New Tourist Attraction's Potential DANGER to Water Reservoir "Sumur Putri" Bandar Lampung

Sekitar seminggu lalu (15 Nov), sambil jogging sore saya mengunjungi sebuah lokasi bendungan di daerah Sumur Putri, Bandar Lampung, Indonesia, yang menjadi pengolahan air terpadu oleh badan instansi pemerintah serta sebuah perusahaan air minum setempat.

Langkah kakipun berbelok ke area tersebut karena rasa penasaran, ingin lihat apa perubahannya. Bendungan ini sangat alami dengan pemandangan2 yang benar2 hijau alam. Berbagai tanaman tumbuh liar dan cantik disekitarnya. Saya melihat beberapa warga lokal dan pendatang sedang memancing ikan lele/nila yang berada di penampungan bendungan tersebut. Bahkan ada jembatan yang menghadap arus air bendungan membuat tempat ini berpotensi sebagai photospot.

Namun ketika melewati tepian bawah sungainya, saya cukup kaget karena area yang tadinya bersih, kini terlihat sampah bungkus snack… pertanda efek negatif dari kunjungan wisatawan.

Memang benar, dimasa pandemi ini kita dipaksa menjadi turis lokal, karena menghindari berwisata keluar negri. Namun efek sampingnya, beberapa tempat dieksploitasi tanpa memikirlan akibatnya. Contohnya di Bendungan Sumur Putri ini, walaupun terlihat lebih berwarna dengan lukisan dan dekorasi taman, namun sampah mulai terlihat, karena tidak disediakan tempat sampah, himbauan2, sampai penjaga setempat pun hanya tukang parkir yang mengambil tarif parkir kendaraan.

Saya hanya berharap, tempat2 yang memang berpotensi wisata namun jg memegang peranan penting bagi kehidupan masyarakat, bisa di olah secara bijak dan tetap dijaga kelestarianny… itulah konsep wisata alam terpadu. Mohon maaf bila ada kesalahan ucapan, ini hanyalah bentuk kekuatiran saya pribadi. Semoga ke depannya, Bendungan Sumur Putri dapat semakin dikenal sebagai salah satu obyek wisata yang tetap bernuansa alam dan terjaga fungsi utamanya. Saya anton alexander, Salam local Guide, teruslah berkarya

14 Likes

Hi @antoncreativeland

Thanks for reporting your concern.

As another local guide living far far away like most Local guides on Connect I would suggest that your also share your text via other channels of communication so your concerns are more likely to reach the relevant local decision makers.

Maybe you could reach out to a local newspaper or an electronic media outlet that could run your story.

Also, please consider adding photos of the problem to strengthen your arguments.

All the best

Morten

3 Likes

Thanks for your idea morten… your suggestion will be my new act.

Namaskar…

** @antoncreativeland **

My kudos for your Shared Photo’s that attract me to your post…

1 Like

Hi mas @antoncreativeland salam kenal dengan Nyai

Wah sedih sekali memang tempat yang seharusnya kita jaga menjadi kotor tak terurus , cara terbaik memang kita tidak ikut ikutan kalau memang tidak ada tempat sampah di sana ya sampah yang kita hasilkan bawa pulang kembali.

Dan kalau pengalaman nyai pribadi biasa meninggalkan review atau ulasan di google maps dan pada bagian akhir dari ulasan di sempilkan ajakan untuk menjaga kebersihan sehingga yang membaca bisa ikut tersadarkan

Terima kasih

2 Likes

Thanks nyai, ide saranmu sangat membantu saya :slight_smile:

Thanks shrut19, that really means a lot to me :slight_smile: