Sekitar seminggu lalu (15 Nov), sambil jogging sore saya mengunjungi sebuah lokasi bendungan di daerah Sumur Putri, Bandar Lampung, Indonesia, yang menjadi pengolahan air terpadu oleh badan instansi pemerintah serta sebuah perusahaan air minum setempat.
Langkah kakipun berbelok ke area tersebut karena rasa penasaran, ingin lihat apa perubahannya. Bendungan ini sangat alami dengan pemandangan2 yang benar2 hijau alam. Berbagai tanaman tumbuh liar dan cantik disekitarnya. Saya melihat beberapa warga lokal dan pendatang sedang memancing ikan lele/nila yang berada di penampungan bendungan tersebut. Bahkan ada jembatan yang menghadap arus air bendungan membuat tempat ini berpotensi sebagai photospot.
Namun ketika melewati tepian bawah sungainya, saya cukup kaget karena area yang tadinya bersih, kini terlihat sampah bungkus snack… pertanda efek negatif dari kunjungan wisatawan.
Memang benar, dimasa pandemi ini kita dipaksa menjadi turis lokal, karena menghindari berwisata keluar negri. Namun efek sampingnya, beberapa tempat dieksploitasi tanpa memikirlan akibatnya. Contohnya di Bendungan Sumur Putri ini, walaupun terlihat lebih berwarna dengan lukisan dan dekorasi taman, namun sampah mulai terlihat, karena tidak disediakan tempat sampah, himbauan2, sampai penjaga setempat pun hanya tukang parkir yang mengambil tarif parkir kendaraan.
Saya hanya berharap, tempat2 yang memang berpotensi wisata namun jg memegang peranan penting bagi kehidupan masyarakat, bisa di olah secara bijak dan tetap dijaga kelestarianny… itulah konsep wisata alam terpadu. Mohon maaf bila ada kesalahan ucapan, ini hanyalah bentuk kekuatiran saya pribadi. Semoga ke depannya, Bendungan Sumur Putri dapat semakin dikenal sebagai salah satu obyek wisata yang tetap bernuansa alam dan terjaga fungsi utamanya. Saya anton alexander, Salam local Guide, teruslah berkarya









