Setelah menempuh perjalanan jauh, apa makanan yang diinginkan? Kalau saya mendapat pertanyaan itu, saya akan dengan segera menjawab nasi soto atau nasi sop.
Menu itulah yang saya pilih ketika pergi ke Kota Rangkasbitung di Lebak, Banten. Setidaknya sudah 3 kali saya mampir di restoran lawas tepi jalan Multatuli No.71, Rangkasbitung, Lebak. Resto ini bisa dibilang menjadi tujuan bagi wisatawan lokal atau masyarakat.
Saya mengetahui keberadaan restoran Ramayana ketika pertama kali mengunjungi Rangkasbitung. Waktu itu, seorang teman yang bertugas di sana mengajak saya untuk menikmati makan siang di resto lawas ini.
Saat tiba di sana, saya baru tahu kalau resto ini menyajikan beberapa menu masakan rumahan, tetapi yang jadi favorit adalah Sop daging sapi, satai, dan nasi rames daging.
Waktu itu saya memilih menikmati sop daging sapi lengkap dengan nasi. Porsi sop dagingnya cukup banyak. Isianya berupa potongan daging sapi, wortel, dan kentang. Kuah beningnya kaya rasa rempah, tapi tidak terlalu kuat. Jadi begitu diseruput, ada sensasi rasa kaldu sapi dan rempah yang menyatu dengan lembut.
Potongan daging yang cukup besar, ternyata cukup mudah untuk disantap. Dagingnya lembut dan lunak, pertanda dimasak dalam waktu lama. Sementara wortel dan kentangnya dimasak dengan baik, tidak terlalu lunak atau terlalu keras.
Saya suka dengan cita rasanya, maka saat menyantap saya sengaja menghabiskan nasi lebih dulu, tentu dengan dipadu sop daging, lalu menutupnya dengan menghabiskan sop daging. Sisa kuahnya saya nikmati dengan kerupuk dan ditemani segelas teh hangat tawar.
