Masih adakah jajanan yang dijual secara berkeliling ?

Beberapa waktu lalu ada banyak cara penjaja jajanan berjualan.

Ada yang dipikul, ditenteng/dicangking, disunggi, didorong maupun digendong .

Berikut ini adalah contoh penjaja makanan yang berjualan dengan cara dipikul.

Di Daerah Bogor dikenal dengan nama kue pancong.

Adakah penjaja makana yang menjajakan makanan dengan cara berkeliling ?

Bagaimana cara menjajakan berkelilingnya apakah dipikul, didorong, disunggi atau ditenteng ?

48 Likes

@BudiFXW di tempat saya masih ada sate keliling yang dipikul.

Satenya kecil, disesuaikan dengan harga jualnya yang murah meriah.

Tinggal kita tambah lontongnya dan jangan lupa tabur dengan bumbu kacang serta kecap.

18 Likes

Medan masih banyak kok oom @BudiFXW , karna peminatnya pun masih banyak, termasuk saya. Itung2 nostalgila masa kecil dan memberdayakan UKM :smiling_face:

13 Likes

Wah Iya bener @ndraverne .

Mereka masih menggunakan arang untuk membakar satenya.

Dua tahun lalu masih ada yang menjualnya lewat di depan rumah, tetapi sekarang sudah tidak terlihat.

20 Likes

Itu namanya kue cubit, pak…

Kue kesukaan di masa kecil dulu…

Saya pernah liat ada penjual sate kikil dan lontong serta bumbu kacangnya yang dipikul… Tradisional banget dan jualannya masuk masuk kampung…

12 Likes

Oh ya , Masih ada yang jual @Lucii ?

Di Medan juga disebut kue Pancong ? M

Mereka menjajakannya juga dengan cara dipikul ?

19 Likes

@BudiFXW pak…di daerah rumah saya masih ada yang jual sekoteng dengan cara dipikul dan berjualannya berjalan Keluar masuk kampung, cara menarik perhatian pembelinya dgn memukulkan sendok ke pinggir mangkok wadah makan itu…

15 Likes

Kalau melihat jajanan yang dipikul, saya jadi ingat masa-masa kecil dulu hehe… Cuma saya kebagian masa-masa itu sampai seusia SD saja, setelah itu sudah semakin jarang terlihat orang-orang yang mau berjualan dengan dipikul.

Saya ingat masih suka membeli bubur mutiara pakai sumsum hijau yang dijual secara dipikul. Terakhir, dua bulan lalu masih ada tukang sate keliling yang lewat dengan pikulannya didepan rumah.

12 Likes

Ya oom @BudiFXW , namanya masih kue pancong, entah kenapa dinamakan kue pancong. Tapi enggak dipikul oom. Dijual pake gerobak sorong gitu. Dan masaknya enggak lagi pake arang kayu, tp pake kompor sumbu. Orang orang Medan kayaknya ga suka makan kue pancong, tapi aku sebaliknya. Sangat jarang ditemui di Medan. Kadang kasihan liat mas2 penjualnya sering ga laku, tak borong semuanya. Murah kok Oom, cuma 500 rupiah per buah.

Eehh kok jadi curhat yak? :grin::grin:

12 Likes

Halo @BudiFXW,

Terima kasih mengangkat topik ini, kalau di daerah Jakarta Utara terakhir saya ingat saat saya disana dan banyak di jual di pinggir jalan adalah bola ubi.

Jika sudah makan ini pasti harus pesan sepulu untuk makan sendiri, kalau satu atu dua tidak cukup. Apakah kamu sudah pernah mencobanya?

14 Likes

Terima kasj @AngieYC .

Terima kasih sudah mengirimkan foto bola ubi.

Ya saya pernah memakannya.

Tapi yang saya makan tidak sebulat dan semulus dalam gambar itu, permukaannya lebih kasar.

Setuju kalau sudah makan. Maka akan sulit untuk berhenti.

15 Likes

wahh saya udah jarang banget ketemu penjaja makanan seperti ini

10 Likes

Maaf pa itu bukan kue pancong tapi setau sya kue cubit …bisa dibikin setengah matang lebih enak

9 Likes

Halo @BudiFXW ,

Di Jakarta Utara terutama saya banyak saya temui gerobak-gerobak penjual bola ubi yang berada di pinggir jalan. Bisa dimakan banyak karena rasanya yang juga tidak terlalu manis.

Selain itu, jajanan pinggiran lain yang saya gemari adalah kue ape, yang tengahnya hijau. Terakhir saya makan di Bandung, di Jakarta sudah mulai sulit ditemui.

12 Likes

Waah @AngieYC .

Kalau kueh ape itu aku suka juga.

Biasanya pilih yang kering atau agak gosong pinggirannya. Serasa kerupuk.

Sekarang kebanyakan ngga dijajakan keliling melainkan mangkal.

15 Likes

Ya itu dia @Lennyyusnia .

Lain lubuk lain ikannya.

Lain ladang lain ilalangnya.

Untuk satu produk diberbagai tempat bisa punya nama yang berbeda.

14 Likes

Halo @BudiFXW ,

Tapi sepertinya sekarang ini sudah tidak banyak pedagang kaki lima yang berjualan keliling ya. Kalau dulu saya masih ingat banyak pedagang kaki lima yang lewat di depan rumah mulai dari bakso, rujak, siomay, es krim dsb.

11 Likes

Masih ada pak @BudiFXW di tempat saya kue cubit di pikul ada warnanya pula lagi pak lebih inovatif :grin:

9 Likes

Lagi itu saya beli yg di pikul pak masih banyak lagi :grin:

10 Likes

Wah iya betul ternyata @giskarahmania .

Bisa berwarna warni begitu ya.

Bagus.

13 Likes