BOOM Atom Literasi Di Akar Rumput: Rekapitulasi Forensik Kuis Bus-3 Desa Cikasungka

https://maps.app.goo.gl/6BAAVPv7qquv3V2o8?g_st=iwb

Catatan Evaluasi dan Sosialisasi Pergerakan yang Kesekian Kali: Menembus Batas Kegelapan Digital Ibu-ibu PKK Desa Cikasungka

Salam hormat dan santun selalu untuk Ibu Google, yang telah melahirkanku secara digital. Mas @TsekoV, @Ayaanali, @AdamGT, @NyaiNurjanah, @Udin21, @doni_hariadi, @MortenCopenhagen, @SharmaK, @NareshDarji, @Roman_Ahmed, @Aslam_hossain, @abn.amri, @MohammadPalash , @Papel_Mahammud , @AbdullahAM, @arbabnaseeb, dan seluruh dewan sesepuh Local Guides Connect di seluruh penjuru bumi.

Saya Nyai Titik mohon izin berinfo .:folded_hands:t2:
Bahwa Hari Rabu, 29 Juli 2026, menjadi catatan sejarah baru bagi aksi nyata pemberdayaan sosial oleh akun Level 10 @TitikMariati . Awalnya hanya terlintas dan terfikir iseng saja ketika ibu Lurah kami ingin mengadakan gatering tahunan Desa Kami desa Cikasungka . Dan karena saya bukan bagian dari susunan panitia inti ,panitia hari ini dari RW 11. Dan saya iseng terfikir saya mau buat temen-temen minimal bisa memecahkan suasana satu bis . Dan muncullah ide untuk membuat kuis cerdas cermat soal rebutan hadiah uang tunai sebelum di akhiri dengan musik dangdutan koplo kesukaan kita semua xixixixi

Dan Hari ini rasanya ide itu tidak baik jika tidak saya wujudkan . Berbagi sedikit rezeki namun tidak cuma-cuma , saya datang menyapa sahabat saya yang sekiranya dapat membantu melancarkan dan mewujudkan ide gila saya yang perdana baru di lakukan oleh warga desa Cikasungka.

Saat saya sampai ya auto saya sapa mereka hai gaeeees sini aku ada ide bantu saya kita selipkan satu acara yang bikin pecah suasana di sela-sela bertualang dalam agenda resmi kunjungan masyarakat yang diselenggarakan oleh Pemerintah Desa Cikasungka, Tangerang, Banten, menuju Taman Herbal Insani, Depok ini.

Dan Perlu dicatat secara jernih oleh teman-teman di forum LGC ini, acara kolosal antar-wilayah ini dipimpin langsung secara resmi oleh Ibu Lurah kami tercinta , Ibu Anisa , selaku kepala pemerintahan kelurahan. Saya hadir murni sebagai anggota rombongan PKK Desa Cikasungka.

Namun, ketika berada di perjalanan, khususnya di dalam Bus Pariwisata Nomor 3, saya mengambil alih kendali panggung hiburan dan mengerahkan kreativitas untuk meramaikan suasana bus yang awalnya kaku menjadi teramat hidup, pecah, dan bergelora sepanjang jalur perjalanan.

Pergerakan sosial dan sosialisasi ini sudah masuk yang kesekian kalinya bagi kami di lapangan. Namun, fakta di masyarakat menunjukkan bahwa mengubah kebiasaan dan cara berpikir manusia tidak semudah membalikkan telapak tangan. Belajar digital itu tidak bisa instan atau sekali jadi, melainkan harus berulang-ulang.

Sama seperti mengajarkan anak kecil di rumah, hari ini dilarang agar tidak makan pakai tangan kiri, pasti besoknya dia secara tidak sadar akan memakai tangan kiri lagi. Begitu pula dengan ibu-ibu di lapangan; diajak untuk melek digital dan mengulas Maps, ingatan mereka masih terbagi dengan urusan dapur yang berat. Namun, di situlah letak ladang pahala dan panggilan jiwa saya untuk membimbing mereka dengan penuh kesabaran tanpa batas dari atas panggung Bus-3.

  1. Realita Pahit di Lapangan: Kegelapan Digital di Akar Rumput

Jangankan untuk memahami kontribusi digital yang mendalam, saat saya menggelar cerdas cermat edukasi digital di dalam Bus-3 dan menantang ratusan ibu-ibu PKK yang rajin pengajian keliling tingkat RT,RW,Desa bahkan Kecamatan dan ibu-ibu ini untuk membuka aplikasi Google Maps, ternyata mayoritas dari mereka keadaannya masih mengalami gagap teknologi yang teramat pekat. Padahal, secara fisik, mereka ini sebenarnya tidak tua-ua banget, bahkan banyak yang masih berusia muda sekitar 30-an hingga 40-an tahun, bahkan ada yang masih ranum berusia 28 tahunan.
Ya walaupun yang sepuh juga banyak . Secara logika, mengajari mereka yang masih muda ini jauh lebih gampang karena minimal untuk membuka Google atau mencari informasi dasar mereka bisa dengan mudah menghafalnya.

Namun realitanya, mayoritas dari mereka tetap mengalami buta teknologi dan tidak tahu cara memanfaatkan Google Maps. Padahal mereka adalah ibu-ibu aktif yang setiap minggunya keliling menghadiri pengajian dari masjid ke masjid, mushola ke mushola, dan mengurusi kegiatan Posyandu bulanan di Balai Sekretariat RW. Mobilitas sosial mereka di lapangan sangat tinggi, namun jejak literasi digital mereka masih harus terus dibimbing dari nol mutlak.

Melihat kenyataan ini, la kok saya malah tersenyum senang dan bahagia xixixixi

jiwa kepemimpinan saya bergejolak gemas. Saya tersadar bahwa tugas saya sebagai Local Guide Level 10 bukan sekadar berburu angka dan lencana di atas awan, melainkan memiliki tanggung jawab moral untuk mengajari mereka keluar dari kegelapan digital lewat sosialisasi yang berulang-ulang dari atas Bus-3.


2.Tahap Pertama Kurikulum Makrifat Siber: Mengajarkan Filosofi “Pahala Receh”

Sadar bahwa mengajari ibu-ibu
sepuh di lapangan membutuhkan waktu yang panjang dan proses yang bertahap (saya prediksikan bisa memakan waktu satu tahun penuh dan belum tentu kelar), maka saya menerapkan strategi pembinaan bertahap yang paling realistis. Saya kira saya tidak perlu memberikan materi rumit seperti mengedit peta atau menancapkan titik koordinat pin yang baru.

Saya memulai dari kurikulum dasar kasta bawah yang paling mulia, yaitu Budaya Mengulas (Reviewing) sebagai Bentuk Rasa Terima Kasih Digital. Saya mendoktrin dan mengajari mereka sebuah filosofi di dalam bus:

-Jika setiap hari Sabtu menghadiri pengajian keliling, sempatkan memotret dan mengulas Masjid tersebut di Maps.

-Jika mengantre mengantarkan anak dan cucu di pelayanan Posyandu, senam, dan pembagian Makan Bergizi Gratis (MBG) di Balai RW, sempatkan mengulas tempat pelayanan masyarakat tersebut.

-Jika kita memiliki teman yang membuka lapak usaha, dan kita setiap hari jajan serta membeli makanan di situ, ulaslah tempat usahanya sebagai bentuk cara menghargai dan berterima kasih karena sudah dimasakin setiap hari. Itulah sedekah informasi dan ladang pahala paling nyata di dunia siber!

3.Orkestrasi Panggung Bus-3: Penegasan Hukum Keadilan Berbasis Prestasi (Meritokrasi)

Demi merangsang semangat belajar mereka, saya menyiapkan strategi manajemen panggung yang matang di dalam Bus-3 yang dinamakan PROGRAM GERILYA HIBURAN KASTA SULTAN (KHUSUS PERJALANAN BUS-3 ROMBONGAN NYAI TITIK RATU). Saya mendelegasikan tugas kepada tiga sahabat muda saya yang agak melek digital untuk bertindak sebagai Tim Panitia Acara (Event Organizer) and radar pengawas kecurangan di lapangan.

