Pada tau belum kalau ada gerakan Indonesia Action day? ini merupakan suatu gerakan untuk melindungi hewan endemik Indonesia (hewan asli yang hanya hidup di Indonesia) yaitu Anoa, Banteng Jawa, dan Babi rusa dari kepunahan. Gerakan ini diawali dengan berdirinya Action Indonesia GSMPs pada tahun 2006.
Gerakan Indonesia action day salah satu dilakukan di kebun binatang konservasi Batu secret zoo, dengan gerakan 1000 koin. Gerakan ini mengajak para pengunjung untuk ikut terlibat dan lebih paham betapa pentingnya menjaga satwa endemik asli dari Indonesia, dengan memasukan koin kedalam kotak yang disediakan menjadi bentuk dukungan para pengunjung dan menyatakan ikut bersama-sama peduli terhadap satwa-satwa asli Indonesia, jangan sampai berbagai hewan asli Indonesia menjadi punah seperti Harimau Jawa (Panthera tigris sondaica) yang dinyatakan punah pada tahun 1980an, Harimau Bali (Panthera tigris balica) dimana harimau Bali terakhir ditembak mati pada tahun 1925 dan secara resmi hewan satu ini dinyatakan punah pada tanggal 27 September 1937.
Ketiga satwa endemik ini menjadi perhatian penting pada kegiatan ini. pertanyaan kenapa ini menjadi penting? ketiga satwa asli Indonesia ini menjadi penting untuk dilindungi karena mereka adalah bagian dari ekosistem yang terhubung satu sama lain, dengan kepunahan satwa endemik ini menjadikan ekosistem yang sudah ada menjadi terputus dan tidak stabil. Satwa endemik juga menjadi daya tarik sendiri bagi para pecinta satwa dari seluruh dunia, kita pasti bangga ada satwa yang hanya ada di Indonesia dan betapa malunya kita kepada dunia jika tidak mampu menjaga mereka. Dengan menjaga mereka, kita ikut melindungi satwa-satwa yang lain dari kepunahan.dikutip dari website www.actionindonesiagsmp.org menjelaskan bahwa Ikatan Anoa, Babirusa, dan Banteng dengan budaya Indonesia adalah beberapa yang tertua di dunia. Babirusa dan Anoa menjadi berita internasional pada tahun 2014 ketika seorang arkeolog tanggal lukisan gua binatang ini ditemukan di Sulawesi lebih dari 35.000 tahun yang lalu. Pada saat itu, ini menjadikan gambar sebagai contoh seni figuratif tertua di dunia. Empat tahun kemudian, Banteng menjadi sorotan. Sebuah gambar ditemukan di sebuah gua di Kalimantan yang setidaknya berusia 40.000 tahun. Selain seni gua, perhiasan yang terbuat dari gading Babirusa yang dipotong ke disk telah ditemukan. Namun, tidak ada banyak bukti yang menunjukkan bahwa Babirusa, Anoa, atau Banteng adalah bagian dari makanan rutin orang-orang ini, membuat para antropolog percaya bahwa hewan-hewan ini memiliki makna simbolis khusus bagi orang Indonesia awal. Penemuan ini tidak hanya mengubah pemahaman kita tentang perkembangan manusia, tetapi juga mewakili hubungan kuno antara spesies ini dan masyarakat Indonesia.
Yuk ikut andil dan peduli dengan berbagai kegiatan pelestarian lingkungan dan satwa, karena kalau bukan kita sendiri yang menjaga mereka, lalu apa yang bisa kita tunjukkan kepada anak cucu kita kelak?


