Pekalongan. Mendengar kata itu yang terpikirkan adalah Batik, Megono dan Panas! Benar, Pekalongan memang identik dengan kota yang memiliki suhu udara tinggi. Nah apabila kalian berkunjung ke Pekalongan, tidak ada salahnya kalian mencicipi salah satu minuman dari Pekalongan yang dapat menyegarkan tenggorokan anda, yaitu LIMUN.
Limun Oriental merupakan minuman yang sudah ada sejak tahun 1920 (lebih tua daripada Coca Cola yang didirikan pada tahun 1944). Njoo Giok Lien adalah sosok dibalik berdirinya pabrik limun ini, pelopor minuman botol di Nusantara. Dahulu minuman ini dinamakan “Banyu Londo”. Minuman ini berbeda dari minuman bersoda lainnya karena minuman ini tidak mengandung pengawet. Makanya minuman ini tidak bisa ditemukan di kota-kota lain. Kalian bisa menikmatinya langsung di pabriknya atau di beberapa warung makan di Pekalongan. Untuk saat ini pemasarannya hanya di daerah Pekalongan, Comal, dan Pemalang. Ada beberapa varian rasa dari minuman ini, yaitu original, moka, jeruk, nanas, melon, dan frambozen. Harganya pun cukup terjangkau, untuk yang diminum ditempat cuma dengan harga Rp 5.000 kalian sudah bisa merasakan kesegaran es limun tersebut dan apabila ingin dibawa pulang, anda cukup membayar Rp 7.000 saja. Apabila anda sudah memiliki botolnya, anda cuma bayar Rp 3.500 untuk mendapatkan isi ulangnya.Sayangnya saat ini popularitas minuman ini mulai pudar. Kesulitan distribusi ke luar kota, masa kadaluarsa produk yang singkat, dan banyaknya produsen minuman bersoda yang lebih besar merupakan alasan yang menyebabkan minuman ini semakin dilupakan oleh banyak orang. Pabrik Limun Oriental hanya memproduksi minuman dalam jumlah yang terbatas karena proses produksinya masih sangat tradisional.
Jika kalian ada kesempatan untuk mengunjungi Kota Pekalongan, kalian bisa mampir kesini dan melihat langsung proses produksi Limun Oriental. So, tunggu apalagi, masukkan Pekalongan ke dalam Travel Bucket List kalian tahun ini.


