Halo rekan-rekan Local Guides! ![]()
![]()
Hari ini, saya ingin mengajak kalian melakukan perjalanan mendalam menyusuri jalan kenangan ke kampung halaman saya di Kabupaten Ngawi, Jawa Timur, Indonesia. Ini adalah cerita pribadi tentang bagaimana sebuah infrastruktur dapat mengubah total kehidupan manusia, menjembatani tidak hanya dua desa, tetapi juga kenangan masa kecil kita yang sangat berharga.
Akar keluarga saya terpisah oleh sungai yang megah dan lebar. Almarhumah simbok saya, Simbok Juminten, dilahirkan dan tinggal di Dusun Watukaras, Desa Jenggrik, Kecamatan Kedunggalar. Sementara itu, bapak saya lahir di seberang sungai di Desa Karanggeneng, Kecamatan Pitu. (Fakta menarik: di dalam foto-foto yang saya bagikan, suami saya adalah pria berkaus putih yang sedang mengambil foto di atas rakit, dan pria berwibawa yang berdiri di atas jembatan gantung adalah suami dari adik saya yang nomor tiga).
Setelah Bapak dan Simbok saya menikah, mereka memutuskan untuk tinggal dan menetap di Desa Jenggrik, dan di sanalah saya dilahirkan.
Ketika saya masih kecil, mengunjungi kakek-nenek dari pihak bapak selalu menjadi petualangan yang tidak terlupakan. Keluarga kami sebenarnya mempunyai perahu sendiri untuk penyeberangan. Namun, jika saya mau berkunjung ke rumah kakek-nenek tanpa sepengetahuan orang tua, ya saya memilih berenang saja sendiri tanpa pelampung , pulang pergi . xixixxi! Itu menjadi jalan satu-satunya bagi saya untuk menyeberangi sungai secara gerilya.
Dan itu saya lakukan bener-bener sendirian, tanpa teman dan tanpa pendampingan siapapun. Sebagai anak kecil yang usil dan pemberani, setiap kali saya rindu masakan tradisional almarhumah nenek, saya diam-diam kabur dari pengawasan orang tua dan langsung melompat ke sungai untuk berenang menyeberang ke desa seberang sendirian! Saya melakukannya 2 sampai 3 kali seminggu.
Percaya atau tidak, saya harus menjadi “ilmuwan cilik” saat itu. Saya harus bisa memprediksi arus sungai dengan akurat sebelum melompat. Saya harus menghitung dari titik mana saya mulai berenang agar arus menyeret saya pas mendarat di titik seberang tujuan. Jika perhitungan saya salah, saya akan hanyut dan mendarat di area perkebunan lebat yang menyeramkan di pinggir sungai. Dan jujur, saya takut syetan saat itu, selain malas sekali kalau harus berjalan kaki memutar melewati semak-semak lebat itu! ![]()
Bagi manusia, sepeda motor, dan hasil panen bumi, perahu kayu dan rakit bambu bapak saya adalah urat nadi utama untuk menyambungkan kehidupan kami ke wilayah luar.
Maju cepat ke masa sekarang, hari-hari berenang liar dan perahu kayu itu kini sudah tidak diperlukan lagi.
Hal yang paling indah dari pembangunan ini adalah jembatan besar ini digagas dan dibangun di masa kepemimpinan adik sepupu Bapak saya sendiri, yang menjabat sebagai Kepala Desa (Lurah) Karanggeneng saat itu! Visi beliaulah yang akhirnya menyatukan ikatan keluarga kami yang sempat terpisah di seberang sungai.
Bukti percakapan saya dengan mbah Lurah Karanggenang khawatir saya lupa . Hanya untuk memastikan saja
Hari ini, sebuah jembatan gantung yang megah dan kokoh berdiri dengan gagah di atas sungai, menghubungkan Desa Jenggrik dan Desa Karanggeneng. Deru sepeda motor telah menggantikan percikan ombak sungai yang sunyi. Roda ekonomi bergerak lebih cepat, anak-anak bisa pergi ke sekolah dengan mudah, dan keluarga tidak lagi terpisahkan oleh arus sungai yang tidak menentu.
Anak-anak zaman sekarang tidak akan pernah merasakan sensasi mendebarkan berenang menyeberangi sungai besar hanya untuk mengunjungi nenek mereka. Meskipun membuat saya sedikit bernostalgia, sebagai seorang Local Guide, menyaksikan pembangunan ini membuat saya sangat bangga. Peta bukan hanya tentang mencari koordinat restoran; peta mendokumentasikan kemajuan dan keberlangsungan hidup manusia. Perahu lama dan jejak renang saya sekarang menjadi kenangan yang indah, tetapi jembatan megah warisan keluarga ini adalah masa depan kami.
Apakah kalian pernah menyaksikan sebuah infrastruktur mengubah kampung halaman masa kecil kalian sepenuhnya? Mari kita berdiskusi di kolom komentar di bawah! ![]()
![]()
https://maps.app.goo.gl/d3EVge8N6m5awoWFA?g_st=ic
@Ayaanali @AdamGT @NyaiNurjanah @Udin21 @doni_hariadi @SharmaKK @NareshDarji @Roman_Ahmed @Aslam_hossain @abn.amri @MohammadPalash @Papel_Mahammud @AbdullahAM @arbabnaseeb @AjengSekar @shaileno @rashedul-alam @ahmadnayemkhan @Soykot_azam @Al_Khan @Hashmat_Bro @Jahidul.Islam @Cindyk @Arfina @PrasadVR @saidevadiga @ALG87 @HUMBERTO_V @marcorp
@TusharSuradkar
@ObadaMaps56
@AbdullahAM
@M_Yones





