Tradisi liwetan di era modern ini sempat menjadi tren sebelum terjadi pandemi COVID-19, di mana nasi putih beserta berbagai jenis lauk pauk masakan Indonesia disajikan dengan porsi besar dan posisi memanjang di atas daun. Kemudian orang-orang dapat bersama-sama duduk di lantai di sepanjang daun dan menyantap hidangan langsung di tempat menggunakan tangan seperti ini.
Sayangnya di masa pandemi ini di mana kerumunan harus dihindari, maka tradisi liwetan seperti di atas tidak memungkinkan untuk dilakukan dulu. Oleh karena itu kalau mau liwetan tanpa keramaian dengan penampilan yang beda bisa dilakukan di restoran yang satu ini. Melalui tulisan ini, saya ajak teman-teman Local Guides ke SHSD yang merupakan singkatan dari Sambel Hejo Sambel Dadak. Ini merupakan restoran Indonesia yang spesialisasinya adalah makanan Sunda. Mereka memiliki beberapa cabang yang ada di Jakarta, Jawa Barat, dan Tangerang. Cabang yang di Rawamangun ini berlokasi di area perumahan dengan area parkir yang cukup luas.
Tempatnya ini homey dengan ceiling yang tinggi dan beberapa gambaran yang menunjukan merek-merek produk jaman dulu alias jadul dan legendaris dari Indonesia yang menempel di dinding. Sudut ini memang menarik sih dan jangan sampai kelewatan untuk dipotret ![]()
Mereka memiliki area indoor dan outdoor di mana pada area outdoor ada spot foto dengan dekorasi barang-barang tradisional Indonesia. Sayangnya waktu kami makan siang di sini sedang turun hujan, sehingga saya tidak bisa memotret spot foto tersebut secara lebih jelas.
Makanan di sini bisa dipesan secara ala carte atau paketan. Karena kami pengen coba beberapa macam makanan, maka kami pesan Paket Liwet yang bisa untuk dua orang atau lebih. Paket ini terdiri dari satu kastrol Nasi Liwet dengan porsi yang banyak untuk 4 - 5 orang, Gurame Cobek, 3 pcs Ayam Goreng Basah, 2 pcs Tempe dan Tahu, 2 pcs Cimplung (perkedel kenyal), Sambel Hejo (sambel ijo), Sambel Dadak (sambel merah kesukaanku yang pedas), dan 1 pcs Ikan Peda Bakar.
Untuk menu lalapan, tahu dan tempe goreng, cimplung, ayam goreng basah, sambel hejo, sambel dadak, serta ikan peda bakar disajikan secara bertingkat mirip seperti kue-kue untuk afternoon tea ![]()
Gurame cobek, ayam goreng basah, dan sambel dadak itu yang menurut saya paling enak dan sangat direkomendasikan buat dicoba.
Kami juga mencoba Sate Maranggi. Sate daging sapi ini disajikan di hotplate. Nikmati juga bersama saus kecap manis beserta cabe yang disajikan terpisah dari sate.
Semoga pandemi ini segera berakhir ya sehingga tradisi liwetan yang digelar ramai-ramai seperti dulu bisa dilakukan kembali ![]()
Apakah ada tradisi liwetan atau yang mirip seperti ini di daerahmu?
Silahkan bagi ceritamu pada kolom komentar di bawah ini ![]()












