Masjid Jami Al Jihad adalah salah satu masjid tertua di Takengon, Kabupaten Aceh Tengah yang memiliki nilai kesejarahan bagi masyarakat Takengon. Masjid yang dibangun pada zaman penjajahan Belanda ini memiliki arsitektur dan konstruksi yang khas, sebagian besar konstruksi bangunan menggunakan papan dan kayu pilihan, sehingga tetap kokoh berdiri dan masih dapat digunakan hingga saat ini, sampai saat ini pun tetap mempertahankan konstruksi papannya, hanya direnovasi secara sederhana dengan penambahan cat dan dipasangi plafon.
Masjid ini berdiri sejak tahun 1929, dibangun dengan cara gotong royong para warga sekitar kampung Asir-asir. Masjid ini terletak di sisi aliran sungai pesangan. Masjid ini pernah menjadi masjid terbesar di takengon sebelum akhirnya berdiri masjid-masjid lain yang lebih besar. Kapasitas masjid ini bisa menampung sekitar 800 jamaah.
salah satu hal yang membuat masjid ini lain dari masjid lain adalah adanya sumur kecil di dalam masjid yang airnya tidak pernah surut dan dapat langsung diminum. banyak penduduk dari luar daerah yang sengaja untuk mendatangi masjid ini hanya untuk mengambil air dalam sumur ini, mereka meyakini air ini dapat menyembuhkan penyakit.


