Pesona Cap Go Meh Singkawang , Kota Seribu Kuil

Pada tanggal 5 Februari 2019 hingga 19 Februari 2019 akan diadakan sebuah acara nasional serta telah masuk dalam 100 acara Kementerian Pariwisata di Indonesia . Festival ini yang sangat ditunggu-tunggu oleh penduduk di Singkawang , Kalimantan Barat

Acara tersebut bernama Festival Cap Go Meh , merupakan peristiwa tahunan dan sangat menarik banyak pengunjung lokal maupun wisatawan dari berbagai pulau di Indonesia , hingga dunia Internasional.

Pada tahun 2019 ini, juga diikuti dengan adanya lima acara lain , untuk memberikan warna yang berbeda dari event Festival Cap Go Meh tahun-tahun sebelumnya. Sehingga bagi yang ingin datang ke Festival Cap go meh ini, dapat juga menikmati acara live musik, expo Cap Go Meh yang menampilkan 80 stand produk UMKN unggulan yang dimiliki Singkawang hingga parade seni budaya dengan suasana mistis, seperti atraksi tatung dan replika 12 naga.

Lokasi acara tersebar di banyak tempat dan lokasi yang tersebar di seluruh kota Singkawang, yaitu mulai dari lapangan Kridasana hingga Pusat Kota Singkawang.

Festival ini seolah hendak menunjukkan keberagaman penduduk Singkawang , sehingga perbedaan menjadi suatu kekuatan positif. Hal ini disebabkan karena penduduk kota Singkawang terdiri dari keturunan Tionghoa dengan kelompok multi etnis yaitu:

  1. Orang Hakka ( “Hakka-nyin” ) berbicara dengan dialek Guangdong-Hakka.

  2. Orang Chaozhou yang juga dikenal dengan sebutan Teochew.

  3. Melayu, Dayak, Jawa, dan etnis lainnya.

Dengan ragamnya penduduk , otomatis mengikuti juga agama yang dianut, sehingga dalam kota ini terdapat agama-agama yang masing-masing mengikuti kelompok etnis. Urutannya dari terbanyak hingga sedikit adalah Budha diikuti oleh Konfusianisme, Islam, Protestan dan Katolik.

Dengan urutannya ini, maka kota Singkawang sering juga disebut sebagai Kota Seribu Kuil

Bagi yang ingin menyaksikan prosesi Buka Mata Replika 12 Naga, dapat mengunjungi Vihara Tri Dharma Bumi Raya. Akan ada juga pertunjukan Barongsai dengan pemainnya yang multi etnis. Para pemain ini dari etnis Dayak, Melayu, Jawa dan lain-lain yang mendukung berjalannya Festival Cap go Meh ini.

Kemudian acara akan dilanjutkan dengan Festival Pawai lampion yang biasanya diadakan di malam hari .

Acara ini sangat indah dan eksotis, karena banyaknya lampion yang akan menyala.

Parade yang paling ditunggu0tunggu adalah parade Tatung.

Tatung adalah istilah bagi orang yang dirasuki oleh roh halus , akibatnya mereka menjadi kebal terhadap benda-benda tajam.

Konon bila mereka tidak dirasuki, maka mereka adalah manusia normal dan tidak kebal terhadap benda-benda tajam. Jadi, jangan kaget jika akan mencium aroma dupa di sepanjang jalan yang dilalui oleh parade Tatung ini.

Tatung akan dibawa dengan cara ditandu oleh beberapa orang secara bergantian. Luar biasanya tandu tersebut dipasangi pedang-pedang tajam dan panjang.

31 Likes

Monggo mampir @BudiFXW @bobbyprabawa @543full @user_not_found @NanangPriatna @nannisa7 @PaDeSSo @Yulialabelle @Ddimitra

:slight_smile:

4 Likes

Asheek jalan jalan di cap go meh singkawak

4 Likes

pssttt

2 Likes

Mimpi yg belum kesampean, bisa liat cap go meh di singkawang…:joy:

2 Likes

Kelihatan lebih meriah ya mba @nutylaraswaty kalaupun ada acara serupa di Bandung, skala acaranya tidak terlalu besar karena diadakan parsial di masing masing tempat.

