Halo Guides!
Bandung Local Guides pada hari minggu 16 Februari 2020 menyelenggarakan Meet-Up dengan tema Jelajah alam Historical Cycling. Historical Cycling adalah kegiatan bersepeda menggunakan sewa sepeda Boseh milik Dinas Perhubungan pemerintah kota Bandung.
Acara ini diselenggarakan atas tingginya minat peserta dalam bersepeda dan aekaligus untuk mengajak para peserta agar lebih mengurangi polusi dalam berkegiatan di luar ruangan dengan menggunakan sepeda sebagai transportasi alternatif yang sehat, aman, dan bersih.
Acara ini dimulai dari terminal Leuwipanjang, kota Bandung. Dimulai pukul 06.30 WIB berkumpul di halaman terminal. Satu per-satu peserta hadir dengan total 26 peserta dari rencana 34 peserta yang minat mengikuti kegiatan ini.
Sebelum berangkat para peserta di data terlebih dahulu untuk menggunakan sepeda. Karena sistem Boseh ini adalah sewa, jadi tiap peserta wajib menulis nomer sepeda di lembar data peserta dan tidak boleh bertukar sepeda, karena masing-masing peserta bertanggungjawab terhadap sepeda yang mereka gunakan.
Acara dimulai pukul 7.20 WIB, dimulai dengan pembukaan dari penyelenggara dan penyampaian pesan dari pihak Boseh untuk teknis penggunaan sepeda.
Selanjutnya bersepeda pun dimulai dengan mengayuh sepeda keluar terminal Leuwipanjang dengan formasi 2 baris menuju rute utama Taman Tegalega. Sepanjang jalur Terminal Leuwipanjang menuju Taman Tegalega ini jalurnya cukup padat dan tidak ada jalur untuk bersepeda, sehingga kami harus berhati-hati dalam menentukan posisi berkendara demi keamanan berlalu-lintas.
Setiba di Taman Tegalega kami bertemu dengan Rakha dan Tiara yang sudah menunggu di Museum Sri Baduga sesuai janji dengan penyelenggara. Lalu acara dilanjutkan menyusuri jalan Moh. Toha dan masuk ke jalan Dewi Sartika.
Di jalan Dewi Sartika kami berhenti sejenak tepatnya sebelum terminal Leuwipanjang, disana kami melakukan edit peta untuk menghapus satu tempat yang salah dan sudah ada sejak lama, yaitu Taman dan Monumen Dewi Sartika. Disana kami melakukan pengeditan secara bersama 26 orang sekaligus untuk menutup tempat tersebut.
Setelah melakukan edit peta di jalan Dewi Sartika kami pun melanjutkan perjalanan menuju Alun-alun kota Bandung, jalan Banceuy, jalan Braga, Viaduk, Wastukencana, jalan Aceh lalu menuju ke Gelanggang Olahraga (GOR) Saparua untuk beristirahat.
Sempat ada insiden ada satu peserta kelelahan dan hampir pingsan di GOR Saparua. Untungnya rekan-rekan peserta sigap membantu pertolongan pertama terhadap peserta yang kelelahan. Dan sepeda kami kembalikan ke shelter terdekat untuk selanjutnya diambil pihak Boseh.
Di GOR Saparua kami sempatkan untuk berkenalan satu sama lain berhubung banyak peserta yang baru gabung jadi kami mengadakan sesi perkenalan dan dilanjutkan tentang info kegiatan Connect Live 2020.
Selesai dari GOR Saparua kami melanjutkan perjalanan balik menuju Terminal Leuwipanjang dengan jumlah peserta 24 orang dan menyuauri jalan Banda, jalan Aceh, jalan Kalimantan, jalan Belitung, Jalan Sumatera, jalan Tamblong, jalan Asia-Afrika, jalan Otista, jalan Peta, jalan Leuwipanjang lalu mengakhiri di terminal Leuwipanjang.
Perjalanan berangkat-pulang ditempuh dengan waktu sekitar 3 jam dengan jarak 14.2 kilometer dan selesai tapa hambatan yang berat. Cukup melelahkan namun peserta cukup senang dan menikmati perjalanan yang ada. Acara selesai pukul 10.15 WIB dan ditutup dengan pengembalian sepeda dan foto bersama.
Terima kasih kepada peserta yang telah mengikuti acara bersepeda kali ini. Sampai jumpa di Meet-Up berikutnya.







