Keseruan Transportasi Merakyat: Naik Angkot Trayek Adiyasa-Balaraja Menuju Pengajian Bulanan Kecamatan Solear


Keseruan Naik Angkot dan Odong-Odong Menuju Pengajian Bulanan di Solear :minibus::mosque:

Halo rekan Local Guides dunia! :waving_hand::cherry_blossom:

Pagi ini, Gedung Aula Kantor Kecamatan Solear dipenuhi ratusan jemaah wanita untuk acara pengajian rutin bulanan. Uniknya, metode transportasi para jemaah sangat mencerminkan kearifan lokal. Sebagian rombongan kompak menyewa odong-odong wisata berwarna cerah, sementara saya bersama rombongan memilih naik angkutan umum (angkot) legendaris trayek Adiyasa - Balaraja dengan tarif murah, hanya Rp6.000 saja.

Kompleks halaman kantor kecamatan ini sangat luas, bersih, dan ramah disabilitas. Setelah pengajian selesai, area luar dipenuhi pedagang kaki lima tradisional seperti bakso dan batagor yang menjadi tempat berkumpul hangat antar-warga.

Sebagai Local Guide, mendokumentasikan sistem transportasi umum dan kebahagiaan sederhana masyarakat lokal seperti ini adalah kontribusi nyata yang sangat berharga.

Bagaimana dengan cerita transportasi unik di daerah kalian? Yuk, kita diskusi di kolom komentar! :speech_balloon::backhand_index_pointing_down:

Salam hangat dari Indonesia! :oncoming_fist:t2::sparkling_heart::monaco::sparkles:

https://maps.app.goo.gl/kDVVUtDZg8QDJUr28?g_st=ic

6 Likes

So what Maps contributions did you make? Maps Contribution Stories should include links to your Maps Contributions, please.

1 Like

Sudah lo bapak @MortenCopenhagen , emang belain yaaa
Aduh , berarti saya belum pinter ini . Siyap salah bapak . Nanti saya belajar lagi . Terimakasih ya bapak dan maafkan jika saya masih melakukan kesalahan :folded_hands:t2:

semangat sekali loh bu @TitikMariati ini.
ngejar apa nih? :grin:

cerita-ceritanya menarik, semoga semuanya lancar ya. :innocent:

1 Like

You included a link to Sekretariat Kwartir Ranting Solear. The place has 2 older reviews and some older pictures. None of them are from you.

When sharing a Google Maps Contribution Story, it should be based on your Maps contributions, LG activities, or experiences as a Local Guide.

Let me know if you need help copying and sharing links to one of your Maps contributions.

2 Likes

Aamiin terimakasih lo mas @doni_hariadi sudah menyempatkan membaca postingan saya . Iya ni mas lagi semangat saya. Ngejar apa coba? Ya ngejar pahala lah mas , piye to yooo :sweat_smile:
Ya kali saya ngejar setoran xixixi
Itu mah abang supir yang dapat jatahnya xixixi
Terimakasih sekali lagi dan sukses untuk kita bersama . :oncoming_fist:t2::oncoming_fist:t2::raised_fist:t2:

1 Like

Aduh Bapak saya kok terharu yaaa
Bapak @MortenCopenhagen serius saya mengulas lo bapak. Saya sudah mengulas dengan bintang lima bapak bulan lalu. Namun entah mengapa bapak, ada banyak ulasan saya itu baru muncul ke publik setelah lama saya mengulasnya . Ada yang satu bulan bahkan lebih . Ada juga yang hanya beberapa hari. Saya sedang mengamati apa letak kesalahan saya bapak . Ini menjadi pekerjaan rumah saya bapak . Dan terimakasih atas kesediaan bapak untuk membantu dna membimbing saya . Saya terharu :smiling_face_with_tear: terimakasih sebelum dan sesudahnya . :folded_hands:t2::folded_hands:t2::folded_hands:t2:

Thanks for sharing the screenshot. You can see your 3-week-old review in your review contribution list. So now we know more about what the problem could be.

