Lukisan Tanah Liat di Benteng Fort Rotterdam Makassar

Halo! Ini post pertama saya dan rasanya nervous sekali mau nulis haha. Saya mau cerita tentang pengalaman berkunjung ke salah satu tempat (mainstream sih) di Makassar bareng temen-temen. Saya rasa diperjalanan ini ada pengalaman yang menarik tapi sering terlewatkan (gatau sih sebenernya, tapi menurut saya gitu hehe) oleh orang-orang jika berkunjung ke Benteng Fort Rotterdam di Makassar, Sulawesi Selatan. Jadi sayang sekali kalau tidak di share.

Karena titik berat tulisan saya bukan tentang bentengnya, jadi saya sharing mengenai benteng ini secara singkat saja sesuai pengalaman saya yaaaa (padahal karena pengetahuannya aja kurang. mungkin yang lebih tau bisa certain ke saya haha).

Benteng ini bernama Fort Rotterdam, biasa dikenal juga dengan Benteng Ujung Pandang, dan juga Benteng Penyu (karena tatanan letak bangunannya apabila dilihat dari atas menyerupai penyu). Letaknya dipinggir laut (tidak jauh dari Pantai Losari) karena memang didesain untuk pertahanan dari serangan yang berasal dari laut. Benteng ini milik Kerajaan Gowa-Tallo sebelum akhirnya menjadi milik Belanda dan digunakan sebagai gudang rempah-rempah. Kawasan benteng sangat luas. Untuk yang bawa kendaraan tidak usah khawatir tentang parkir karena parkir menurut saya cukup luas. Saat saya berkunjung sedang sepi sekali, dan sangat panas udaranya. Untuk yang muslim, apabila sedang keliling di benteng dan waktu sholat datang, ada musholla yang cukup besar dan nyaman.

Bangunan-bangunan di Benteng fungsinya digunakan untuk bermacam-macam. Terdapat ruang penjara yang pernah menahan Pangeran Diponegoro karena dijebak oleh Belanda. Bangunan lainnya tentunya sebagian besar jadi museum. Namanya museum La Galigo. Saat saya berkunjung untuk memasuki museum ada tiket masuk sebesar Rp. 10.000. Museumnya sangat luas dan ragam yang dipamerkan banyak. Isinya menjelaskan tentang masa kejayaan Gowa-Tallo, sejarah Makassar (dan sekitar), serta kebudayaannya.

Nah, selama perjalanan singkat di Benteng Fort Rotterdam, saya merasa highlight perjalanan ada ketika saya sampai di salah satu bangunan di dalam kawasan benteng. Salah satu bangunan digunakan sebagai sanggar oleh seorang seniman bernama Zaenal Beta. Kenapa saya merasa hal ini yang paling berkesan? Karena untuk pertama kalinya saya ngeliat lukisan yang terbuat dari tanah liat! Katanya ini pertama dan satu-satunya di dunia lho. Ngebuatnya pun untuk ukuran A4 hanya kurang lebih 2 menit. Hasilnya? Sangat cantik.

Bukan hanya karena bahan yang digunakan untuk melukis unik. Disana kami juga mendengar cerita-cerita dari Beliau yang tentunya sangat menginspirasi. Contohnya saat Beliau bercerita tentang bagaimana awal bisa melukis dengan tanah liat. Beliau bercerita saat itu sedang di jalan pulang selepas melukis. Beliau terjatuh dan kertas-kertas lukisnya berserakan di tanah. Saat beliau mengambili kertas-kertas yang berserakan, Beliau terkejut dengan noda-noda tanah yang menempel di kertas. Menurutnya noda tersebut cantik dan dari situlah beliau mulai melukis menggunakan tanah. Keren ya. Masih banyak cerita-cerita lainnya yang Beliau ceritakan seperti saat beliau ‘diincar’ oleh banyak universitas luar negeri yang ingin menjadikan beliau sebagai pengajar disana.

Kalau ada yang berkunjung ke Fort Rotterdam saya rasa berkunjung ke tempat Bapak Zaenal Beta harus dilakukan. Untuk lokasi tepatnya saya juga kurang bisa menjelaskan karena baru sekali kesana dan tidak begitu ingat persis ada di bagian mana haha, maaf. Kalau kesana mungkin bisa langsung tanya-tanya tempat sanggar Beliau ada di sebelah mana. Seru sekali bisa melihat lukisan yang unik sambil mendengar cerita-cerita Beliau!

4 Likes

wah cantik banget ya, jadi pengen liat langsung deh

1 Like

@Khoiroh iya… kalo pecinta museum atau suka lukis melukis, kalo lagi ke Makassar jangan lupa mampir ke tempat ini:)