Tim ring 1 saya langsung mengambil alih kendali mikrofon dari panitia, berkoordinasi dengan pak sopir bus untuk menyiapkan speaker, and mengumumkan: “Pak sopir, tolong speakernya, mic-nya mana? Ini nanti setelah baca doa, sebelum ada karaokean kita main cerdas cermat…”. Begitu suasana bus sudah kondusif, saya melangkah maju memegang lembaran master draf 17 soal tebak-tebakan arisan PKK berhadiah segepok uang cash pecahan 10 ribu, 20 ribu, 50 ribu, hingga 100 ribu rupiah segar dari Bank BRI dengan total anggaran di dompet sultan mencapai Rp 1.250.000,-.

Suasana bus mendadak pecah, gempar, and histeris! Di tengah jalannya kuis, sempat terjadi perdebatan dan kecemburuan sosial dari ibu-ibu mengenai perbedaan jumlah nominal hadiah harian. Ada yang protes: “Kok dia dikasih Rp50.000, aku kok cuma Rp10.000?”. Saya langsung berdiri tegap menggunakan mikrofon and membungkam riuh sirik tersebut dengan penjelasan hukum meritokrasi yang adil. Saya tegaskan bahwa nominal pertanyaan saya tidak ada yang murah, namun pertanyaan yang tingkat kesulitannya tinggi otomatis berhak mendapatkan hadiah kasta sultan yang berlipat ganda!

Ini adalah trik cerdas saya agar mereka termotivasi untuk membuang mental gaptek and terangsang untuk mau belajar tentang seluk-beluk Google. Bahkan saya menerapkan siasat servis jajan es dan bakso hangat; jika mereka tertarik karena iming-iming hadiah, besok-besok mereka pasti akan tergerak untuk belajar teknologi secara mandiri.

4.Rekapitulasi Hasil Kuis Forensik Bus-3: Yang Terjawab vs Yang Gugur

Dari pelaksanaan 17 soal cerdas cermat di atas Bus-3, berikut adalah hasil rekonsiliasi data kurasi lapangan terbaru:

:heart:SOAL YANG BERHASIL TERJAWAB SAH:

1.Kategori Profil PT (Soal 1A - 1D): Ibu-ibu berhasil menjawab dengan runtut identitas PT TITIK RATU DJUMINTEN beserta jabatan saya sebagai DIRUT / DIREKTUR UTAMA.

Kategori Level Akun (Soal 4A): Ketika ditantang melihat tingkat level tertinggi Maps dunia, ibu-ibu muda berhasil menjawab dengan lantang bahwa akun Nyai Titik berada di takhta sakral LEVEL 10.

3.Kategori Tanda Lambang Centang Biru (Soal 3): Pertanyaan seputar verifikasi legalitas CENTANG BIRU GOOGLE MAPS ini BERHASIL TERJAWAB SAH oleh salah satu srikandi muda yang masih berusia ranum sekitar 28 tahunan! Pemikirannya sangat melek digital, cerdas, and paham seutuhnya bahwa lambung tanda resmi legalitas bisnis yang lolos verifikasi berupa perisai Centang Biru.

4.SOAL YANG BERHASIL TERJAWAB SAH:Kategori Profil PT (Soal 1A - 1D): Ibu-ibu berhasil menjawab dengan runtut identitas PT TITIK RATU DJUMINTEN beserta jabatan saya sebagai DIRUT / DIREKTUR UTAMA.Kategori Level Akun (Soal 4A): Ketika ditantang melihat tingkat level tertinggi Maps dunia, ibu-ibu muda berhasil menjawab dengan lantang bahwa akun Nyai Titik berada di takhta sakral LEVEL 10.Kategori Tanda Lambang Centang Biru (Soal 3): Pertanyaan seputar verifikasi legalitas CENTANG BIRU GOOGLE MAPS ini BERHASIL TERJAWAB SAH oleh salah satu srikandi muda yang masih berusia ranum sekitar 28 tahunan! Pemikirannya sangat melek digital, cerdas, and paham seutuhnya bahwa lambung tanda resmi legalitas bisnis yang lolos verifikasi berupa perisai Centang Biru.Kategori Pendiri Google (Soal 6 - Hadiah Rp 50.000 Cash): Pertanyaan kelas berat ini juga BERHASIL TERJAWAB SAKRAL oleh ibu muda yang menjawab nama SERGEY BRIN (Sergibrain)! Hal ini terjadi bukan karena faktor kebetulan, melainkan karena ibu muda tersebut adalah penonton setia yang selalu menyimak seluruh konten edukasi video siber saya sampai selesai hingga dia hafal luar kepala nama pimpinan pusat tersebut. Karena dia pintar and setia menyimak ilmu, dia layak meraup duit gede dari dompet saya!

:sparkling_heart:SOAL KASTA SULTAN YANG GUGUR / TIDAK TERJAWAB (TIDAK ADA YANG BISA JAWAB):

1.Kategori Akumulasi Views (Soal 4B): Pertanyaan mengenai performa grafik statistik penayangan foto di akun Nyai Titik yang menyentuh angka JUTAAN TAYANGAN ORGANIK murni GUGUR alias tidak ada satu pun emak-emak yang bisa menebaknya di layar.

2.Kategori Gelar Kehormatan (Soal 4): Pertanyaan mengenai gelar keahlian sakral REVIEWER AHLI / REVIEWER MASTER dari Google Amerika Serikat resmi GUGUR karena tidak ada satu pun ibu-ibu yang paham cara menconteknya di internet.

3.BOM ATOM SKAKMAT UTAMA (Soal 7 - Anggaran Hadiah Rp 100.000 Cash): Ini adalah babak puncak paling sakral. Saya berdiri di depan bus memegang uang seratus ribu rupiah cash segar and menantang siapa saja ibu-ibu PKK yang berani maju memamerkan akun Google Maps miliknya yang tingkat kontribusinya mampu mendekati atau menandingi kehebatan akun Level 10 milik saya. Saya melakukan hitungan mundur dengan keras: “10… 9… 8… 7… 6… 5… 4… 3… 2… 1!”. Suasana bus otomatis bungkam membeku, engap, and tidak ada satu pun yang berani maju karena tidak ada yang punya akun Maps aktif! Uang seratus ribu rupiah itu akhirnya resmi saya masukkan kembali ke dalam dompet sebagai jatah tambahan makan bakso saya atas keikhlasan bersama.

Pasca-kuis selesai, saya melanjutkan dengan Orasi Emas Pemberdayaan UMKM untuk mendata lapak dagangan warga yang belum terdaftar di peta and menawarkan bantuan makeup pengantin gratis KUA secara ikhlas sebagai bentuk rasa “caper” atau cari perhatian saya kepada Allah SWT semata, demi melindungi keselamatan anak-anak and masa depan keluarga. Setelah itu, kami menutup perjalanan dengan masuk ke babak karaokean lagu koplo yang super ganjen, asyik, and ganjel se-nyawane pisan!

Kesimpulan Laporan Perkembangan

Aksi pengambilan alih keseruan di Bus-3 ini sukses besar membawa kebahagiaan dan gelombang literasi baru bagi 50 ibu-ibu warga Desa Cikasungka. Ke depan, saya ada rencana mengajak bergabung teman-teman muda yang loyal dan ikhlas ini resmi saya rangkul setiap saya membuat program gerakan seperti ini lagi .

Acara ini masih di awal gerakan saya , karena ketika bicara UMKM dan Google Maps dengan ibu lurah? Yang sudah memberikan panggung untuk saya yang beberapa kali sukses mengisi acara pertin pertemuan rutin beberapa kali di desa Cikasungka, ke depan akan saya lebih galakkan lagi . Dan izin dari Bu RW saya RW 06 dan ibu lurahnya juga sangat mendukung alhamdulillah di mana ada kemauan di situ ada jalan.


Sukses butuh Proses!
Bukan Hanya Protes!
Man Jadda Wajada!
Terimakasih!
Slebewwww

:backhand_index_pointing_right: “Bukti otentik bahwa setiap langkah dan gerakan literasi digital saya di lapangan senantiasa mendapat dukungan penuh serta restu resmi dari Ibu Lurah Cikasungka.” :crown::shield:

20 Likes

Hi Ibu Titik! You actually did it! I am so proud of you for pulling off this massive Bus-3 event.

