MEI 2022, saya bersama Tim Media Asumsi melakukan perjalanan di sungai Ciliwung menggunakan perahu motor. Ekspedisi pendek dan sehari ini rencananya akan menyusuri sungai Ciliwung dari Dermaga Sahabat Ciliwung di Kolong Jembatan Tol Cinere - Jagorawi di Kota Depok Propinsi Jawa Barat Negara Indonesia
Ekpedisi pendek ini ingin melihat dari dekat, dari hal yang tidak biasa, dari tengah sungai Ciliwung. Persiapan yang kami lakukan kesiapan setiap orang, perahu berikut perlengkapannya dan perlengkapan perlindungan orang dan kamera.
Titik pemberangkatan dari Depok dan akan finish di Pintu Air Ciliwung Manggarai di Jakarta Selatan,
Namun rencana berubah ketika setelah melakukan perjalanan sekitar 3 jam dan istirahat di bawah Jembatan TB. Simatupang hujan mulai turun. Status persiapan ditingkatkan untuk perlindungan orang dan kamera. Perjalanan berikutnya tidak seperti perjalanan sebelumnya dengan cuaca cerah. Hujan makin deras. Kami tetap mencoba melakukan ekspedisi dengan tenang dan awas terhadap situasi sekitar.
Setelah hampir dua jam perjalanan, situasi berubah. Petir menyambar, menggelegar. Rasanya sangat dekat dengan kami. Aroma tidak sedap dari aliran air kotor yang masuk bersama air hujan lewat drainase mulai masuk sungai. Naluri saya bekerja, saya komunikasi dengan pengendali perahu dan tim media.
Kita harus cari titik terdekat dan aman untuk emergency exit!
Atas nama keselamatan dan keamanan, tim sepakat untuk lakukan keluar dari situasi darurat. Akhirnya, kami menepi di sisi kanan jalur sungai tepat di bawah Jembatan Ciliwung Kalibata
Tim bergerak cepat. Satu demi satu turun dari perahu membawa perlengkapan kamera dan naik ke lokasi aman. Berikutnya motor tempel, terakhir perahu dan pengendali perahu. Setelah semua naik dan dipastikan aman, sungai Ciliwung di Kalibata meluap.
Kami bersyukur selamat dan footage untuk video sudah dapat.
Berikut video yang di rekam oleh Tim Asumsi
“Air adalah sumber daya alam yang vital bagi manusia dan makhluk hidup. Apabila lingkungan rusak, uang, permata, investasi saham, properti menjadi tidak berarti dibanding setetes air bersih”