Hari Sabtu tanggal 17 Januari 2026, kami baru saja menyelesaikan kegiatan seru Meet Up Local Guides dalam rangka mengikuti tantangan the Global wave: Celebrate 11 years of Local Guides & 10 Years of Connect yang diinisiasi oleh @NareshDarji dan @KashifMisidia.
Rangkaian Explore Tuban kali ini bergandengan dengan beberapa local guides dan menjadi kesatuan acara
Accessibility Walk - Masjid Namira, Lamonganhost by @Andrianto
Photo Walk – Nglirip Waterfall, Tuban host by @doni_hariadi
Geo Walk – Remen Beach, Tuban host by @Andhyka
Food Crawl – Abirama, Tuban host by @AnisaAe
Accessibility Walk – KH. Ahmad Dahlan Mosque, Gresik host by @ISAIKBALULSURUR
Setelah rangkaian kunjungan yang cukup panjang dimulai dari Masjid Namira, Air Terjun Nglirip, hingga Pantai Ramen. Akhirnya sore itu kami melanjutkan perjalanan ke Rest Area Abirama, sebuah rest area yang terletak tepat di pinggir pantai. Rencananya, kami yang dari Malang ingin ngopi tipis-tipis sambil menikmati laut, namun rencana tersebut akhirnya berubah menyesuaikan kondisi dan waktu.
Acara ini diikuti oleh @doni_hariadi @ISAIKBALULSURUR @Andhyka @Zuh4f4rh4n4 @Andrianto @renyraynada21 @Annisa1208 @Yuni83A @zeezaharaputri @storyimah @aininovita
Di Rest Area Abirama, kami memilih untuk sholat, istirahat, dan mandi, karena seharian beraktivitas membuat tubuh terasa lelah dan gerah. Mushola dan toilet di sini terjaga kebersihannya, memberi rasa nyaman bagi pengunjung yang singgah. Mushola cukup luas. Area santai juga tersedia dengan cukup banyak pilihan tempat duduk, cocok untuk rehat sejenak sebelum melanjutkan perjalanan.
Momen kebersamaan terasa semakin hangat karena pertemuan-pertemuan tak terduga. Om Andrianto dan Bu Sri bertemu dengan teman-teman fotografi mereka di Tuban, dan kami pun mengajak mereka untuk berfoto bersama. Zuha bertemu dengan saudaranya, begitu pula Mbak Reni yang juga berjumpa dengan keluarga. Rest area ini benar-benar menjadi ruang temu, bukan hanya untuk wisatawan, tetapi juga untuk keluarga dan sahabat yang menjaga tali silaturahmi.
Di area kuliner lantai dua, tersedia berbagai pilihan makanan dan minuman, meski tidak terlalu lengkap. Namun justru kesederhanaannya menjadi daya tarik. Nasi bakar dengan isian ayam yang melimpah dibanderol hanya Rp10.000, sementara es teh Rp3.000. Ada pula pilihan minuman dingin dan hangat lainnya dengan harga yang ramah di kantong.
Selain itu, di sini juga terdapat toko oleh-oleh khas Tuban, sehingga pengunjung tidak perlu berpindah tempat untuk membeli buah tangan. Cukup berhenti di satu lokasi, semua kebutuhan bisa terpenuhi.
Menjelang petang, kami menikmati matahari tenggelam. Senja perlahan turun di ufuk laut, menjadi penutup yang tenang setelah hari yang padat. Banyak sekali foto yang bisa diabadikan di moment ini.
Tak lupa, kami para host juga berkumpul untuk membahas meet up yang akan dilakukan selanjutnya. Yaitu mengunjungi masjid dan kuliner di Pasuruan dan tentunya ke Gamma Grape di Pakis, Kabupaten Malang.
Setelah berfoto bersama, kami pun meninggalkan lokasi karena hari mulai malam dan melanjutkan perjalanan ke lokasi meet up berikutnya, yaitu Masjid KH. Ahmad Dahlan.
Rest Area Abhirawa sore itu bukan sekadar tempat singgah. Ia menjadi ruang istirahat, ruang temu, dan ruang berbagi. Tempat di mana perjalanan diperlambat sejenak, sebelum kembali melangkah bersama.
Berbagi Kebaikan dari Hati
- Malang Regency Local Guides
Anisa AE























