Membawa Sepeda Lipat dalam Bus

Tempat “wisata” area Surabaya timur ini pertama kalinya saya kunjungi, dari segi bangunan banyak spot-spot yang menarik bagi pengunjung untuk berfoto. Tempat ini memiliki magnet baru di ranah wisata kuliner dan budaya bertema oriental yang diberi nama Park Shanghai

Karena masih pagi dan tempat makan banyak tutup jadi saya hanya berkeliling area depan saja tidak masuk bagian dalam.
Sepulangnya saya mendadak ingin mencoba transportasi umum Surabaya (bus) dengan membawa sepeda lipat. Lokasi shuttle bus kebetulan tidak jauh dari tempat tersebut.


Setelah saya tanya petugas apakah bisa membawa sepeda lipat, saya diijinkan dan bergegas bawa naik. Agak terkejut juga didalam ada space kosong khusus untuk sepeda lipat berukuran sekitar 1 x 2 meter cukup untuk slot 2 sepeda lipat.

Petugas gerak cepat dalam membantu saya menaikkan sepeda dan mengaturnya keposisi yang telah tersedia.

Dalam hal pembayaran bus Trans Semanggi hanya bisa menggunakan aplikasi Gobis atau E-Money. Kalau kebetulan tidak membawa E-money bisa minta tolong penumpang lain untuk bantu membayarkan dan orang Surabaya cukup ramah, mereka biasanya tidak keberatan membayarkan (kemudian kita memberikan cash), sama seperti kemarin ketika saya lupa membawa E-money.


Karena rute bus ini tidak sejalan dengan arah pulang jadi saya harus pindah bus ke Suroboyo Bus. Titik perpindahan bus ada di halte depan sekolah Santa Maria.
*Sekedar informasi, Surabaya memiliki 3 bus warna merah yang serupa, yaitu Trans Semanggi, Suroboyo Bus, dan Bus Elektrik yang ketiga-nya menggunakan pembayaran melalui dompet digital (no cash).

.
Enaknya lagi meski kita oper ke bus yang lain, kita cukup menunjukkan tiket bus sebelumnya karena selama perjalanan kita kurang dari 2 jam kita tidak dikenakan biaya di bus berikutnya.

Berbeda dengan Trans Semanggi, Suroboyo Bus tidak ada space untuk sepeda lipat. Kita bawa dan naikkan/jaga disebelah kita. Tergantung kondisi penumpang, jika ramai kita diperbolehkan naik tapi jika penuh bisa naik bus berikutnya.


Kesimpulannya saya sangat apresiasi dengan pemerintah Surabaya memberikan kenyamanan dalam transportasi umum bahkan untuk mengakomodir pesepeda. Untuk roda 26/700 ada hanger didepan bus dan space untuk sepeda lipat.

11 Likes

Wuah seru! Sempet kebayang bike to work dengan memanfaatkan sepeda lipat. Liat sesiap ini ya ternyata transportasi umum di Surabaya!
Semoga juga ada integrasi google maps dan transportasi surabaya tinggal pakai google maps bisa tau halte dan rute semua transportasi umum resmi pemerintah

1 Like

Betul om @AndiBrata bagi teman-teman di tempat saya para pesepeda (lipat) bus ini dijadikan back-up yang mau gowes arah keluar kota, berangkat pagi-pagi, kadang pulangnya kesiangan daripada panas mending loading naik bus :grinning:

Ulasan menarik om, terimakasih sudah berbagi.
Btw, Oktober ikut Jamselinas Banjarmasin om? sapa tau bisa meet-up :grinning:

1 Like

Tepat om. Ada kondisi-kondisi tertentu yg akhirnya kita pengguna sepeda bisa memanfaatkan bus ini dengan fasilitas yg ada dan Surabaya menjawab dengan adanya space seli dan hanger.

Kebetulan saya gk gabung komunitas seli om, biasanya saya tetap kemana-mana kebanyakan pakai roda 26 hehe.
Kalau pas ada acara gowes ke Jawa Timur boleh info saja om, siapa tau bisa ngopi bareng.

1 Like

Space untuk sepeda lipat didalam bus itu menunjukkan keseriusan/peduli pemerintah Surabaya terhadap pesepeda, dan itu keren.

Siap noted om @AndiBrata, terimakasih atas tawaran hospitality-nya.

Kak @NunungAfuah pernah nanya teman-teman pesepeda bawa apa?,
jawabnya “toolkit, jas hujan dan spare ban dalam” nah kalo ada fasilitas bus seperti ini saya pikir tidak perlu bawa tas besar lagi :grinning:,
ketika sepeda trouble atau hujan tinggal cari halte terdekat :rofl:,
kalo gini melanggar kode etik pesepeda gak om @AndiBrata :joy:

1 Like

Toolkit seperti kunci L, obeng, ban dalam, lem dan cungkit ban wajib, dan tumblr biasanya saya om, hehe maklum biar kopi nya gk harus cepat habis jadi bisa dibawa pulang. Biasanya tetap nempel disepeda atau selalu bawa slingbag.

Untuk perdebatan itu saya menghindari biasanya om hehe, dalam kondisi tertentu, naik bus bukan hal yang pantang bagi pesepeda. Kondisi dinamis mempengaruhi ketika mengambil keputusan waktu dijalan dan kita sendiri yg tau persis keadsannya apalagi ranahnya bukan competition jadi seperti ini adalah hal yang sangat amat biasa :grin: *gitu kali ya kalau menurut saya

1 Like

Haha Mas @fachrie230 Masih ingat aja pertanyaan saya itu. Thanks for tagging me saya baca post ini tadi juga ingat mas Fachrie.

1 Like

Angkutan umum di Surabaya udah nyaman dan bagus banget yaa, seneng liatnya. Andai di Malang juga kayak gini, gaperlu mobil gaperlu motor yang kalo pagi bikin semrawuutt jalanan. huhu

2 Likes

iya alhamdulillah fasilitas umumnya, transportasi umunya sudah baik, semoga bisa awet dan semakin baik. Semoga kota-kota lain bisa juga banyak yg menyusul.