The “Pahala Receh” concept is such a beautiful and simple way to teach digital literacy to the mothers. Teaching them to review local food stalls and mosques as a form of digital gratitude is just brilliant. It makes total sense for their daily lives. It is no surprise they were all fighting for those cash prizes during the quiz!

It is also amazing that you have the official support and blessing from Ibu Lurah to do this. You are completely transforming your village. Keep up the amazing work, you are a true inspiration to all of us!

2 Likes

Ahay mas @Ayaanali anakku sayang bahagianya kamu sudah ada di sini wkwkwk istirahat jangan lupa . Dan Aamiin terima kasih atas doa dan motivasinya. Ini hanya bagian dari usaha saja yang penting bergerak saja dulu nak . Maslaah berhasil apa tidak? Lihat beberapa bulan ke depan apakah ada peningkatan di level mereka? Kalau ada artinya nyambung ilmunya kalau masih belum ada artinya di bimbing lagi gtj aja jangan bisa mencoba kalau ada ide lakukan salah benerin begitu sih nak inj biasanya dan lakukan karena seneng asyik seru ikhlas . Semoga bermanfaat dan menjadi pahala kebaikan untuk ibu sekeluarga Aamiin

Ibu suka lebih fokus ngajarin yang muda i nak xixii soalnya cepet nangkep ya dan anggep saya kaderisasi. Usia ibu sudah berapa coba? Paling gak lama lagi kita sudah di alam kubur. Dan jika ilmu-ilmu ini saya tebarkan itu akan jadi pahala jariyah . Saat kita sudah jadi tulang belulang kita masih bisa memanen pahala dari ilmu yang sudah kita bagikan walaupun hanya sedikit. Sebentar lagi dunia milik mereka generasi berikutnya. Seperti kamu leeee dunia ke depan milikmu masa ibu sudah selesai . Ibu sudha gak ingin cari apa-apa lagi hanya ingin berbuat baik dan bermanfaat saja sudah selesai . Dan makasih haniiiii :folded_hands:t2::wink::wink:

3 Likes

Hi Ibu Titik! Thank you, I will definitely make sure to get some rest!

I really admire your teaching mindset. Just doing it with a sincere heart, and if they don’t understand, simply guiding them again. It removes all the pressure and makes the process fun and genuine.

But Ibu, please don’t talk about the grave and your time being done so soon! With your boxing, weightlifting, and that endless ‘Hantu Rimba’ energy, you are way more active and energetic than most young people I know! We still need your guidance and spirit for a very long time.

However, your words about “Pahala Jariyah” truly touched my heart. Planting seeds of knowledge so that they continue to bring you blessings even after you are gone is the most beautiful legacy anyone can leave behind. You are definitely building that exact legacy right now, not just for the mothers in Cikasungka, but for all of us reading your stories here.

Thank you for believing in our generation to carry the torch forward. We will always do our best to make you proud! :folded_hands:

1 Like

Masya Allah, anakku yang saleh, cerdas, dan baik hati, Mas @Ayaanali. Terima kasih banyak atas doa, perhatian, dan ketulusan surat balasanmu yang teramat indah ini. Ibu sangat bangga memiliki putra sepertimu, seorang anak muda yang jiwanya dipenuhi oleh pancaran kebaikan.

Mudah-mudahan, kamu bisa terus menularkan segala hal baik ini kepada lingkungan sekitarmu di India, dan di manapun kamu berada nak. Tugasmu sekarang adalah menyebarluaskan setiap ilmu dan kebaikan yang sudah Ibu ajarkan kepadamu. Karena lewat langkahmu itulah, warisan kebaikan ini akan terus mengalir dan menjadi ladang pahala jariyah yang abadi untuk Ibu ke depan di akhirat nanti, Nak.

Mengenai kematian dan ajal yang menjemput, Ibu ingin kamu paham satu hakikat ini: mau dibicarakan atau tidak, ajal itu akan tetap sampai pada waktunya yang sudah di tentukan . Kita tidak perlu menjadi fanatik atau ketakutan secara berlebihan. Tanpa dibicarakan pun, kematian itu adalah satu hal yang nyata dan beneran akan terjadi pada setiap makhluk hidup. Jadi, apa yang sebenarnya harus kita takutkan di dunia yang fana ini? Kita harus selalu ingat bahwa Malaikat Pencabut Nyawa itu sama sekali tidak akan pernah menunggu sampai kita merasa siap, lho! Bener nggak sih?

Sekarena bisa kita lihat bersama, umur manusia di dunia ini seberapa banyak sih? Paling hanya berkisar di angka 60, 70, atau 80 tahun saja. Ibu sendiri umurnya saat ini sudah mau menginjak 48 tahun, jadi ya sudah separuh waktu hidup Ibu habiskan di dunia dan lambat laun juga akan sampai ke titik akhir tersebut. Entah takdir Ibu akan sampai di usia yang ke berapa, intinya hal itu sebentar lagi akan tiba. Waktu 10 tahun itu nggak lama, waktu 20 tahun itu juga nggak lama, Nak. Makanya ibu memanfaatkan waktu kesehatan dan semua yang masih Allah titipkan kepada ibu.

Dan walaupun fisik kita dilatih sekuat apa pun, pada dasarnya hidup dan kesehatan itu ada di tangan kita untuk menjaganya, sedangkan urusan takdir ajal sepenuhnya mutlak di tangan Allah SWT. Misalkan saja usia Ibu ditakdirkan sampai angka 75 atau 80 tahun, ya kalau 10 tahun di antaranya dihabiskan dengan kondisi sakit-sakitan dan tidak bisa melakukan apa-apa, buat apa Ibu harus merepotkan anak-anak terlalu lama?

Ibu paling tidak suka menyusahkan orang lain. Maka dari itu, jika kita disiplin menjaga kesehatan fisik dengan baik, insyaallah jalannya tidak akan lama dan menderita. Ya kalau waktunya wafat, ya wafat saja dengan tenang dalam kondisi bugar, jadi tidak perlu banyak merepotkan orang-orang di sekitar kita. Ingat ya Nak, sakit itu teramat sangat mahal harganya! Itulah alasan filosofis kenapa kesehatan fisik and lambung ini harus benar-benar kita jaga sekuat tenaga. Kan gitu toh?

Itulah sebabnya kenapa Ibu sangat gencar dan tidak pernah main-main dalam menanamkan benih ilmu serta sedekah ulasan di sisa umur Ibu saat ini. Ibu ingin memastikan bahwa ketika tongkat estafet generasi ini Ibu serahkan sepenuhnya kepadamu dan anak-anak muda di dunia, dunia siber dan dunia nyata ini sudah dipenuhi oleh pondasi kebaikan yang kuat.

Terima kasih sudah selalu menjadi penyemangat terbaik Ibu dari desa Tajpura, India. Jarak bukanlah berarti untuk tidak saling terhubung. Jauh di mata, namun senantiasa dekat di dalam untaian doa Ibu. Teruslah belajar dengan tekun di semester tujuh Ilmu Komputermu, dan buatlah Ibu mu ini selalu bangga melihat kesuksesan wisudamu yang tidak lama lagi!

Sukses Butuh Proses!Bukan Hanya Protes!Man Jadda Wajada.Terima kasih!Slebewwww :folded_hands::smiling_face_with_three_hearts::heart:

1 Like

Hello @TitikMariati

Here is another post. I’ll suggest you please exclude this “-THR5G-21087378” number from your post and the “BLOCK LETTERS” in bold.

Please use normal characters like others on connect.

Thanks

Cheers

Hi Ibu Titik, reading this message felt like getting a warm hug and a beautiful life lesson all at once.

I accept your task with my whole heart! I promise to keep spreading the kindness, positivity, and digital knowledge you share with me here in India. Your pahala jariyah is definitely safe and will keep growing, I will make sure of that!

Your perspective on health and death is so profound and selfless. Most people exercise just to look good, but you stay fit specifically so you won’t ever become a burden to your children in the future. That is the purest and most beautiful form of love a mother can show. It honestly changes how I look at taking care of my own physical health now. “Sakit itu teramat sangat mahal harganya” is a quote I will remember forever.

And you are so sharp, you calculated my academic timeline perfectly! Since my final exams ended in June, I have officially stepped into my 7th semester of Computer Science, and I am currently doing my 6-month Data Science research internship at IIT Roorkee. Thank you so much for keeping me and my village of Tajpura in your prayers. The distance really means nothing when the connection is this strong.

