Kamu tahu benda ini apa namanya?
Ya, di tempat saya namanya rantang.
Benda ini biasanya hanya digunakan untuk acara pesta tradisional di tempat saya.
Dari rumah orang yang akan diundang membawa rantang yang berisi tepung, gula, roti dan beras. kemudian setelah sampai di tempat acara, semua isian rantang orang yang diundang secara langsung datang ke rumah (tidak dengan undangan resepsi) akan diganti dengan beberapa sambal tradisional khas Kampar.
Pertama ada camilan yang bernama kue jalo yang dimakan (di cocol) dengan sari kaya dari gula aren yang sudah di cairkan.
Kedua ada mie goreng, yang tidak pedas sama sekali, cocok untuk bocil-bocil yang senangnya menunggu ibu balik kerumah membawa rantang sama dengan feeling menunggu ibu balik dari pasar
Ketiga ada goreng telur, yang termasuk khas isian rantang orang ke pesta tradisional.
Terakhir dan paling utama adalah gulai cubodak (atau cimpedak).
Setiap pesta memang ada bervariasi makanan khas yang menjadi isian, tergantung kemampuan dan keinginan tuan rumah juga, misalnya ada yang mengganti camilan dengan lemang atau pintuak (lemang mini di bungkus plastik berbentuk lonjong), atau goreng ayam, dan gulai cobodaknya nya ditambah campuran teri atau jangek.
satu lagi, kalau untuk undangan tradisional akikah (syukuran atas kelahiran anak) biasanya gulainya diganti jadi gulai rebung di campur daging kambing.
Jika mau mencoba makanan diatas, boleh datang lansung, nanti kita tunggu kalau ada pesta undangan tradisional lagi ya… ![]()




