Green Local Guides : Explore Taman City Forest Arum Sabil “Ruang Hijau Tengah Kota Jember” #31

Saya datang ke Taman City Forest Arum Sabil Jember hari Minggu pagi, sekitar pukul 07.30. Waktu yang biasanya penuh aktivitas, tapi pagi itu justru terasa hening. Kampus Pelita Hati International School sedang libur. Tidak ada siswa, tidak ada hiruk-pikuk. Yang terlihat hanya beberapa senior dari IKA UNAIR berjalan santai memutari area, sementara kami berkumpul di Jember dalam rangka Rapat Kerja Nasional Pengurus Pusat IKA UNAIR 2025–2030.

Terus terang, ini pertama kalinya saya benar-benar “menemukan” tempat ini. Luas, rapi, dan tenang. Suasananya bukan seperti taman kota pada umumnya, tapi lebih menyerupai halaman besar yang sengaja dibiarkan bernapas. Cocok untuk pagi hari, ketika tubuh butuh gerak ringan dan kepala butuh ruang kosong sebelum diisi agenda.

Sebagai ruang terbuka hijau, tempat ini terasa sangat potensial. Bukan hanya karena luasnya, tapi karena posisinya yang tidak bersinggungan langsung dengan jalan ramai. Tidak ada suara klakson, tidak ada deru kendaraan. Yang terdengar justru langkah kaki dan obrolan pelan. Rasanya jarang menemukan ruang hijau dengan ketenangan seperti ini di tengah kota.

Namun ada satu rasa menggantung: apakah tempat ini benar-benar terbuka untuk umum, atau hanya bisa diakses dengan izin dan reservasi tertentu. Secara fisik, taman ini terasa ramah. Tapi secara akses, masih ada jarak yang perlu dijelaskan. Bagi warga yang ingin datang, sepertinya perlu sedikit inisiatif bertanya ke satpam, memastikan aturan, dan tidak sekadar masuk begitu saja.

Fasilitasnya sederhana tapi fungsional. Ada toilet, area parkir yang luas, dan jalur yang nyaman untuk berjalan. Tidak ada bangku untuk duduk santai, jadi aktivitas di sini lebih cocok untuk berjalan, mengobrol sambil bergerak, atau sekadar menikmati ruang dengan tubuh yang terus bergerak.

Dari sisi aksesibilitas, tempat ini relatif aman untuk difabel. Jalurnya landai, tidak ada saluran air terbuka, dan pagar pembatas cukup jelas. Dengan pendamping, ruang ini terasa jauh lebih inklusif dibanding banyak ruang hijau lain yang saya temui.

Sebagai ruang terbuka hijau, City Forest Arum Sabil punya potensi besar. Ia belum ramai, belum “dipakai berlebihan”, dan justru di situlah nilainya. Jika ke depan aksesnya bisa dibuat lebih jelas dan ada sedikit sentuhan ruang duduk atau titik temu, tempat ini bisa menjadi ruang napas baru bagi warga Jember bukan hanya untuk lewat, tapi untuk berhenti sejenak dan merasa hadir.

Kadang ruang hijau tidak perlu banyak ornamen. Cukup ruang, tenang, dan kesempatan untuk manusia berjalan pelan. Dan pagi itu, tempat ini memberi itu semua.

Dengan menjadi Local Guides, saya bisa membantu kota bekerja lebih baik untuk semua orang.

18 Likes

Saya melihat pemandangan taman yang indah, dan asri disini, suasana pagi yang damai, terima kasih atas cerita bermanfaatnya mas @FahmiAdimara ditunggu cerita taman tamannya yang lainnya.

Siapp mas @ISAIKBALULSURUR terima kasih banyak. Banyak taman yang seharusnya bisa dinikmati oleh masyarakat sekitar