Green Local Guides : Explore Taman Sarangan “Taman di Tikungan Ekstreme” #49

Saya datang ke Taman Sarangan hari Minggu sekitar pukul 09.15. Pagi yang seharusnya enak untuk menikmati pemandangan, tapi suasananya justru cukup sepi. Tidak banyak orang yang benar-benar berdiri lama menikmati view kota di bawahnya. Hanya beberapa yang duduk sebentar, lalu pergi. Di sisi lain, ada penjual pentol lokal yang justru terlihat lebih siap menyambut hari dibanding tamannya sendiri.

Tempat ini sebenarnya punya satu kekuatan utama: pemandangan. Dari titik tertentu, kota terlihat kecil di bawah sana. Angin pagi lewat cukup kencang, membawa suasana yang seharusnya bisa jadi momen hening. Tapi karena lokasinya persis di pinggir jalan ramai dan berada di tikungan, suara kendaraan terus-menerus lewat. Alih-alih tenang, suasananya terasa agak tegang.

Tamannya sendiri tidak luas. Bangku hanya ada sedikit, dan ruangnya sempit. Kalau datang bersama keluarga besar, rasanya akan cepat penuh. Tidak ada toilet, tidak ada musholla, jadi kalau ingin lebih lama di sini harus siap dengan keterbatasan itu. Parkir pun tidak banyak harus pintar mencari tempat yang cukup aman tanpa mengganggu arus jalan.

Untuk difabel, aksesnya jelas tidak ramah. Jalurnya sulit dan langsung berbatasan dengan jalan yang ramai. Tanpa pendamping, risikonya cukup besar. Bahkan untuk anak kecil pun perlu pengawasan ekstra, karena selain sempit, lokasinya berada di tikungan dengan lalu lintas yang cukup cepat.

Meski begitu, saya tetap melihat potensi di sini. Ruang Terbuka Hijau sekecil apa pun tetap berarti, apalagi jika punya view yang kuat. Dengan penataan yang lebih aman, pagar pembatas yang jelas, bangku yang lebih layak, tambahan fasilitas dasar tempat ini bisa berubah dari sekadar titik singgah menjadi ruang jeda yang benar-benar nyaman.

Saat saya berdiri di sana sambil memegang pentol hangat, saya sadar: kadang tempat seperti ini bukan soal fasilitas lengkap, tapi soal bagaimana ia dikelola. Pemandangannya sudah ada. Ruangnya sudah ada. Tinggal keseriusan untuk menjadikannya ruang terbuka hijau yang aman, layak, dan benar-benar bisa dinikmati tanpa rasa was-was.

Dengan menjadi Local Guides, saya bisa membantu kota bekerja lebih baik untuk semua orang.

17 Likes

Seru sekali ini

Gass Mas @syaubananas