Pagi masih sejuk ketika roda sepeda mulai menggelinding di jalanan aspal. Udara Malang yang dingin khas pagi hari langsung terasa di wajah. Tujuan hari ini sederhana saja menikmati kota sebelum ramai. Explore pagi-pagi jantung kota Malang.
Perhentian pertama di Alun-Alun Tugu Malang. Tugu berdiri gagah di tengah, dikelilingi kolam teratai yang sedang mekar. Air mancur menyembur pelan, membuat suasana terasa tenang. Di alun-alun ini terdapat bundaran besar jadi banyak terlihat orang-orang memanfaatkan moment pagi ini untuk berolah raga jogging, lari dan bersepeda mengelilingi bundaran. Dari sini, pemandangan pagi kota terasa lega, hijau rumput, air, dan langit yang masih abu-abu lembut.
Gowes dilanjutkan menuju Kajoetangan, kawasan wisata yang menawarkan pengunjung bisa berjalan kaki menyusuri gang-gang sempit sambil melihat rumah-rumah tua bergaya kolonial dan bangunan bersejarah lainnya yang masih terawat.
Perjalanan terhenti di depan gang sempit dengan gapura kuning bertuliskan Kampoeng Heritage Kajoetangan, tentunya tidak lupa untuk mengambil beberapa foto. Suasana di dalam gang masih sepi, hanya beberapa warga yang mulai beraktivitas. Jalan setapak yang dilalui dengan menuntun sepeda, gang tidak terlalu lebar, tapi justru membuat eksplorasi lebih santai.
Gang sempit ini diapit oleh beberapa coffee shop, baik yang mengusung kopi kekinian maupun kopi heritage. Nampak sebuah kedai kopi tua yang memulai kesibukan pagi ini, bangku-bangku di depan kedai jadi inspirasi untuk foto.
Selanjutnya sepeda dikayuh menuju arah CFD (Car Free Day) di Jalan Ijen melewati Stadion Gajayana Malang, sebelum pulang mampir dulu pit stop sarapan di Pecel Kawi (ulasan Pecel Kawi bisa baca di sini)
Demikian cerita kontribusi saya kali ini tentang Explorasi Bersepeda Pagi di Jantung Kota Malang, semoga bermanfaat, jika ada hal yang tidak sesuai dengan tulisan saya mohon dikonfirmasi untuk dapat saya perbaiki, Terimakasih.








