My First Experience with “Jelajah Kelodjian”: Discovering the Untold History of Malang

Minggu pagi, 25 Mei 2025, menjadi salah satu momen yang tak akan saya lupakan. Untuk pertama kalinya, saya bergabung dalam acara Jelajah Kelodjian, sebuah perjalanan menelusuri jejak sejarah kecil Kota Malang yang penuh cerita dan kejutan. Titik kumpul kami berada di kawasan legendaris Klodjen Djaja (lokasi), dan dari sana kami memulai eksplorasi menuju kawasan Setia Budi, Dr. Soetomo, hingga ke Klodjen Ledok Thamrin.

Acara ini diorganisir oleh komunitas-komunitas keren: Jelajah Malang, Payung Literasi Malang, Malang Good Guide, dan East Java Local Guides. Saya pribadi ikut karena penasaran dengan istilah Kelodjian, yang ternyata berasal dari kata Belanda lodge atau lodji, yang berarti rumah besar. Konon, inilah kawasan pertama di Malang tempat orang-orang Belanda membangun hunian megah mereka.

Sepanjang rute, kami disuguhi fakta-fakta menarik—salah satunya adalah rumah yang sudah berdiri sejak tahun 1914, bahkan sebelum pembangunan resmi Kota Malang dimulai tahun 1917. Rumah tersebut kini dikenal sebagai Rumah Budaya Ratna (lokasi), dan masih berdiri kokoh hingga hari ini. Tak hanya itu, kami juga diperlihatkan bagaimana tiap kompleks perumahan Belanda memiliki jenis pohon dan tanaman khas tersendiri—semacam identitas botani untuk tiap wilayah.

Yang membuat pengalaman ini semakin berkesan adalah suasananya. Para peserta—mulai dari pelajar, warga lokal, hingga pendatang dari luar kota—sangat antusias. Kami semua seolah tersedot ke masa lalu, mendengarkan cerita demi cerita yang tersimpan di balik bangunan tua dan gang-gang sunyi. Saya merasa seperti sedang membuka lembaran buku sejarah yang hidup.

Sebagai Local Guide dan penggemar sejarah kota, acara ini benar-benar menyulut semangat saya untuk terus mengeksplorasi kisah-kisah tersembunyi di tiap sudut kota yang saya kunjungi. Rasanya saya ingin tahu lebih banyak, tak hanya tentang Malang, tapi juga kota-kota lain di Indonesia—melihat mereka dari kacamata sejarah dan budaya.

:crossed_fingers: Come say hi!
| Instagram : @rakabits
| LinkedIn
| Adobe Stock | Shutterstock
| Connect

6 Likes

Seru banget mas acaranya, beberapa kali pengen ikutan tapi belom bisa

1 Like

Iya bang bener seru banget baru pertama kali ikut jelajah sejarah, saya sampai nambah keliling bareng temen baru diacara itu sampe siang terus di tutup dengan makan bakso pinggir stasiun :joy:

:crossed_fingers: Come say hi!
| Instagram : @rakabits
| LinkedIn
| Adobe Stock | Shutterstock
| Connect

Hai @Rakabits
Terimakasih sudah membawa kita ke Malang tempo doeloe. Nyesel bgt jaman masih kuliah di Malang belasan tahun yg lalu kurang aware dgn sejarah. Padahal Klojen ini tempat yg penuh kenangan buat saya :grinning_face:
Keep sharing. Keep inspiring!

Rasyid,
Jombang, Indonesia

1 Like

Seneng banget bisa berbagi kenangan dan suasana Malang tempo doeloe! :grinning_face_with_smiling_eyes: Wah, Klojen memang punya cerita yang ngena banget ya, apalagi kalau ada memori pribadi di sana. Semoga kapan-kapan bisa nostalgia langsung lagi ke sana ya! :raising_hands::sparkles:

:crossed_fingers: Come say hi!
| Instagram : @rakabits
| LinkedIn
| Adobe Stock | Shutterstock
| Connect