopember 2018 lalu. Perjalanan diatur oleh teman-teman relawan dari Jepang. Tiba di Haneda International Airport kami dijemput. Satu team membawa kami ke hulu sungai Tama. Sementara satu team lagi membawa tas serta perlengkapan lain ke tempat kami menginap.
Perjalanan kami dari airport dilanjutkan dengan commuterline menuju Mitake Station. Setelah transit di beberapa stasiun, dengan perjalanan sekitar dua jam. Kami tiba di Mitake Station. Sebuah stasiun di pegunungan. Saat itu, cuaca mendung dengan sedikit gerimis. Rencananya kami akan menyusuri tepi sungai Tama sekitar 2-3 kilometer. Namun karena cuaca hujan, akhirnya hanya bisa melihat dari dekat sungai Tama nan jernih. Cuacanya mirip dengan kawasan Puncak, Bogor. Hampir tidak ada sampah. Saya hampir saja menyeburkan diri melihat dan merasakan bersih dan segarnya air sungai. Saya baru ingat, semua pakaian ganti sudah dibawa ke tempat menginap.
Ya sudahlah.
Akhirnya kami ke lembah Mitake, salah satu hulu aliran sungai Tama. Di sekitar lokasi ada beberapa restoran, penginapan dan satu halte bus, stasiun commuter line. Daerah ini sangat rapi, ditata dengan Indah. Dari stasiun Mitake, kami hanya tinggal berjalan sekitar 5 menit hingga sampai lembah. Toilet bersih terawat ada di sekitar lokasi. Konon, pada musim semi pohon sakura menampakan keindahan. Pun dengan pohon Maple. Jembatan Mitake Gorge menghubungkan dua wilayah yang dipisahkan sungai Tama. Sementera Jembatan Mitake (jembatan gantung) menghubungkan daerah yang sama bagi turis yang menikmati keindahan sungai.
Sebuah lingkungan sungai yang dibiarkan secara alamiah dengan faslitas pendukungnya sangat lengkap. Transportasi Bus, Commuterline, Pusat Informasi Turis, Penginapan,Restoran, Coffee Shop, Merchandise dan tentu toilet yang bersih. Sebuah kota yang dibangun dengan sangat mempertimbangkan banyak aspek.
Penasaran ? Lihat Album Photo
Bersambung ~



