Between the Loops is a series of my spontaneous writings, where I share whatever is on my mind as a Local Guide. Normally, my leisure time is quite simple. I enjoy reading a book or listening to music to recharge. But lately, while waiting for the my next Local Loops Episode 2, I’ve added a new ritual to my routine: cleaning up Google Maps. It started when I noticed how messy my neighborhood in Malang looked on the map. It’s full of points that don’t really belong there.
Too many private houses on the map
When I browse the area around my house, I see many places like:
“Rumah Keluarga X” (Family X’s House)
“Rumahku” (My House)
“Rumah Eyang” (Grandma’s House)
Almost all of them use the category “Housing Complex.”
I understand why people do this which is mostly to help delivery drivers or guests find their exact door. But a single house is not a “Housing Complex,” and more importantly, private houses should not be on Google Maps . According to the official guidelines: Maps is for public places, not for private houses to be listed as POIs.
A Very Satisfying Ritual
Lately, I’ve been spending my spare time reporting these points and suggesting edits. To my surprise, almost all of my edits are accepted by Google. There is something very satisfying about seeing the map become cleaner and more accurate one click at a time. I do it because I want the maps around my area to be clean and accurate.
Want to help clean the map?
If you want to start editing but aren’t sure how to handle private locations, I recommend reading these tips from @MortenCopenhagen. He has great advice on how to do this correctly.
Also, for everything related to the Local Guides Clean The Map (#LGCTM) campaign, make sure to read the post by @JanVanHaver. He provides excellent materials and insights on how to keep our map healthy:
So, that is my new hobby during my leisure time! It’s quiet, simple, and helpful for the community—all while waiting for the next update from the Local Loops series.
How about you? What is your “ritual” when you have some free time on Google Maps?
Thanks for the reminder and your detailed description @NunungAfuah.
I don’t remember having seen so many private addresses, but perhaps, I should watch more carefully. I often suggest name changes, for example “XYZ Restaurant” → “XYZ” or just yesterday, when I realized a restaurant did close as of January 2026, I suggested “Permanently closed” and it was also accepted immediately.
Terima kasih sudah bercerita tentang hal ini, Mbak @NunungAfuah
To be honest, hal ini super super super penting untuk dibahas. Postingan ini menjawab hal yang kebetulan sempat menjadi dilema buat saya, karena rumah-rumah pribadi ini, sepertinya yang sudah dijelaskan di atas, kemungkinan besar dibuat untuk kepentingan pengiriman barang. Hal ini banyak sekali terjadi karena misinformasi dari portal berita tentang penambahan rumah pribadi ke Google Maps. Akan tetapi, memang hal seperti ini melanggar kebijakan Google, dan bahayanya, ada yang menambahkan nama lengkap, foto, dan nomor HP pribadi.
Sebagai gantinya, kita bisa memastikan informasi dan menambahkan tempat-tempat publik yang belum ada di Google Maps, contohnya lapangan, taman, masjid/musala, balai desa, dan lain sebagainya. Tempat ini diharapkan dapat menjadi patokan pencarian alamat. Lebih jauh lagi, kita perlu mengedukasi orang-orang untuk menambahkan rumah pribadi dengan tahap-tahap yang dapat dilihat melalui link ini, serta cara untuk membagikan alamat tersebut.
Catatan:
Saya ingin menandai Mas @ISAIKBALULSURUR terkait diskusi kami berdua di chat kemarin. Monggo, Mas, untuk membaca postingan ini.
Yes, it is common in Indonesia because of misinformation from the local news websites to add private homes that can be seen publicly on Google Maps. Basically, the news said that you can add private homes by using any categories available on Google Maps. How about you, @JanVanHaver? Is it common to have private houses appear publicly in your country?
Nah ini benar! Saya setuju Mas @ALG87. Pemberitaan media tentang menambahkan “rumah” di Google Maps ini memang menyesatkan. Sehari sambil rebahan saya bisa edit rumah ini 20 titik, dan masih tetap ada yang lainnya!
Btw, kemarin waktu saya coba tulis kategori “rumah” di Google Maps search lewat desktop kok tidak muncul ya @ALG87, namun lewat ponsel bisa muncul. Biasanya Mas Glen pakai desktop juga?
Wah hehehe kok pas banget diskusi kita hari ini di angkat mbak @NunungAfuah , terimakasih tambah menarik tulisan ini untuk dilakukan ini sapu sapu rumah diwaktu gabut. Aku kemarin sehari dapat 15 rumah
Terima kasih mas @ALG87 sudah menandai saya, next bikin meet-up lagi untuk edit edit peta sepertinya banyak hal yang masih perlu dipelajari.
Ini adalah draft tulisan lama, dan sebenarnya saya sudah melakukan map editing kategori rumah jauh sebelum bertemu dengan teman-teman komunitas di tahun 2016 lalu. Namun memang meet up bersama Mas @ALG87 jadi pemantik lagi (sungkem).
Terima kasih sudah mampir di tulisan ini @ISAIKBALULSURUR. Yakin mau menambahkan rumah @Dhatuardhan?sepertinya bukan ide yang bagus
Kalau hasil pencarian melalui dekstop dan ponsel kadang-kadang dapat memberikan hasil yang berbeda untuk beberapa hal tertentu, Mbak, termasuk mengenai pencarian spam. Ada pencarian spam yang muncul di desktop tetapi tidak muncul di ponsel, dan sebaliknya.
Hanya saja saya belakangan ini mempelajari ada yang berbeda dari hasil pencarian Google dengan menggunakan desktop. Seandainya saya menggunakan satu tab atau lebih untuk membuka Google Maps secara terus menerus (biasanya saya gunakan untuk pengujian apakah suatu tempat sudah dapat dicari melalui pengisian kategori pada kolom pencarian), ada suatu saat bahwa pencarian tersebut tidak membuahkan hasil sama sekali. Padahal jelas-jelas tempatnya ada di dalam peta dan pinpointnya juga terlihat. Saya pun sudah melakukan zoom-in dan menggeser peta untuk mencari tempat lain dengan kategori sejenis, tetapi hasilnya nihil. Pada akhirnya tab tersebut saya tutup dan saya membuka Google Maps melalui window yang baru.
Saya tidak tahu apakah glitch-nya terjadi pada saya saja, tetapi mungkin tidak salah untuk mencoba membuka melalui window yang baru jika memakai desktop. Saya sendiri kalau mengetik kata “rumah”, yang muncul adalah seperti ini