Yang selalu menarik perhatian PaDeSSo yaitu atraksi Barongsai, sekalipun tertutupi kostum, tapi gerakan para pemain begitu lentur dan ringan.

Suatu saat, PaDeSSo harus pergi ke Singkawang, lihat budaya yang sangat beragam.

Salam Salut

PaDeSSo

4 Likes

yuk…masih sempat. Februari masih di depan

2 Likes

aamiin, semoga tercapai

2 Likes

Wih kerennnnn

3 Likes

yuk ah ikutan keren

2 Likes

Aduhhhh, MbakNuty keren banget ini, jadi pengen ke singkawang dehh :heart_eyes:

4 Likes

yuk ah, biar ikutan jadi keren

2 Likes

Waah keren, semoga ada kesempatan untuk bisa kesana.

3 Likes

di doakan

2 Likes

Hai @nutylaraswaty .

Thank You for exploring local heritage in Singkawang area.

Can you explain more details about Tatung.

Please describe I saw some carnival that show some participants do not hurt stab by sharp meal sticks.

How come they can do it.

3 Likes

sure

Tatung dalam bahasa Hakka adalah orang yang dirasuki roh dewa atau leluhur. Dimana raga atau tubuh orang tersebut dijadikan alat komunikasi atau perantara antara roh leluhur atau dewa tersebut. Dengan menggunakan Mantra dan Mudra tertentu roh dewa dipanggil ke altar kemudian akan memasuki raga orang tersebut.

Para Dewa atau roh leluhur biasa dipanggil dengan kepentingan tertentu, misalnya untuk melakukan kegiatan pengobatan atau meminta nasihat yang dipandang perlu. Kebanyakan para roh dewa dipanggil untuk kegiatan yang berhubungan kepercayaan Taoisme , antara lain pengobatan, pengusiran roh jahat, pembuatan Hu ,dan lain-lain. Setelah kegiatan yang dilakukan selesai, roh akan meninggalkan tubuh orang tersebut.

Di Tiongkok, tradisi tatung sudah punah, sementara daerah-daerah di Indonesia yang masih memiliki tradisi ini adalah Kalimantan Barat dan Bangka Belitung.

Tatung in Hakka language is a person possessed by a spirit of a god or an ancestor. Where the body or body of the person is used as a communication tool or intermediary between the ancestral spirit or the god. Using certain Mantra and Mudra the spirit of a god called to the altar will then enter the person’s body.

Gods or ancestral spirits are usually called with certain interests, for example to carry out medical activities or ask for advice that is deemed necessary. Most of the deity spirits are called for activities related to Taoist beliefs, including medication, expulsion of evil spirits, making Hu, and others. After the activity is done, the spirit will leave the person’s body.

In China, the tatung tradition is extinct, while regions in Indonesia that still have this tradition are West Kalimantan and Bangka Belitung.

3 Likes

kelihatannya seru ya, pengen deh. Saya nyimak banget cara blogger bercerita. Biar bisa hebat kayak mbak nutty

4 Likes

ayo menulis di connect tentang singkawang

2 Likes

postingan yang sangat bagus mbak @nutylaraswaty , apalagi momennya imlek begini jadi kekayan budaya indonesia jadi bisa tarik daya wisata yang ingin berkunjung ke Singkawang, ditunggu postingan menarik lainnya,

@Yulialabelle @daduadi

5 Likes

iya terima kasih juga. Apakah di Tangerang juga ada acara menarik seputar acara Cap Go Meh. Setahu saya, banyak juga etnis keturunan Tionghoa di daerah Tangerang, dan jadi penasaran, mungkinkah ada semacam perayaan juga dilakukan di Tangerang.

Boleh dong,saya dikabari, jika ada acara semacam ini.

Ditunggu.

Mungkin yang lain bisa beri info juga

@Yulialabelle @daduadi @NanangPriatna

3 Likes