Map Editing: Kategori Pemakaman (Kasus Pemakaman Umum di Indonesia)

PENGANTAR
Setiap dari kita pernah mendapatkan pengumuman tentang orang yang meninggal dunia. Biasanya pengumuman itu berupa nama, lokasi dan waktu persemayaman atau rumah duka, serta lokasi dan waktu pemakaman. Kadang-kadang, lokasi rumah duka dan pemakaman memiliki jarak yang jauh. Saya pernah mendapatkan pengalaman tidak dapat pergi ke rumah duka (karena ada sesuatu acara yang penting) dan berencana untuk menyusul ke pemakaman. Sayangnya, lokasi pemakaman itu tidak terdeteksi oleh Google Maps. Saya pun bertanya kepada teman, tetapi petunjuk yang diberikan tidak begitu jelas. Memang pada akhirnya saya sampai ke pemakaman pada waktu yang tepat, meskipun harus berpikir ekstra untuk menemukan jalan yang tepat. Pengalaman seperti itu mungkin saja terjadi pada orang lain, dan kita sebagai Local Guides dapat berperan untuk mengatasi masalah tersebut melalui penambahan atau pengeditan lokasi pemakaman.

TIPS EDITING LOKASI PEMAKAMAN
Berikut ini pengalaman yang saya dapatkan ketika melakukan editing terhadap pemakaman:

  • Nama Lokasi: Nama tempat pemakaman sebagian dapat ditemukan pada pintu gerbang atau gapura (misalnya TPU W, Pemakaman X, Makam Y, Sasonoloyo Z), tetapi ada juga yang hanya dapat diketahui oleh orang di sekitar. Jika kita tidak mengetahui nama tepat dari pemakaman tersebut, kita dapat bertanya kepada orang sekitar. Apabila kita mengetahui ada suatu pemakaman yang belum terdapat di Google Maps, tetapi lokasinya jauh dan belum ada orang yang dapat ditanya, kita dapat menambahkan lokasinya terlebih dahulu, dan melakukan pengeditan nama di kemudian hari. Saya pribadi cenderung lebih senang menambahkan suatu tempat dengan format Capitalize Each Word (contoh: TPU Babadan, bukan tpu babadan atau TPU BABADAN, dan TPU adalah singkatan dari Tempat Pemakaman Umum).
  • Kategori: Cukup banyak lokasi pemakaman yang masih menggunakan kategori “Tempat Ziarah”, kemungkinan disebabkan oleh kategori pemakaman yang belum tersedia pada versi awal Google Maps. Oleh karena itu, kita dapat mengubah kategori tempat tersebut menjadi “Pemakaman”.
  • Lokasi Pinpoint: Mengingat beberapa pemakaman memiliki lokasi yang luas, menurut pendapat saya, ada baiknya lokasi pinpoint diletakkan di gerbang utama pemakaman. Hal tersebut dapat dilakukan dengan bantuan peta mode citra satelit dan street view untuk mendapatkan tingkat akurasi yang lebih tinggi. Akan tetapi, jika pemakaman tersebut tidak memiliki gerbang dan tembok pembatas, lokasi pinpoint dapat diletakkan di bagian tengah dari sisi pemakaman yang menghadap jalan.
  • Jam Buka: Sebagian besar pemakaman merupakan tempat yang terbuka, sehingga jam buka dapat diatur menjadi 24 jam setiap hari (meskipun tentu saja jarang ada orang yang pergi ke pemakaman di malam hari). Sedangkan beberapa pemakaman memiliki gerbang yang ditutup pada malam hari (biasanya karena alasan keamanan), sehingga jam buka dapat ditanyakan kepada pengurus makam.
  • Penambahan Jalan Menuju Pemakaman: Ada banyak lokasi pemakaman yang berada di tengah kebun atau di tengah sawah. Menurut saya, jika jalan akses menuju makam dari jalan terdekat belum ditambahkan, alangkah baiknya jika kita menambahkan jalan menuju pemakaman tersebut. Penambahan jalan, jika disetujui oleh Google, akan memberikan poin terpisah dari pengeditan makam.

PEMAKAMAN MENJADI PATOKAN GEOGRAFIS DUKUH/DUSUN

Dukuh atau dusun adalah sub-unit pemerintahan dari suatu desa. Keberadaan dukuh atau dusun menjadi sangat penting dan krusial bagi orang yang tinggal di wilayah pedesaan, terutama sebagai patokan alamat rumah atau tempat usaha. Kita tentu perlu mengingat bahwa tidak semua desa memiliki nama jalan seperti yang umumnya terdapat pada wilayah perkotaan.

Untuk saat ini, tidak semua dukuh/dusun sudah terdaftar di dalam database Google. Hal tersebut terbukti dari saran alamat (muncul ketika kita sedang mengedit detail alamat pada suatu listing) yang tidak selalu memperlihatkan nama dukuh/dusun. Di sisi lain, lokasi pemakaman dapat ditemukan hampir di setiap dukuh/dusun. Oleh karena itu, menurut pendapat saya, pemakaman juga dapat digunakan sebagai patokan lokasi geografis bagi dukuh/dusun tersebut. Jika nama dukuh/dusun belum terdaftar di Google Maps, ada dua cara yang saya jadikan sebagai saran pengeditan:

  • Nama dukuh/dusun tersebut disematkan ke dalam nama pemakaman, khusus untuk pemakaman dengan papan nama yang mencakup nama dukuh atau pemakaman yang dinamai oleh penduduk sekitar dengan nama dukuh/dusun setempat.
  • Nama dukuh/dusun dapat ditambahkan pada alamat. Pertama, masukkan nama desa (dan seterusnya) yang ada di dalam database Google. Selanjutnya, selipkan nama dusun sebelum nama desa. Pastikan lokasi pinpoint pada peta tidak bergeser pada lokasi acak pada saat detail alamat selesai dimasukkan.

