Apapun tujuannya, bersepeda telah menjadi gaya hidup sendiri di era industrial ini. Baik untuk ngantor, menelurusi tempat-tempat eksotis disekitar kota kamu, atau bahkan, touring jarak jauh. Jadi, kalau kamu sudah membeli sepeda dan merencakanan petualangan pertama kamu, berikut sedikit tips untuk mempersiapkan perjalanan kamu.
Observasi
Untuk memulai touring sepeda pertama kamu, baik ikut rombongan komunitas ataupun sendirian, kamu setidaknya perlu melakukan beberapa observasi terkait tujuan dan rute yang akan kamu pilih. Hal ini penting karena menentukan persiapan yang kamu bawa. Browsing melalui internet dan review-review yang sudah tersedia di Google Maps lumayan ampuh untuk memberikan gambaran terhadap tujuan kamu, perhatikan informasi-informasi penting terkait jarak tempuh, harga tiket masuk (jika ada), jam buka, fasilitas seperti toilet, ATM terdekat, minimarket atau warung terdekat untuk mengisi kembali suplai kamu selama perjalanan, dan lain sebagainya. Ada baiknya, tinjau juga rute yang akan kamu lewati, Google Street View bisa memberikan gambaran terkait kondisi jalan dan lingkungan sekitar, supaya nantinya kamu enggak kaget kalau melewati wilayah yang sepi dan diluar ekspektasi kamu. Jangan lupa juga untuk melihat prakiraan cuaca di hari H, persiapkan jas hujan praktis jika dirasa perlu.
Disipilin diatas Segalanya
Touring sepeda menuntut disiplin yang tinggi, baik itu sendirian terlebih bersama komunitas. Datanglah tepat waktu dititik kumpul yang telah ditentukan, jangan biarkan rekan-rekan kamu harus menunggu cuma karena kamu kesiangan bangun. Hal tersebut penting karena terkait waktu perjalanan, cuaca dan kondisi lalu lintas. Gak mau dong, baru mulai gowes sudah dihadang sama teriknya matahari gara-gara kesiangan?
Istirahat Cukup
Tubuh kamu membutuhkan beberapa waktu untuk beradaptasi terhadap aktivitas baru ini. Bersepeda mungkin terdengar sepele, tapi berani jamin walaupun kamu tidur cukup pada malam harinya, sebagai pemula kamu pasti menderita pada 5 km pertama. Penderitaan itu bisa-bisa cuma bikin kamu kapok bersepeda kalau kamu kurang istirahat. Jadi jangan begadang!
Sarapan Secukupnya
Maksudnya jangan kekenyangan, apalagi sampe enggak sarapan sama sekali. Asupan nutrisi penting banget tuh sebagai pesepeda. Idealnya, kamu harus makan 1-1.5 jam sebelum naik ke sadel. Hindari makanan pedas dan bersoda, gak mau kan perut melintir pas lagi di jalan?
Lengkapi Kebutuhan Sepeda
Perlengkapan keselamatan dan perkakas untuk keadaan darurat jadi syarat yang enggak bisa ditawar. Pakai helm itu hukumnya jawib, eh, wajib, sebagai kebutuhan bersepeda kamu. Bawa ransel kecil untuk membawa semua kebutuhan yang ada, pakai sarung tangan sepeda juga ide bagus tuh, supaya telapak tangan enggak cepat lelah menggenggam grip. Selain itu, kalau kamu emang serius mau sepedaan, enggak ada salahnya berinvestasi untuk peralatan-peralatan dasar bersepeda. Peralatan darurat seperti toolkit, cungkil ban, ban dalam cadangan, dan pompa mini, wajib dibawa kemanapun, dan mereka praktis kok!
Cek Kondisi Sepeda
Asal tau aja ya, para pesepeda senior bin mahadewa aja masih ngelakuin ritual yang satu ini sebelum mereka berangkat kemanapun. Karena mereka tau pedihnya bermasalah di jalan cuma karena enggak ngecek sepeda sebelum berangkat. Jadi gak ada salahnya periksa tekanan ban kamu, rem, dan komponen lain berfungsi dengan baik. Jangan sungkan berkonsultasi dengan teman dikomunitas atau forum-forum sepeda jika memang ada masalah.
Bawa Air, Alat Komunikasi dan Kabari Orang Rumah
Nah, ini dia yang kadang suka disepelein. Kalo kamu mau ikut rombongan touring sepeda, apalagi pertama kali, jangan pernah sepelein hal-hal ini. Selama bersepeda, tubuh kamu harus tetap terhidrasi. Terlebih lagi kalau cuaca sedang panas, tubuh kamu akan membutuhkan cairan lebih banyak.
Saya sendiri pernah keabisan tenaga di hutan Cikaniki TNGHS cuma gara-gara males bawa air, beruntung masih nemuin sungai. Jangan lupa juga bawa hp & charger, hemat pemakaian baterai sebisa mungkin dan plastik kecil buat jas hujan si-handphone kalau cuaca hujan.
Berdo’a dan Percaya Diri
Jangan sesumbar, mentang-mentang fisik kuat lalu kalian ngerasa mampu bersepeda? Setiap olahraga pasti memiliki resiko, adaptasi dan tantangannya tersendiri. Misalnya, kalau kamu rutin main futsal sama teman-teman kantor, atau sering hiking ke puncak-puncak tertinggi, belum bisa jadi jaminan kamu kuat bersepeda.
Yang enggak kalah penting, berdo’alah sebelum berangkat dan percaya diri. Maksudnya, jangan merasa “saya mampu gak ya” “duh jauh banget” atau “anjir tanjakannya tinggi banget”. Yakinlah sama kemampuan kamu sendiri, kalau memang capek, ya istirahat aja, lanjut lagi perjalanan seru kamu setelah kembali fresh. Sesimpel itu kok. Selamat bersepeda!