Most likely, your review triggered the spam filters on Google Maps so your review was made private by Google. Only you can see it.

This can be caused by the photos and/or media you attached to the review. Or it could be that Google put a block on your profile to restrict you from posting reviews.

I tend to believe the latter, as I recall other places you linked to with no contributions from your hand.

Wasting time on making contributions that get hidden is a sad issue.

Here is a screenshot showing all public reviews at Sekretariat Kwartir Ranting Solear

Yours is obviously not there.

You can also use a friend’s photo or incognito mode to check whether your contributions are public or not.

I would be happy to guide you to get these issues fixed, but it might be a lot of work. And I would need to see your contributions.

Or you could try opening this link

https://myaccount.google.com/restrictions
And it will tell you whether your profile is restricted.

There are also 2 forms that might be helpful. But there is a risk involved by using them. If a Google operator opens your profile and see more violations, you might face further sanctions.

But it is up to you how to proceed and how much you care about having your reviews be public.

I’m happy that we are now addressing the real issue.

1 Like

Bapak @MortenCopenhagen serius ini saya terharu bapak. Saya itu cengeng bapak. Begini saja saya terharu .
Iya Bapak betul saya mengulas memang sudah agak lama. Dan sama seperti bapak, saya juga percaya kesalahan saya yang ke dua . Saya sedang kena pembatasan dari Google Maps.

Sedikit saya cerita ya bapak, saya itu tidak paham apa arti spam bapak. Kata AI kan saya belajar dari AI ya, spam itu mengulas dari robot. La saya lo bukan robot . Saya manusia asli saya meluangkan waktu untuk mengulas. Saya pernah mengulan satu harian itu banyak tempat bapak . Sendirian asyik banget saya permisi ke pemilik toko saya ulas satu-satu. Sampai banyak toko saya ulas . Memang tidak nampak bapak sama . Ulasan saya baru muncul setelah beberapa bulan bahkan ada yang 6 bulan baru muncul . Kenapa saya tahu? Sudah ada yang merespon ulasan saya bapak. Sejak itu saya biarkan ulasan saya dan saya tunggu sampai muncul seluruhnya baru saya mengulas lagi. Makanya laporan bulanan saya banyak bolong ya kann bapak?
Tidak apa-apa. Dan serius saya baru tau apa arti spam yang sesungguhnya itu sejak masuk komunitas ini bapak . Tepatnya 2 bulan 14 hari lalu. Saya banyak membaca postingan teman-teman di sini.

Dan itu membuat saya berfikir , oh jangan-jangan saya spam. Karena saya menyadari kesalahan saya setelah banyak membaca Bapak. Lalu saya tidak tau apa yang harus saya lakukan. Saya sebetulnya serba salah bapak. Mau saya buka private akun saya, namun saya sudah beberapa kali mendapat ulasan bintang 1 dari beberapa orang yang tidak saya kenal dan tidak ada di data klien saya ,
Tidak saya buka , tapi saya pengen bisa dan harus belajar. Saya bingung e bapak apa yang harus saya lakukan. Seandainya kita dekat saya sudah datangi bapak agar bapak bisa cek semua kontribusi saya .

Mengenai formulir bapak, saya itu gaptek bapak. Kalau saya salah klik itu saya langsung gugup dan panik bapak.

Saya belum kuat mental untuk mengambil resiko itu. Jadi bagaimana ya bapak, saya mohon arahan, bimbingan juga bantu mempertimbangkannya resikonya . Saya betul-betul tidak faham harus bagaimana . :folded_hands:t2::folded_hands:t2::folded_hands:t2: terimakasih bapak sebelumnya :folded_hands:t2::sparkling_heart::folded_hands:t2::sparkling_heart::folded_hands:t2::sparkling_heart:

My definition of spam is more along these lines: positive reviews that are written by friends or family to manipulate the rating of a business. Or reviews written by competitors to hurt a business. And generally reviews that violates the guidelines from Google. Certainly not just robot reviews.

