Mengunjungi Kedai Kopi Bah Sipit yang Kokoh Berdiri 98 Tahun

Cangkir kayu kopi Bah Sipit

Sabtu, 29 Juli 2023 saya dan 16 teman-teman Vlomaya Kompasiana dan KPK (Komunitas Pecinta Kuliner) gerebek ke Kedai Kopi Bah Sipit.

Buat kamu yang orang Bogor? Tahu nggak bahwa di Empang, sebrang Mall BTM, sebelum lampu merah Empang, ada kedai kopi terbaik, namanya Kedai Kopi Bah Sipit Cap Kacamata? Kedai ini sudah berdiri 98 tahun. Tepatnya Bah Sipit udah menjajakan kopi sejak 1925.

Sebagai orang Bogor, saya juga baru tahu hari ini. Padahal saya sering main ke Empang. Kemarin saya bikin dan nyeduh sendiri kopinya. Duh, enaknya kebangetan. Pantesan bisa bertahan sampai nyaris 100 tahun.

Nama pemilik kedai ini adalah Yoe Hong Keng (1902 - 1985) warga Empang menyapanya dengan gelar Bah Sipit. Beliau pun berkacamata, nah karena itu kopi ini dia beri nama Kopi Bah Sipit Cap Kacamata.

Awalnya adalah toko kelontong, toko yang menjual barang dagangan apapun, termasuk kopi. Bah Sipit passionnya emang dagang. Sampai pada akhirnya Bah Sipit mengerucut hanya menjual kopi bubuk.

Kopi Bah Sipit dibuat dari biji kopi pilihan yang diambil langsung dari petani kopi di Lampung dan Bogor. Tak ada campuran bahan lain yang membuat kopi Bah Sipit istimewa. Sekarang kedai ini dikelola oleh Teh Nancy, cucu dari Bah Sipit.

Tak perlu berpajang lebar, kalau kalian ke Bogor, Jawa Barat, Indonesia, mampirlah ke Kedai Kopi Bah Sipit, rasakan kenikmatannya sampai tetesan kopi terakhir.

13 Likes

Good idea!

Hi @bobbyprabawa .

Tambah penasaran lagi , ternyata Toko nya ada di jalan Empang.

Percaya atau tidak, beberapa tahun lalu hampir setiap hari saya lewat jalan ini kalau pulang kerja.

Tempat saya bekerja di Bondongan, dan tiga atau empat toko sebelum Toko Bah Sipit ada bengkel motor Vespa.

Hampir tiga bulan sekali saya ke bengkel Vespa untuk perawatan rutin.

Saya ngga pernah mampir ke Toko ini.

Mungkin penyebabnya adalah di depan toko ini bisasanya bergerombol para pedagang ikan segar mulai dari anak ikan mas sampai ikan segar lainnya yang dijajakan dalam bakul pikulan yang terbuat dari bambu.

Bakul anyaman bambu dilapisi aspal sehingga air dalam bakul tidak bocor keluar.

Suatu saat jika saya lewat jalan empang, saya mampir.