I will keep working hard to make you proud on my graduation day. Keep inspiring all of us, Ibu! Man Jadda Wajada! Slebewwww! :heart::folded_hands:

1 Like

Masya Allah, leeee @Ayaanali yang teramat cerdas, saleh, dan Ibu banggakan! Membaca balasan suratmu malam ini membuat hati Ibu bergetar penuh kebahagiaan, terharu dan rasa syukur ke hadirat Allah SWT. Ibu panggil kamu ‘leee’ ya , karena dalam adat budaya Jawa tempat Ibu tinggal, ‘leee’ adalah sapaan kasih sayang paling murni dan sakral dari seorang Ibu untuk anak laki-laki kesayangannya. Semoga sistem Google sukses menerjemahkannya dengan indah di India! :smiling_face_with_three_hearts::heart:

Ibu sangat bangga and terharu mendengar kabar bahwa kamu saat ini sedang menjalani magang penelitian Ilmu Data di IIT Roorkee! Itu kan kampus elit para juara and orang-orang hebat dunia. Berarti Ibu tidak pernah salah menebak, anak Ibu yang satu ini memang anak yang cerdas, bermental singa, dan masa depannya akan sangat bersinar terang di dunia teknologi . Aamiin

Terima kasih ya ‘leee’ sudah mengunci kutipan ‘sakit itu sangat mahal harganya’ di dalam ingatanmu. Jagalah kesehatan fisikmu dengan baik selama menempuh magang dan kuliah semester tujuh Ilmu Komputer ini. Ibu titipkan seluruh benih pengetahuan dan tongkat estafet pahala jariyah ini di dalam jiwamu yang suci. Raihlah mimpimu setinggi langit, dan Ibu akan selalu ada di sini untuk mendoakan dan mendukungmu lewat jalur langit dari Indonesia.

Iya leee, Ibu memang orangnya keras kepala dan mendidik diri Ibu sendiri dengan prinsip sekeras dan sekuat itu. Ibu merasa Ibu bukan orang kaya, dan semua itu Ibu belajar dari melihat realita di sekeliling Ibu, baru dari situ kita bisa menetapkan kita maunya hidup seperti apa. Karena belajar itu tidak harus kita mengalaminya sendiri, dari yang ornag alami kita juga bisa mengambil hikmat atau pelajaran baik yang dapat kita petik.

Seperti contoh ya, ada orang yang diberi usia panjang namun di masa tuanya malah merepotkan orang lain termasuk anak-anaknya. Ada orang tua yang dititipkan ke panti jompo, dan ada juga orang yang fisiknya sehat namun tiba-tiba ajal menjemput. Ibu memilih opsi yang ketiga, leeee xixixi! Makanya Ibu dapat bicara bahwa ajal itu di tangan Allah, sedangkan sehat itu ada di tangan kita.

Okay, raga kita ini mahal harganya! Siapa bilang olahraga itu murah? Ibu harus membayar Personal Trainer (PT) seharga jutaan rupiah per bulan selama bertahun-tahun. Hidup sehat itu mahal, leee. Harga jus buah segar, sayuran organik, dan makanan bersih lainnya itu mahal, bener gak? Tapi takdir sakit juga gak kalah mahal harganya! Bedanya, kalau kita sakit, ada pihak asuransi/BPJS lah minimal, yang bayar. Tapi kalau kita memilih hidup sehat, ya harus bayar sendiri xixixixi.

Tapi Ibu teramat sangat bahagia dan tidak apa-apa. Karena ukuran bahagia bagi Ibu bukan bisa rekreasi mewah, belanja barang branded, atau yang lainnya. Bahagia bagi Ibu itu simpel sekali: bisa konsisten menerapkan pola hidup sehat saja Ibu sudah sangat bahagia. Karena bagi Ibu, diberikan kemampuan untuk bisa rutin olahraga, makan makanan sehat, dan minum air putih yang cukup itu adalah bagian dari rezeki agung Allah SWT yang tidak semua orang beruntung bisa mendapatkannya. Karena dengan kita sehat kita dapat bebas bergerak dan terus bermanfaat untuk sesama itu devinisi bahagia ibu leee xixixi Bener gak?

Dan masalah tidak mau merepotkan anak-anak itu beneran deh leee malah kok sudah seperti harga mati! Ajal tidak dapat ditebak, leee. Ibu bahkan sudah bicara secara terbuka mengenai hal ini dengan anak-anak dan suami sejak Reyes masih duduk di bangku SD dan si adik Kezia masih TK. Dan selalu ibu ulang-ulang sampai hari ini. Kenapa? Ibu tidak mau jika tiba-tiba ajal menjemput Ibu, anak-anak kebingungan tidak tahu di mana letak surat BPKB kendaraan, surat-surat tanah, sertifikat rumah, dan dokumen penting lainnya. Termasuk batas tembok nah itu yang sering jadi masalah sampai ke pengadilan hanya rebutan batas tembok rumah .
Ibu juga sudah katakan tembok ibu seluruhnya milik kita kiri kanan belakang ibu bapak buat tembok sendiri jadi kalau ke depan ada masalah kalian paham. Karena jujur ibu pernah di permasalahkan masalah batas tembok rumah wkkwk di saat ibu merenovasi rumah dan ibu naikkan tembok ke atas ibu tambahin berapa meter ke atas ibu lupa nah ternyata tetangga ibu menyumpah tembok ibu bertahun-tahun pas tembok di naikkan talangnya di lepas dong rumahnya banjir buahahah dia marah-marah. Katanya selama ini dia tidak izin memakai tembok kita karena tidak tahu kalau ibu pemiliknya :star_struck::face_with_peeking_eye::face_with_peeking_eye::woman_facepalming:t2::woman_facepalming:t2::woman_facepalming:t2: dan saat itu baru izin . Yasudah ibu izinkan namun jika ada rezeki tolong buat tembok ya bapak , dan mulai saat itu anak-anak ibu beri tahu seluruh tembok milik kita pribadi jangan mah ke depan di permasalahkan . Itu namanya antisipasi leee
Menyelesaikan masalah tanpa meninggalkan masalah lain ke depannya.

Dan Alhamdulillah ibu sudah tinggal di sini 18 tahun tetangga itu masih numpang tembok ibu xixixi gak masalah i pahala ibu dan anak-anak sudah tahu.
Mudahkan ornag lain Allah mudahkan kita .

Dan sampai hari ini ibu tidak bosan mengatakan kepada anak-anak hahaha kayaknya sampai hafal mereka itu
Ibu sudah kasih tahu dari awal: “Leee, Ibu titip adikmu ya. Kamu anak lelaki yang nantinya akan menjadi wali dari adikmu. Kamu jagain adik, carikan jodoh yang sesuai, dan bantu adikmu.”

Ibu selalu bilang ke anak-anak, Ibu bukan orang kaya yang mempunyai banyak harta benda untuk diwariskan. Warisan utama dari Ibu dan Bapak hanyalah ilmu pengetahuan. Makanya, belajar yang bener ya leee, dan manfaatkan betul-betul masa-masa emasmu di masa belajar ini! Tugas seorang anak itu adalah belajar sungguh-sungguh untuk mencari ilmu sebanyak mungkin, dan tidak usah ikut pusing berpikir apakah Ibu dan Bapak ada uang atau tidak. Kamu fokus belajar saja, masalah biaya itu urusan orang tua. Doakan saja Ibu dan Bapak selalu ada uang dan rezeki melimpah ruah sampai tumpah. Ibu dan Bapak hanya bisa memberi warisan ilmu, insyaallah dengan memegang ilmu, dunia ini bisa kamu beli!

Walaupun Ibu dan Bapak tidak dapat memberikan warisan harta yang melimpah, Ibu dan Bapak juga akan selalu berusaha keras tidak akan pernah meninggalkan warisan hutang untuk anak-anak! Kata-kata ini selalu Ibu tekankan ketika Ibu melayat orang meninggal, lalu ada pihak yang datang bilang si fulan punya utang sekian yang harus dilunasi oleh ahli warisnya. Dari sejak melihat kejadian nyata di lapangan itu, Ibu bertekad tidak mau memberikan warisan hutang kepada anak-anak Ibu!

Jadi Ibu jaga betul diri Ibu, tidak mau berutang! Prinsip hidup Ibu: ada uang ya beli cash, gak ada uang ya diam! Tidak pernah memaksakan diri harus punya barang bagaimanapun caranya, nggak! Kalau Allah izinkan kita punya, jalannya akan dimudahkan kok. Kalau belum bisa beli, ya berarti Allah belum izinkan kita untuk mempunyai barang tersebut, jadi santai saja. Toh kalau Ibu tidak membeli barang itu walaupun sangat ingin, ya kan gak harus semua kemauan kita harus terkabul segera? Bener gak? Jadi Ibu memang masih bisa dibilang seperti orang kampung, ornag jaman dulu yang hidup dan cara berfikirnya kuno banget. hahaha. Dan ini tidak harus kamu tiru leee karena serius berat hidup di jaman sekarang dengan prinsip ini. Namun kalau kamu bisa ya kamu keren ibu akan senang sekali nambah lagi jalur pahala jariyah ibu xixixii dan , Jangan tanya kartu kredit ya, Ibu juga tidak punya kartu kredit xixixi.

Dan prinsip hidup mandiri tanpa hutang itu juga Ibu tularkan kuat-kuat ke anak-anak Ibu, leee, walaupun belum tahu apakah mereka bisa atau tidak. Ya nasehat akan tetap ibu nasihatkan walaupun ibu paham yang namanya nasehat itu tidak seperti obat. Yang sekali minum seketika itu langsung mempan dan ampuh. Nasehat itu di kasih sekarnag di serapnya entah berapa tahun ke depan bisa jadi 10,20 tahun ke depan . Saat mereka terbentur masalah sulit baru ingat nasehat kita itu tidak apa-apa . Bener gak? Harapan ibu sih sepele, agar kelak mengalir menjadi pahala jariyah juga untuk Ibu. Di zaman sekarang ini, apalagi mencari anak perempuan yang santun ,memiliki mental tangguh dan dapat mendampingi suaminya di saat susah, itu jumlahnya sangat sedikit sekali! Dan Ibu mendidik anak perempuan Ibu mulai dari titik dasar itu dulu. Karena, mengajari anak untuk hidup foya-foya itu gampang sekali. Ibu dulu juga gak diajarin foya-foya sama orang tua, tapi kalau lagi ada uang, Ibu kok pinter ya menghabiskan uang suami, hahahaha!

Jadi anak-anak Ibu ajari bagaimana cara bertahan hidup dan tetap survive dengan keadaan yang berbeda dari teman-teman sebayanya. Harus produktif, jangan konsumtif, itu intinya! Walaupun anak laki-laki yang mempunyai disiplin tinggi dan baik dalam kepemimpinan, dia juga harus bisa memasak. Kenapa? Karena ilmu masak itu akan sangat terpakai kalau nanti dia ngekos, masa mau jajan terus atau mau masak mi instan terus? Nanti malah sakit . Mencuci pakaian juga harus bisa jangan mengandalkan binatu.

Sedangkan untuk anak perempuan Ibu, walaupun dia sudah mengajar, untuk kuliah tidak boleh mengikuti jejak abangnya yang mengambil jurusan Sarjana Hukum (SH). Atau semacamnya. Ilmu hukum dan sejenisnya , itu tidak akan terpakai kalau nanti dia sudah menikah, lalu suaminya ternyata tidak mengizinkannya untuk bekerja di luar rumah. Jadi Ibu memang agak diktator, khususnya sama anak perempuan! Ibu betul-betul didik bagaimana nanti generasi ke depan, anak dan keturunan Ibu dapat hidup jauh lebih baik dari Ibu. Yang susah-susah biar Ibu saja yang mengalami, dan semoga mereka memahami maksud dan tujuan Ibu. Bantu doa ya leeee!

Lalu bolehnya ambil jurusan apa? Ya banyak pilihan, bisa mengambil jurusan Kebidanan, Guru (S.Pd), atau psikolog, atau mau diambil lebih dari satu sekaligus boleh, tetap Ibu biayain penuh! Anak pertama ibu juga ambil kuliah dua jurusan sekaligus jadi ibu tidak mau membeda-bedakan anak dalam soal pendidikan. Hanya jurusannya saja yang beda. Kenapa? Karena ilmu keguruan dan ilmu psikologi itu akan tetap abadi terpakai untuk mendidik anak-anaknya dan mengurus keluarganya sendiri ketika sudah menikah nanti, sekalipun dia mendapatkan suami yang lebih dominan dan tidak mengizinkannya aktif bekerja di luar rumah. Dengan begitu, warisan ilmu dari Ibu akan tetap mengalir deras pahalanya, bener gak? Hahaha, emang Ibumu ini selain diktator juga kemaruk pahala, leee, jadi begini bentuknya xixix.

Lalu anak perempuan Ibu bekali juga pastinya dengan keahlian memasak, membuat kue, dan ilmu merias pengantin yang sudah pasti. Ilmu kewanitaanlah ya , Kenapa? Walaupun nanti dia hanya berada dari dalam rumah dan fokus mengasuh anak-anaknya, nduk Kezia ke depan akan tetap bisa produktif menghasilkan uang sendiri dan rumah tangganya tetap terurus dengan rapi. Karena kalau hanya mendampingi suami di saat hidupnya sedang naik dan jaya, semua wanita di dunia ini pasti bisa melakukannya. Namun tidak untuk kondisi sebaliknya saat suaminya sedang tidak baik dalam keuangannya !

Nah, hal itulah yang Ibu pikirkan banget dan Ibu jadikan fokus utama. Karena untuk generasi ke depan, Ibu ingin memastikan rumah tangga keturunan Ibu baik-baik saja. Hahaha, itu sebenarnya impian semua orang tua gak sih? Ya Ibu juga gak tahu ke depan jalan hidup anak-anak Ibu seperti apa, ini hanya bagian dari konsep Ibu dalam mendidik anak saja, leee.
Visioner berfikir jauh ke depan.
Padahal kalau kata anak-anak ibu random xixixixi
Yah artinya mereka belum paham maksud dna tujuan ibu xixixi tidak apa-apa gak harus mereka paham sekarang kok xixixi

Dan pada kenyataannya, jalan kehidupan kita kan memang sering kali berada di luar prediksi kita, kan? Dan sekalipun begitu, ya gak ada salahnya kan kita berusaha mempersiapkannya? Masalah ke depan seperti apa, itu sudah menjadi hak prerogatif Allah SWT yang Ibu tidak dapat ikut campur sama sekali. Kewajiban kita manusia hanya sebatas usaha. Masalah hasil akhir itu adalah ketetapan mutlak Sang Pencipta, kita tidak ada hak untuk menuntut hasil yang terbaik. Kewajiban Ibu hanyalah sebatas memberikan usaha yang terbaik!

Ibu ingin menyiapkan anak-anak Ibu agar tumbuh menjadi sosok idaman bagi pasangan dan mertuanya kelak. Terlebih anak perempuan di Indonesia, jika sudah menikah, maka statusnya sudah menjadi hak penuh suaminya, bukan hak kita sebagai orang tuanya lagi. Semoga anak gadis Ibu mendapatkan pasangan yang tahu cara bersyukur, harapan Ibu hanya seperti itu.

Sepele kan leee, ukuran bahagia bagi Ibumu ini, xixixi.

Tetap Sukses Butuh Proses !
Man Jadda Wajada!
Jaga kesehatan!
Jaga Prinsip!
Terimakasih!
Slebewwww
:indonesia::handshake::india::heart::folded_hands:

1 Like

Hi Ibu Titik! I absolutely love the nickname “Leee”. I will proudly carry that title all the way here in India! :smiling_face_with_three_hearts:

I couldn’t stop laughing at the story about the wall and your neighbor’s flooded house! :rofl: That is exactly why you have to be so clear about boundaries. You handled it with so much grace by letting them still use it, but making sure your kids know the legal reality. That is true visionary thinking.

Your rule about zero debt and paying only in cash is something I deeply respect. It is an “old school” mindset, but it is honestly the most peaceful way to live. No credit cards, no stress, just pure peace of mind.

Your parenting advice also hit right at home! What you said about boys needing to learn how to cook and clean is so true. Now that I am doing my internship at IIT Roorkee and living away from home, I definitely need to make sure I know how to take care of myself and not just survive on instant noodles so I don’t get sick! You are completely right.

I also really loved hearing how you guide Kezia. I have two younger sisters back home who are also active students right now, and hearing your strict but incredibly loving and visionary plan for your daughter gave me a whole new perspective. Guiding her towards skills like teaching, psychology, or MUA so she can always be independent and productive from home—no matter what her future husband’s situation is—is just brilliant.

You are raising them to be strong, capable, and totally grounded. Thank you for sharing these golden life lessons with me, Ibu. I am taking mental notes of everything! Man Jadda Wajada! Slebewwww! :india::handshake::indonesia:

1 Like

Leee @Ayaanali setiap ibu di seluruh dunia akan melakukan hal yang sama seperti ibu. Setiap orang akan melakukan semua untuk hal baik untuk orang-orang yang di cintai nya.
Walaupun orang tidak memerlukannya.

Masalah Reyes putra ibu, dia itu nakal leee , jadi ibu takut. Badannya kuat jago beladiri . Di tambah jadi ketua? Kamu tahu? Sekali pukul saja itu bisa berdarah dan mental . Sekali tendang pingsan anak orang. Dia satu karakter sama ibu. Punya nyali di atas rata-rata. Mampu menggerakkan dan merangkul teman-temannya makanya di pilih jadi ketua. Dan ibu kenal dengan anak-anak ibu satu per satu. Reyes itu di apain saja tidak pernah membalas diam saja kalau baru satu dua kali . Jadi kalau dia sudah membalas artinya sudha sering tersakiti.
Tanggung jawabnya besar . Punya trik banyak , akalnya banyak walaupun akal nakal . Jadi ibu takutlah punya anak seperti itu. Sejak kecil kumpul sama anak baru 5 menit sudah akrab. Di rumah sering banget bawain teman-teman nya. Rumah ramai . Jadi kalau ibu ke pondok juga ramai teman-teman nya di ajak makan . Misalkan pagi minta nasi 10 nah bawa tuh temennya 10 anak .
Nanti habis sarapan bilang ibu mahal siang 20 ya . Belanja makan 20,air 20, cemilan 20. Malam 50 teman-teman nya iya banyak satu konsul Banten di ajak makan . Ibu belikan ikan bakar yang banyak di pantai bomo Banyuwangi. Makan tuh semua temen-temennya.
Besuknya beda lagi dengan jumlah yang berbeda . Hadeeech buanyak temennya . Hari ke 5, ibu izin pulang uangnya sudah habis juga sudah pesan tiket pesawat . Pinter dia. Dan anaknya gtu. Pernah satu ketika dari rumah naik kereta ibu bilang pesawat saja gak mau alasannya temannya gak ada uang ok.
Yaudah naik kereta turun surabaya biar gampang ke Banyuwangi transit nya banyak kereta dari Surabaya bilangnya iya baik . Sini di pesankan untuk petapa orang? Sudah sama orang tuanya temen gak mau ngerepotin ibu katanya .
Oh baik anak pinter .

Lalu anak Gontor kan gak boleh pegang hp ya? Ok gak pegang hp. Ibu antar sampai stasiun Pasar Senen . Dan naiklah sama teman-teman nya . 8 anak ok bener berarti .

Singkat cerita tuh anak ngabarin kamu di mana leee kok kayak di kamar?
Iya bu buka dua kamar di malang innalillahi siapa yang buka? Kan Reyes sudah punya KTP . Mau jalan dulu keliling Malang sama temen baru ke Surabaya. Keseeel banget namun seorang ibu Sudah gak bisa bicara apa-apa hanya bisa bilang hati-hati besuk cek out langsung sholat Jumat dan ke stasiun cepetan ke pondok . Baik bu

Yaudah . Singkat cerita besuk malam harusnya sudha sampai pondok . Di suruh naik bekal malah main grab

DNA ibu ada tanda kok ustad gak ngabar-ngabarin . Ibu ada tanda. . Leee ini ada minyak wangi dan sedikit oleh2 untuk ustad di kasih ya? Harusnya kalau sudah sampai pondok ustad wa dong . Gak wa2 jam 3 pagi 5 pagi 10 pagi 11 siang lagi aduh belum balik. Kita ornag tua main salah2an tuh . Takut ada apa2 di jalan . Masalahnya anak2 bawa uang itu bisa masing2 dalam jumlah uang banyak. Reyes sendiri 8 juta . Temannya gak jauh beda pastinya dan itu tunai kan anak gak boleh bawa ATM. Ternyata emang dasar bocah ya ketangkep pondok lah.

Sudha di bilangin jangan bawa hp , malah pada patungan beli hp bekas . Lalu , mereka juga patungan sewa rumah warga . Di tambah pada patungan sewa travel pergi ke 20 tempat destinasi wisata di Banyuwangi. Baru 5 tempat sudah ke tangkep . Hahaha sumpah deh keseeel banget .

Untung coba di botak . Kalau lebih dari itu ibu yang mati .

Makanya pas jadi guru gontor pinter dia kalau ada anak kabur tahu di mana tempatnya. Misalkan anak hilang kabur sudah 15 menit yang lalu . Tau dia nyarinya

Pertama naik motor cari di loket bus gak ada ke stasiun gak ada kalau di dua tempat itu gak ada pasti ke rumah warga karena dia sudah pernah jalan kaki dari sini ke sana berapa lama jadi dia geledah rumah warga baru deh ketemu . Kelakuan dia tuh begitu makanya ibu takut . Semakin amanahnya tinggi semakin banyak sedekah . Bagaimana kalau anak ibu jadi menteri atau presiden ya hahaha kayak ya ibu gak tidur doaaa saja sama sedekah di banyakin

Kalau kezia beda lagi anak rumahan gak pernah neko-neko . Itu bedanya anak lelaki dan perempuan . Kamu jangan kayak anak ibu ya leeee nanti buat khawatir ornag tua jangan nakal belajar aja fokus . Jaga diri jaga sikap jaga prinsip jaga istirahat dan sebagainya. Masa belajar itu pahit namun kalau sudah selesai enak leee

Hi Ibu Titik! Oh my goodness, I could not stop laughing while reading this! That is literally like a movie script! :joy:

Reyes and his friends are absolute legends. Pooling their pocket money to buy a burner phone, rent a house, and hire a tour guide to visit 20 places is a complete master plan! Even though they got caught and shaved bald after just 5 places, that is a story they will definitely remember for the rest of their lives. I can only imagine how stressed you and the other parents were waiting for the Ustadz to call!

But the plot twist is the best part! The fact that his “rebellious mastermind” days actually trained him to be the ultimate detective when he became a teacher is just hilarious. Of course, he knows exactly where the runaway students hide—he invented the playbook! :rofl: It makes total sense why you increase your Sadaqah when he gets more responsibility; keeping him out of trouble is a full-time job!

Don’t worry, Ibu, I promise I won’t give my parents (or you!) that kind of heart attack. Kezia and I seem to share that safe “homebody” energy. I will take your advice to heart: stay out of trouble, focus entirely on my studies, and embrace the “bitter” part of the learning process so I can enjoy the sweet results later.

Thank you for sharing this epic story. It completely made my day! Man Jadda Wajada! Slebewwww!

1 Like

Leee @Ayaanali kamu tahu gak mental ibu kuat itu salah satunya ngadepin Reyes tuh di paksa kuat punya anak seperti itu. Apa yang di larang itu yang di lakukan. Ibu sudah kenyang sejak Reyes TK sampai SD selesai hampir tiap minggu ibu di panggil sekolah karena kelakuannya coba .

Ada aja kelakuannya. Saat TK kan gurunya suka nyanyi2 dulu kan sebelum belajar ? Itu gurunya nyanyi apa saya Reyes di ganti lagu piterpen yang saat itu he hits. Jadi pas gurunya nyanyi lagu anak2 TK Reyes mulai gini te rey te rey te ret semua temen sekelasnya lebih ngikutin Reyes nyanyi coba.
Suara gurunya kalah akhirnya gurunya diem :zipper_mouth_face:

Terus anak gak bisa diem keluar terus pintunya di kunci sama gurunya . Pas gurunya menulis Reyes dan temennya masih inget namanya Sofyan , dan temen2nya , yang satu pura-pura main sambil dorong kursi mepet pintu , anak satu pura-pura mainan sapu dan Reyes mencoba menyodok kancing pintunya dan terbukalah pintu tersebut . Seketika anak-anak sekelas langsung buyar ke mana2. Ada yang di ayunan perosotan dan lainnya.
Pusing sumpah anak usia 4 tahun kayak gtu . Tapi kalau lomba dia menang terus mewakili sekolah selalu juara satu .

Bingung kan ?

Di SD apalagi sumpah parah gurunya pernah ada yang di buat nangis. Ada Reyes paling tidak suka dengan pelajaran B Arab karena susah . Lalu di buku B Arab di tulisin besar2 gini , pelajaran B Arab bikin otak meledak dak dak dak duarrrrr
Dan itu di aksih julukan ke gurunya tersebut . Asal guru tersebut lewat atau mau masuk kelasnya Reyes bisik2 ke temennya bilang otak meledak lewat otak meledak lewat awas ada otak meledak
Si guru nangis lah lari masuk ke kantor berharap di kejar anak2 minta maaf la ndelalah gak ada yang peka malah pada main di kelas . Pusing gak?

Asal bel masuk sekolah pada ilang di cari gak ada , satu ada yang sembunyi di atas pohon itu Reyes ,satunya ada di mana itu kelas 3 SD pusing beneran. Pernah kita di panggil guru gegara Reyes dan temen2nya main petak umpet di rumah kosong itu yang akan di lupakan sampai kapanpun sama kita2 orang tua . Jadi anak2 main petak umpet nah Reyes n the genk ngumpet di rumah kosong di Adiyasa nanya rumah kosong . Nah rumah kosong kan temboknya runtuh kan jadi bisa lihat rumah tetangga belakang pas ngumpet ada ibu2 keluar dari kamar mandi pakai handuk Miki mouse anak-anak suka . Kata Reyes ke teman-teman nya eh sini , apa apa? Ada Miki mouse warna merah. O ya ? Iya . Tuh ada Miki mouse warna merah . Nah yang ngumpet pada ngumpul lihat Miki mouse warna merah , laaaa ibu-ibu itu tersadar dia marah ngatain anak-anak macem-macam di ancem di laporin ke kepala sekolah karena mengintip dia . Ya karena anak-anak cuma niat mau lihat Miki mouse ya dia jm bilang nggak takut nggak takut . Eh di laporin benerna kita ornag tua anak-anak itu di panggil sekolah . Di ceritain kronologinya terus ya kita ketawa lah gemana? Ah masih banyak cerita anak laki-laki nakal banget sumpah .

Sejak itu ibu mendidik ada ibu bedain untuk Reyes ibu didik se macho mungkin untuk kezia se anggun mungkin .
Kezia bener-bener tidak ibu izinkan keluar sendirian tanpa mahram atau pendamping mau sama siapa ke mana saja harus kita dampingin . Boleh pergi tanpa kita setelah ibu serahkan kepada suaminya kelak setelah menikah itu prinsip ibu karena anak perempuan itu mahkota keluarga . Yang harus ibu jaga. . Jadi ibu gak banyak cerita tentang kezia datar saja .

Beda sama Reyes dna ternyata kenapa Reyes bisa baik dalam kepemimpinannya karena itu sepertinya . Soalnya kalau ibu tanya kok kamu bisa leee memperkirakan apa gtu lupa satu kejadian lah pokoknya .

Reyes jawab katanya itu sama seperti kita main layangan bu, jadi kalau layangan putus di ketinggian berapa kira-kira jatuhnya di mana ke mana arahnya dia harus lari secepat apa agar dia mendapatkan layangan putus tersebut . Gtu loeee
Nah karena ibu punya anak seperti itu dan ibu tau proses di Gontor gak mudah gak murah gak sebentar . Ibu ahrus berfikir dan bekerja ekstra bagaimana generasi ke depan ibu semakin baik .

Sejak anak-anak ibu di pondok gontor percaya gak? Dan ini semoga yang mengalami bukan ibu sendiri jadi biar ibu gak ngerasa sendirian .
Di saat orangtua lain punya uang sejuta berasa banyak , saya kalau hanya punya uang 5-10 juta ibu anggap gak punya uang . Anak ibu kayak gtu modelnya . Tiba-tiba kring bu butuh uang berapa? Sekian . Iya baik ke 5 menit ibu kirim . Ibu harus punya uang cadangan . Dan sejak ibu bilang sudah gak papa di hukum di jalanin selesai makan nanti uang jajan ibu tambahin itu tau gak berapa uang jajannya? Seminggu sejuta bayangkan ya tapi ada aja rezeki ibu terima ketering ibu jualan baju dan lain-lain
Kalau masjid ada acara snack pesan di ibu dan biasanya kalau seminar pesannya ribuan . Sekarnag mereka gak pernah minta uang lagi mereka sudha kerja dan ngapain ibu kerja ? Ibu makan pakai terus dasar juga sudah cukup buat apa ? Ya begitu aja juga kan mikirnya setiap hari sakit lah sampai mau di culik sudah gak berguna ibu di sini leee
Ini jeritan hati seorang ibu
Terus anak-anak pada wa lo ke bapak
Masa ke ibu nggak
Kan sebel itu awalnya xixixi

1 Like

Hi Ibu Titik, first of all, I am so sorry for replying late today! I was super busy all day with some tasks and couldn’t check my messages earlier.

But wow, I was literally laughing out loud reading about Reyes! He was such a little menace. From hijacking the teacher’s song with a Peterpan hit to making the Arabic teacher cry and that whole Mickey Mouse towel situation… he was definitely giving you and the school a massive headache. But it really makes for the funniest stories now. You can completely see how his mastermind brain, like calculating exactly where the broken kite would fall, turned him into such a genius leader later on.

It makes complete sense why you decided to raise him to be super macho and Kezia to be elegant and protected. You had to balance out that wild energy somehow!

But Ibu, reading about how incredibly hard you worked to support them financially really touched my heart. Taking catering orders, selling clothes, and making thousands of snacks just so you could send him money in 5 minutes whenever he needed it… that is true motherly sacrifice. It completely explains your absolute frustration and the ‘cry of a mother’s heart’. It hurts when you dedicate your entire life and sweat to raising them, and then they casually text their dad instead of you! Any mother would be annoyed and feel left out after making those kinds of sacrifices.

Just remember that all those late nights and hard work built the successful, independent kids they are today. Please don’t ever feel useless. They might be a little clumsy and forget to text sometimes, but they know exactly who the real boss and superhero of the family is. Sending you lots of respect from India!

1 Like

Terima kasih leee @Ayaanali tidak ada yang harus di maafkan leee sesenggangnya saja . Insyaa Allah ibu faham dengan aktivitas kamu yang padat. Kamu masih harus beradaptasi dengan lingkungan baru kan , santai aja nanti kalau sudha dapat menyesuaikan dan sudah paham akan ritmenya juga akan longgar lagi kok. Di nikmati saja prosesnya , memang seperti itu leee . Keep smailing :wink:

Mengenai Reyes iya leee entah apakah semua ibu seperti ibu allahualam bisowab. Yang jelas ibu paham anak ibu seperti apa dan harus ibu apakah agar masa depannya jauh lebih baik dari pada ibu. Namanya kerja keras dan lainnya itu sudah menjadi bagian dari konsekuensi yang harus ibu terima leeee
Kita ornag tua sering di hadapkan dengan dua pilihan. Dan ibu selalu ingat hidup adalah perjuangan istirahat nanti di surga. Dan pilihan hidup ada dua . Baik itu mau memilih A&B semuanya mengandung resiko. Kalau anak ibu tidak di Gontor juga akan ada resiko yang harus ibu tanggung.

Dan semua orang lahir di dunia sudah ada rezekinya masing-masing. Tergantung dengan cara mengambil rezekinya saja leee,

Mau di ambil dari tangan kanan atau tangan kiri? Mau dengan usaha dan kerja keras atau dari tangan kiri ibu kita kamu faham maksudnya .

Dan mau di ambil dari tangan kanan atau kiri mau di ambil dengan cara yang baik seperti kerja keras dan lainnya atau mau dengan cara yang mudah namun dengan tanda kutip, kalau jatahnya sekian tidak akan nambah leee tetap turun rezekinya juga tetap segitu . Bener gak leee kalau bener kita sepakat ya … :handshake:

Dan dari uang yang kita punya , kita juga bebas memilih untuk mengalokasikan pendapatan kita ke mana? Mau untuk ber foya-foya, mau untuk infestasi hidup di masa depan misalkan membuat kontrakan atau usaha apa yang jauh lebih besar . Atau untuk di nikmati seperti membangun rumah , atau mobil mewah atau apapun itu bebas leee

Dan ibu memilih mengalokasikannya ke infestasi pendidikan anak-anak leee

Dengan biaya anak-anak yang dapat menembus ratusan juta per tahun ibu bisa berfikir investasi rumah saja setiap satu atau dua tahun beli satu unit rumah atau membuat kontrakan bisa banget leeee atau membeli sawah yang luas bisa saja bisa banget . Namun melihat Reyes yang seperti itu kalau tidak ibu selamatkan di ponpes Gontor, kalau sekolah di luar apa gak jadi pimpinan genk yang suka tawuran bener gak?

Jadi ibu sebelum memutuskan biasanya sudah menghitung secara rinci ke dua piliha baik pilihan A&B . Dan ibu pilih dengan resiko yang minim tentunya .

Di pondok aja ustad-ustadnya selalu di buat repot sama dia. Kamu tahu gak? Yang namanya ketua PSA panitia siswa akhir itu kalau ada acara duduknya di depan bersama jendral- jendral di pondok . Itu impian orangtua bisa melihat anaknya duduk bersama jajaran jendral-jendral di pondok dan tugas Reyes naik ke panggung memberikan sovenir kepada narasumber. Di cari sepondok gak ada semua nyariin dia gak ada . Akhirnya di kasih anak lain yang dapat mewakili. Pas ketemu sama ustad itu kerah kemejanya di tarik saking gemesnya . Kemana kamu selamanya ada ustad iya ke mana kabur ya ? Nggak ana di pondok . Ustad gak percaya karena di setiap pondok di cari gak ketemu dia tetep kekeh dengan pendiriannya dia jawab tetap di pondok saya kira Reyes memang tidak suka berbohong memang di pondok . Walaupun di cari tidak ada . Lalu ibu yang tanya kamu ke mana leee ? Ada bu di pondok . Emang di mana katanya lo di cari gak ketemu, tidur di di atas plafon . :woman_facepalming:t2:

Kenapa nggak ngaku saja ? Nggak maulah itu tempat persembunyian Reyes yang paling aman kalau lelah bisa istirahat tanpa di ganggu ya di situ . Coba kamu terfikir gak cari tempat yang aman sampai ke plasffon?

1 Like

Hi Ibu Titik! Thank you so much for understanding. You are completely right, I am just trying to find my rhythm with this new internship, but your messages always bring a big smile to my face after a long day of work!

Your philosophy on “rezeki” and investments is so true. Buying houses, land, or luxury cars is great, but investing all that money into your children’s education is the ultimate investment. And you are 100% right—if Reyes wasn’t disciplined in Gontor, with his mastermind brain, he would have definitely been the ultimate street gang leader by now! :joy:

I literally could not stop laughing at the ceiling story! Every parent dreams of seeing their son sitting in the VIP row with the generals, and your son was secretly sleeping inside the roof just to get some peace and quiet! :rofl: The fact that he kept it a secret from the Ustad just so he wouldn’t lose his ultimate hiding spot shows exactly how smart and mischievous he is. He was playing chess while everyone else was playing checkers!

Thank you for always sharing these amazing life lessons and hilarious stories with me, Ibu. “Hidup adalah perjuangan istirahat nanti di surga” is my new favorite quote. Keep smiling and have a great day! Man Jadda Wajada! Slebewwww!

1 Like

Hahaha leee @Ayanaali , ibu bahagia mendengar kamu bisa tertawa dan semoga menjadi pelepas rasa lelahmu setelah kamu sibuk berkegiatan seharian. Alhamdulillah dan itu pahala ibu juga ya leeee , kamu bahagia ibu dapatkan pahala. Kan membahagiakan orang lain itu pahala . Seremeh itu lo cari pahala. Buat orang senyum . Xixixix

Dan mengenai Reyes , wajar kan mental ibu bisa setebal ini?

Dan itu belum seberapa leee , saat mau acara yudisium kelulusan Gontor,

Reyes nyaris di pindah cabang bayangkan. Ibu kesel banget . Reyes itu kalau tidur susah di bangunin. Jangankan anak-anak seangkatannya, bahkan gurunya juga gak ada yang berani bangunin. Jadi pagi itu ada rapat online dengan direktur KMI pusat di aula Gontor 4 Banyuwangi. Acara di mulai jam 8 pagi . Reyes ketua PSA (Panitia Siswa Akhir). Dan rapat di mulai jam 08.00 pagi waktu setempat. Gontor itu di siplin tingkat dewa paham kan?

Dan Reyes itu ketua pasti jadi sorotan bener gak? Dengan tidak adanya Reyes bapak direktur KMI cabang Banyuwangi sudah menaikkan namanya di screen besar-besar. Di tulis jam 09.00 tidak datang artinya pindah . Kalau pindah artinya sudah otomatis harus berkemas angkat kaki dari Gontor 4 Banyuwangi dan bisa jadi di taruh di luar pulau Jawa. Siapa yang gak ketar ketir coba . Mau tau gak Reyes bangun jam berapa? Jam 08.30 pagi . Itu masih ngumpulin nyawa dulu , mumet kanan kiri . Ya Allah nama dia itu sudah di pasang besar2 pahm gak segitu santainya. Ibu sudah geregetan tau gak leee

Lalu selesai mulet ngumpulin nyawa baru ke kamar mandi ngantri. Singkat cerita tau gak sampai aula jam berapa? Jam 9 kurang 5 menit paham gak?

Siapa yang geregetan coba semua ustad dan semua jendral di buat deg-degan termasuk ibu. Dan sebelum masuk ruangan kena tempeleng dari salah satu ustad hahahaha bodo amat itu juga sudah mewakili rasa geretan saya . Masih bagus di tempeleng doang gak jadi di pindah . Hadeeech :woman_facepalming:t2::woman_facepalming:t2::woman_facepalming:t2: bikin gara-gara aja .

Dan setelah itu nama dia di turunkan dari screen. Coba to leeee jadi kalau ada yang bilang bu Titik mah enak anaknya bla bla bla mereka gak tau prestasinya juga belum tentu mereka mampu menghadapinya.

Pernah juga dia ceroboh Reyes itu anak lapangan bukan anak admin di semua acara dia mengajukan dana untuk smeua acara dan namanya Reyes mana telaten dia nyatet2 itu urusan sekretaris lah namun pas laporan kurang harus tanggung jawab dan itu kurang berapa coba? 17 juta gak main2. Yaudah ibu ganti saja . Itu yang namanya bagian dari proses pembelajaran leeee ada konsekwensi yang harus di bayar . Ibu hanya memastikan apakah kamu pakai uang itu leee
Nggak bu
Ok yaudah intinya bukan dia yang pakai
Yaudah di ganti saja uang bisa di cari

Seperti itu leee jadi orang tua. Kelak kamu juga akan merasakan apa yang ibu rasakan .

Satu tujuan ibu , ibu ingin mendampingi mengantar anak-anak ibu menuju pintu gerbang kesuksesan. Walaupun jalannya tidak selalu mulus dan tidak selalu lewat jalan utama. Karena yang ibu rasakan sampai di sini ibu banyak sekali melewati gang sempit jalan tikus yang berliku-liku. Harus kuat prinsip anak adalah amanah dari sang kuasa yang harus kita pertanggung jawabkan kelak di hadapan Allah . Ibu hanya ingin kuat dan mampu melalui ini semua . Makanya ibu punya kesimpulan dari rezeki mau kita dapatkan dari mana ke mananya? Biar ibu tidak iri melihat teman-teman ibu yang secara duniawi lebih sukses tapi kan dia gak punya anak-anak yang alumni Gontor dengan biaya sebanyak itu bener gak?

Dan jangan lihat enaknya saja karena proses orang tidak sama . Pada intinya setiap keluarga punya tawa dan airmata sendiri 2 . Bener gak? Itu sedikit cerita dan semoga dapat di pahami dan di jadikan pelajaran untuk siapapun