Your business should not be mixed up with your Local Guided profile. Please keep them separate. A business listing does not have a restricted profile setting.

The link I shared is not “dangerous” but it will let you know if you have been restricted from posting on Maps.

You need to decide if you want to share your unrestricted profile link to get better advice on how to proceed and what should be done. We can do this at a certain time and then you can restrict it again. I fan check how many hidden contributions you have and suggest what needs to be done before you use the forms.

What I expect to find based on what I remember from earlier is a lot of private photos (selfies and group photos should never be posted on Google Maps). And your very unusual writing style could be an issue for getting your reviews to go public. Another thing I would check is if you have been posting reviews to a business you own or manage.

But again: It is your decision and task to weigh the arguments for and against putting in the work to clean up old guideline violations.

Maybe reading this discussion can help you decide.

1 Like

Yth. Bapak @MortenCopenhagen ,

Terima kasih banyak atas kebaikan Bapak yang luar biasa dan kesediaan Bapak untuk membimbing saya. Mengenai definisi spam yang Bapak jelaskan, sejujurnya saya baru mengetahuinya secara jelas setelah bergabung di LGC ini, dan hal itu sempat membuat saya terkejut sekaligus syok.

Jika melihat dari sudut pandang tersebut, saya mengakui bahwa saya banyak melakukan kekeliruan yang terdeteksi sebagai spam oleh sistem, terutama karena faktor kecepatan saya dalam menulis ulasan di lapangan. Namun, untuk urusan memanipulasi rating bisnis teman atau menjatuhkan pesaing, saya jamin hal itu tidak pernah saya lakukan. Sama seperti Bapak, saya adalah pribadi yang tegas, saklek, dan tidak mau didikte oleh siapa pun, bahkan jika itu menyangkut usaha teman sendiri. Setelah menyadari bahwa kesalahan kecepatan mengulas itulah yang membuat kontribusi saya disembunyikan oleh sistem otomatis, sekarang saya sudah memahami di mana letak kekeliruan saya.

Namun, jujur dari hati yang paling dalam, saya merasa belum sanggup untuk menjalani proses belajar teknis ini sekarang. Saya harus mengakui bahwa saat ini kondisi saya sedang tidak dapat berpikir dengan jernih atau fokus. Belajar sisi teknis Google Maps yang mendalam membutuhkan keseriusan penuh dan konsentrasi yang tinggi, terlebih saya orangnya cukup gaptek. Boleh saya memohon dengan rendah hati kesabaran dari Bapak sampai saya benar-benar siap menerima bimbingan Bapak di masa depan? Untuk saat ini, saya memilih untuk menunggu sistem memproses ulasan lama saya seiring berjalannya waktu, karena hal itu terasa jauh lebih nyaman bagi saya.

Selain itu, untuk memperjelas, profil Local Guides saya sebenarnya sepenuhnya terpisah dari akun bisnis saya. Saya menggunakan email pribadi saya yang sudah berusia sangat matang—seingat saya akun email ini sudah lebih dari 15 tahun—khusus untuk aktivitas Local Guides. Sementara itu, bisnis resmi saya yang sudah terverifikasi menggunakan domain email bisnis profesional yang berbeda.

Mohon maafkan saya, Bapak Morten, dengan kondisi saya saat ini yang belum memungkinkan untuk belajar langsung dengan Bapak. Saya sangat memohon pengertian baik dari Bapak, dan saya sangat berterima kasih atas kepedulian serta dukungan Bapak yang tiada henti untuk kemajuan saya di komunitas ini. :folded_hands::heart:

Salam hangat,
TitikMariati

No problem at all.

1 Like

Alhamdulillah. Bapak @MortenCopenhagen , terima kasih banyak atas pengertiannya. Hati saya langsung merasa sangat lega. Sehat-sehat selalu ya, Bapak. Selamat beraktivitas kembali! :folded_hands:t2::sparkling_heart::folded_hands:t2::sparkling_heart::folded_hands:t2::sparkling_heart:

1 Like