#LocalFlavor : Bubur Ayam 43: Bubur Hangat yang Mengenyangkan di Mataram

Kalau lagi pagi (atau bahkan siang) dan pengin makan yang hangat, ringan tapi tetap ngenyangin, Bubur Ayam 43 di Jl. Hos Cokroaminoto No.43, Monjok Barat, Selaparang, Mataram, ini bisa jadi jawaban paling aman sekaligus memuaskan. Dari luar, tempatnya kelihatan sederhana. Tapi ternyata punya menu bubur yang “mantap”. Aku mampir dengan ekspektasi standar: bubur ayam enak, hangat, dan rapi. Ternyata yang datang ke meja lebih dari itu.

Lokasi & Suasana

:round_pushpin: Alamat: Jl. Hos Cokroaminoto No.43, Monjok Bar., Kec. Selaparang, Kota Mataram, NTB 83122.
Lokasinya gampang dicari, masih di area yang cukup ramai. Cocok buat sarapan sebelum kerja, brunch santai, atau bahkan makan siang ringan. Tempat makannya bersih, rapi, dan terang, dengan konsep sederhana tapi nyaman. Tidak terlalu luas, tapi tertata dengan baik, cukup buat duduk santai tanpa berasa sumpek. Yang aku suka, suasananya down to earth. Datang sendiri enak, datang ramean juga oke. Ada vibe warung bubur yang serius masak, bukan sekadar jualan.

Menu Andalan Bubur

Bubur Ayam 43 ini surganya pecinta bubur karena menunya lengkap dan variatif:

:bowl_with_spoon: Menu Bubur

  • Bubur Ayam Komplit – bubur gurih dengan ayam suwir, cakwe, seledri, pangsit, bawang goreng, dan kuah kuning
  • Bubur Polos – buat yang pengin simpel atau custom topping sendiri
  • Bubur Bakar – unik dan jarang ada, dibakar di claypot, teksturnya beda
  • Bubur Goreng – versi lebih bold, berbumbu khas dan kaya topping
  • Bubur Tok (Non Topping) – bubur gurih tanpa topping, ringan tapi tetap nikmat

Buburnya halus tapi tidak encer, rasa gurihnya dapet, dan konsistensinya pas. Kuah kuningnya bikin aroma makin naik, apalagi kalau ditambah sambal.

Menu Makanan Lain

Kalau lagi pengin selain bubur, pilihannya juga aman:

  • Lontong Sayur – kuah gurih, isian cukup royal
  • Lontong Kikil – ini buat yang pengin lebih berat dan berkarakter
  • Nasi Uduk – nasi pulen dengan lauk klasik
  • Soto Ayam – kuah bening-gurih, cocok buat segala cuaca
  • Sate Usus Ayam, Sate Telur Puyuh.
    Semua menu terasa homemade, bukan rasa instan.

Topping & Extra (Ini yang Bikin Seru)

Salah satu nilai plus Bubur Ayam 43 adalah pilihan extra topping : Smoked beef, Sosis, Telur dadar / telur asin / telur ayam merah / telur ayam kampung, Cakwe & pangsit, Ayam suwir & ayam goreng. Buat tipe orang yang suka custom bowl, ini jelas menyenangkan.

Minuman

Pilihan minumannya sederhana tapi pas: Teh manis panas/dingin, Kopi hitam, Susu Jahe, Wedang Jahe, Wedang uwuh, Jeruk panas/dingin, Minuman hangatnya cocok banget dipasangkan dengan bubur, terutama pagi hari.

Fasilitas

:check_mark: Tempat duduk nyaman
:check_mark: Area makan bersih
:check_mark: Parkir motor mudah
:check_mark: Cocok untuk makan sendiri atau ramean
:check_mark: Semua menu HALAL
Tidak neko-neko, tapi fungsional dan cukup.

Aku pesan bubur ayam komplit dengan kuah kuning, cakwe, pangsit, dan sambal merah. Begitu disendok pertama, yang kerasa adalah gurih lembut dari buburnya, lalu naik level karena kuah dan sambalnya. Sambalnya pedas tapi bukan pedas galak masih ramah, tapi bikin nagih. Tekstur bubur konsisten dari awal sampai akhir, nggak cepat cair. Toppingnya fresh, nggak pelit, dan semuanya nyatu.

Harga & Value

Dengan harga kisaran Rp10.000 – Rp25.000, jujur ini worth it banget. Porsi pas, rasa konsisten, dan kualitas bahan kerasa.

Kalau kamu lagi di Mataram dan pengin bubur yang niat, hangat, dan jujur rasanya tempat ini wajib masuk list. Bubur boleh sederhana, tapi di Bubur Ayam 43, kesederhanaan itu dieksekusi dengan serius.

My Instagram | My Facebook

21 Likes

Wah seru juga ya @RivaniRahmadani pagi-pagi sarapan bubur di Mataram. habis gitu siangnya nyari plecing kangkung pedes pasti tambah seru…

1 Like

bener banget cak @BudionoS pagi sarapan bubur, siang makan ayam taliwang di Rumah Makan Ayam Taliwang Satu dan malamnya makan sate rembiga di Sate Rembiga Ibu Sinnaseh , rasanya nikmat sekali

Saya jarang banget sarapan pakai bubur ayam karena cukup norak ya, bagi saya makan bubur ayam kenyangnya cuma sekedar 1 atau 2 jam eh setelahnya balik lagi lapar haha ….

Dan ketika nyobain bubur ayam di Tangerang tempat suami malah culture shock bubur ayam kok berkuah ya, Dan ketika baca postingan ini berkuah juga ya? Kalau makan dibawa pulang kayaknya auto ditambahain nasi di kira soto haha

1 Like

iya nyai @NyaiNurjanah ini bubur ayamnya berkuah mirip - mirip kayak bubur ayam yang ada di jakarta atau tangerang juga sepertinya (kebetulan belumpernah makan bubur ayam di tangerang karena dua kota ini berdekatan kan ya jakartaknya, asumsi ku aja : jarak dekat rasa makanan jadi sama hehehe)

emang bener di kota asalku, malang juga mostyly orang-oranya bilang kalau makan bubur itu cepet nguap kenyangnya hahahaha

1 Like

Auto bencos aku kalau sarapan bubur @RivaniRahmadani soalnya masuknya cemilab bubur dan cari sarapan lagi. Di Sukabumi buburnya tanpa kuah dan toppingnya gorengan jadi kenyang karena gorengan saja sebenarnya. Ini penampakannya, ngomong ngomong aku tim bubur diaduk ya.