STUDI KASUS: MAKAM AGENG DUKUH KARANGTAL (DUKUH KARANGTAL, DESA JAPANAN, KEC. CAWAS, KAB, KLATEN, JAWA TENGAH)

Saya pernah memaparkan studi kasus ini pada meet-up daring yang diselenggarakan pada tanggal 29 November 2025 yang lalu. Sebelumnya, saya melakukan pengeditan dengan dua cara pengeditan yang telah saya jabarkan di atas, karena kebetulan pada gapura makam ini tertulis “Makam Ageng Dukuh Karangtal”. Kemudian, untuk mengedit alamat, saya memasukkan nama desa Japanan terlebih dahulu dan memilih saran alamat dari Google. Selanjutnya, saya menambahkan nama Karangtal pada alamat, dan mengatur lokasi pinpoint pada lokasi yang tepat.

Apa yang menjadi motivasi saya melakukan pengeditan untuk makam tersebut? Jawabannya sederhana, yaitu ketika pengguna mencari nama Dukuh Karangtal, maka gambar peta langsung mengarah pada lokasi tersebut, yang dibuktikan dengan pencarian menggunakan kata “Karangtal Japanan Cawas”. Pengeditan seperti ini memang belum selalu memberikan hasil yang efektif pada setiap tempat, tetapi jika dilakukan, siapa tahu hal seperti ini akan meningkatkan akurasi terhadap pencarian melalui Google Maps untuk sementara waktu.

PENUTUP
Sejauh ini, saya melihat cukup banyak pemakaman yang belum dimasukkan di dalam Google Maps, terutama yang berada di pinggir kota dan pedesaan terpencil. Selain itu, masih banyak informasi mengenai lokasi pemakaman di sekitar kita yang belum tercantum dengan baik dalam di dalam Google Maps. Tetap semangat untuk berkontribusi!

15 Likes

Disimpan untuk keperluan selanjutnya

1 Like

Di daerah pedesaan sepertinya belum umum menamai sebuah makam seperti di daerah perkotaan. Jadinya makam disematkan pada nama geografis di sekitarnya. Saya sebenarnya kagum dengan rasa penasaran Mas @ALG87 terhadap lokasi yg ada di sekitar.

Terima kasih sudah mampir di artikel ini, Mbak :smiley:

Benar sekali, Mbak. Ada kasus yang menurut saya unik untuk kasus ini. Biasanya kalau saya datang ke rumah duka di pedesaan (di sekitar Salatiga), ada papan tulis yang mencantumkan informasi lokasi pemakaman. Sejauh yang saya ketahui, makam tersebut sebenarnya tidak ada papan namanya, sehingga saya baru mengetahui, “Oh, ternyata pemakaman itu punya nama, tho.” :rofl:

Terima kasih banyak, Mbak. Mungkin karena saya makhluk visual, senangnya melihat-lihat yang ada di sekitar. :laughing:

Di sebelah rumah yang di Malang, makamya hanya bernama “Makam Umum” hehe. Kalau di desa di Blitar, malah tidak ada namanya, hanya plakat berisikan salam saja.

Sejujurnya, di awal saya mulai ikutan program Local Guides, saya punya self campaign untuk memetakan listing di sekitar (saat tinggal di Blitar). Bahkan ada nama toko yang tidak punya nama, tapi penduduk sekitar menyebut dengan nama “toko Mbak/Ibu/Pak + nama Pemilik”. Sekarang ini baru mulai ada nama di toko-toko sekitar karena berhubungan dengan pajak mungkin ya.

nice info mas @ALG87 . bikin semangat untuk editing maps nih. Kalau di perkotaan emang sudah ada nama-namanya, yg sulit memang di daerah pedesaan karena biasanya orang-orang sekitar sana saja yang paham.
Saya jadi ingat di belakang rumah ada pemakaman untuk perumahan yang disediakan developer. Penasaran mau ngintip namanya apa sudah ada atau belum :grin:

Update : ternyata belum ada dan aku coba tambahkan, alhamdulillah langsung approval

2 Likes

Makasih sharing ilmunya koh :grinning_face::grinning_face:

2 Likes

Biasanya memang banyak sekali kasus seperti itu, Mbak, termasuk kompleks makam mbah saya di Jawa Timur juga blas tidak ada palangnya. Oleh karena itu, saya mengusulkan penggunaan nama dusun (bisa juga untuk desa) sebagai nama makam, tetapi tentu dengan apa yang diketahui oleh masyarakat. Akan tetapi, saya pernah juga menambahkan pemakaman dengan nama “Makam Umum” dan diterima oleh Google, karena saya lebih mengutamakan supaya listingnya ada terlebih dahulu, meskipun namanya masih terlalu umum dan belum spesifik.

Wah, menarik itu, Mbak, saya baru tahu kalau ada keterkaitan dengan pajak. Pantas saja warung di dekat rumah saya akhir-akhir ini diberi papan nama, meskipun sebelumnya warga sekitar sudah menyebut dengan yang Mbak sebutkan. Menarik sekali itu, Mbak, bisa dilanjutkan di Malang. :partying_face:

1 Like

Benar sekali, Mbak. :+1:
Yang di desa ini menjadi perhatian saya, karena ada kemungkinan lokasi pemakaman yang berdekatan dengan tempat lain, atau pun lokasi pemakaman dengan akses jalan yang tersembunyi

Mantap sekali, ikut senang mendengar kabar ini :+1:

Sama-sama, Ci :smiley: