Halo Semua Local Guides Connect!
Melihat pembaruan kampanye #InspiringRamadan26 – Campaign Midway Update dari @MahabubMunna pagi ini membuat saya tertegun sejenak. Sangat luar biasa melihat dampak global yang dihasilkan dari Bangladesh, Indonesia, Pakistan, hingga Amerika dan Jepang. Saya merasa sangat rendah hati melihat nama saya berada di daftar kontributor teratas untuk sementara ini.
Bulan Ramadan tahun 1447H/2026 ini benar-benar menjadi kado yang indah bagi saya. Selain pencapaian statistik kontribusi Februari yang cukup aktif, kabar mengenai terpilihnya saya untuk Connect Live Singapore 2026 adalah berkah yang sangat saya syukuri.
Namun, kejujuran adalah bagian dari koneksi. Di balik angka-angka tersebut, saya sedang berjuang dalam masa pengobatan rutin di psikiater. Sejujurnya, saya lebih banyak merasakan “mager” atau kehilangan motivasi karena kondisi kesehatan mental saya. Mood saya fluktuatif, dan sering kali saya merasa tidak bertenaga untuk melakukan apa pun.
Lantas, bagaimana saya tetap bisa berkontribusi? Berikut adalah sisi manusiawi dari perjalanan saya:
1. Mengikuti Arus Mood yang Fluktuatif Saya tidak memaksakan jadwal menulis yang kaku. Karena mood saya sering naik-turun, saya menulis kapan saja saat energi itu muncul. Jika sedang down, saya akan beristirahat tanpa rasa bersalah. Namun, saat semangat itu datang sekecil apa pun saya langsung menggunakannya untuk menyusun ulasan maupun menulis di connect. Kontribusi saya adalah cerminan dari perasaan saya saat itu.
2. Keajaiban Sebuah Meet-up Meskipun sering merasa malas bergerak, ada satu obat yang ampuh: Meet-up. Anehnya, meskipun badan terasa berat, semangat saya selalu berkobar jika ada agenda bertemu dengan teman teman Local Guides. Interaksi langsung, tawa, dan diskusi saat mengeksplorasi tempat baru (seperti ulasan saya tentang Masjid Al Falah atau Nurul Hayat) adalah bahan bakar utama yang membuat saya tetap melangkah.
3. Niat sebagai Sedekah Informasi Saya mencoba mengubah setiap ulasan menjadi “sedekah jariyah”. Memastikan aksesibilitas masjid atau fasilitas umum terdokumentasi dengan baik bukan lagi sekadar tugas, tapi cara saya berbagi manfaat dari apa yang saya lihat, disisi lain sekaligus niat beribadah di masjid, mengikuti buka puasa bersama, hingga healing sendirian di masjid.
4. Menghargai Langkah Kecil Saya belajar untuk tidak membandingkan diri dengan orang lain. Pencapaian 62 tempat unik di bulan Februari dan jutaan tayangan foto adalah bonus dari konsistensi kecil yang saya lakukan di tengah perjuangan pribadi saya.
Terima kasih kepada para moderator dan teman-teman yang selalu memberikan dukungan hangat di setiap postingan saya. Postingan ini saya buat untuk siapa pun di luar sana yang mungkin sedang berjuang dengan kesehatan mental: Tidak apa-apa untuk melambat, tidak apa-apa jika mood mu tidak stabil. Tetaplah melangkah saat kamu mampu, yang penting niatkan melalui ulasan di maps untuk mencari keberkahan dan pahala sedekah informasi di bulan Ramadhan.
Mari kita teruskan semangat #InspiringRamadan26 ini sampai hari kemenangan tiba! ![]()
![]()





