Ini adalah kisah tentang Local Guides Summit 2017 untuk sahabatku para Local Guides di Indonesia. Mohon maaf buat yang sudah menunggu-nunggu ‘oleh-oleh’ berupa cerita ini, karena baru sempat saya tuliskan di sini.
Keseruan Local Guides Summit 2017 bisa disaksikan dalam video resmi dari Google yang diputar saat malam perpisahan di Public Works, dan kemudian diterbitkan di saluran YouTube Resmi Local Guides seperti di bawah ini. Foto-fotonya bisa dilihat di Album Resmi Local Guides Summit 2017 yang dibuat oleh Google.
Siapa Saja dari Indonesia?
Jadi Local Guides Summit 2017 ini diikuti oleh 151 peserta dari 62 negara. Indonesia diwakili oleh 5 orang, yaitu saya sendiri @BudionoS asal Surabaya, lalu Local Guides kondang asal Sidoarjo @FahmiAdimara , @NurulRahma asal Surabaya, @NunungAfuah asal Blitar dan @MutiahA asal Malang.
Tanggal 4 April 2017 saya mendapatkan email dari Google yang berisi pemberitahuan bahwa pendaftaran peserta Local Guides Summit 2017 sudah dibuka. Syaratnya adalah:
- Level 5, yang mana waktu itu level 5 adalah level tertinggi. Kalau sekarang kan tertingginya level 10
- Berkontribusi aktif di komunitas Local Guides
- Nyaman berbicara dalam bahasa Inggris
Pengumuman tentang mulai dibukanya pendaftaran peserta tersebut juga diposting secara terbuka oleh @AnoukV di Local Guides Connect ini. Artinya, menurut saya, semua Local Guides yang memenuhi kriteria, memiliki kesempatan yang sama untuk terpilih menjadi peserta. Pendaftaran peserta berlangsung selama 20 hari mulai tanggal 4 hingga 24 April 2017.
Saya langsung tertarik untuk mendaftar. Namun masih ragu-ragu karena merasa kontribusi saya mungkin belum seberapa dibandingkan kawan-kawan Local Guides yang lain, khususnya di Indonesia. Sambil menunggu hari terakhir pendaftaran, saya mulai menyiapkan persyaratan yang diperlukan. Hari terakhir pendaftaran, saya dimotivasi istri saya untuk mendaftar. Beberapa jam sebelum penutupan pendaftaran, saya baru membuat video tentang siapa saya, yang mana itu adalah salah satu syarat mendaftar. Saya membuat video dengan kemera handphone saya kemudian mengeditnya di komputer untuk mengepaskan durasinya menjadi 1 menit atau kurang, sesuai ketentuan.
Oke, video selesai dibuat, lalu saya mengisi formulir pendaftaran pada menit menit terakhir jelang penutupan. Setelah itu saya pasrah. Kepilih ya Alhamdulillah, tidak ya tidak masalah, yang penting sudah berusaha. Namun saya tetap berdoa supaya terpilih karena saya sangat ingin hadir menjadi peserta Local Guides Summit 2017 dan ketemu dengan sesama Local Guides dari seluruh dunia untuk bertukar fikiran, dan berfiskusi serta memberikan masukan langsung kepada Googler, khususnya tentang Google Maps.
Alhamdulillah tanggal 19 Mei 2017 saya mendapatkan email dari Google Local Guides, berjudul: You’re in! Join Local Guides Summit 2017. Yang mana inti dari email itu memberitahukan bahwa setelah melalui serangkaian pemeriksaan dan pertimbangan, saya terpilih sebagai salah satu peserta! Langsung sujud syukur! Waktu itu sudah mendekati pukul 10 malam, waktunya tidur. Terus terang saya gak bisa tidur setelah menerima email itu. Campur-campur rasanya, antara sangat gembira dan sangat tidak percaya!
Beberapa hari kemudian, saya kirim pesan via WA ke @NurulRahma yang saya tahu dia juga mengirimkan aplikasi. Dia adalah kawan saya di dunia blogging. Kami berdua adalah blogger, yang selama ini menjalani aktivitas sebagai Local Guides secara natural, ya pas kami ada acara, atau traveling, tidak lupa kami review di Google Maps. Kami tidak pernah hadir, bahkan tidak kenal, dengan sesama Local Guides di Indonesia, bahkan di Surabaya, yang ternyata selama itu sangat aktif menggelar berbagai meet-up.
“Kak, tolong keep it secret, aku dapat email ini” (sambil melampirkan email yang "you’re in" tadi)
“Lho, aku juga dapat, Kak!”, begitu balas Kak @NurulRahma
Oke, setidaknya saya sudah tahu siapa selain saya dari Indonesia yang juga terpilih. Tapi kami sepakat untuk menjaganya sebagai rahasia. Kami menyimpan informasi bahwa kami terpilih itu rapat-rapat. Kami tahu untuk bisa ke Amerika masih butuh VISA. Dan saya baca dari banyak review di internet, ternyata mendapatkan visa Amerika itu tidak mudah!
Saya juga memantau forum ini untuk melihat, siapa lagi selain kami berdua yang juga terpilih. Akhirnya terungkap semua karena semua peserta Local Guides Summit 2017 dimasukkan ke dalam sebuah forum diskusi khusus di Local Guides Connect ini dan diminta berkenalan satu per satu. Forum tersebut hanya bisa diakses oleh peserta dan Googler yang berkepentingan dengan acara ini.
Mengurus Passport dan Visa
Karena harus ke luar negeri, maka kami wajib punya passport. Kebetulan semua sudah punya. Kecuali @NunungAfuah baru akan pertama kali ini pergi ke luar negeri. Dia mengurus paspor di Kantor Imigrasi Kelas I Khusus Surabaya yang waktu itu masih berada di dekat layang Waru. Sekarang sih sudah pindah ke Jalan Raya Juanda.
Urusan paspor @NunungAfuah selesai, maka step berikutnya kami mengurus visa. Proses pengisian formulir DS-160 diasistensi oleh agen perjalanan yang ditunjuk oleh Google. Orang yang pertama kali mendapatkan visa adalah @MutiahA karena formulirnya paling cepat selesai, dan paling awal membuat jadwal wawancara. Kemudian disusul oleh @FahmiAdimara . Lalu seminggu kemudian saya @BudionoS dan @NurulRahma wawancara pada hari dan jam yang sama, kemudian yang terakhir @NunungAfuah
Terus terang saya pasrah saja ketika mengurus visa ini, tapi tetap berdoa ya, semoga visa kami dikabulkan. Visa adalah semacam surat izin yang diberikan oleh suatu negara kepada warga negara lain yang hendak memasuki negaranya. Alhamdulillah kami semua mendapatkan visa dengan kisah masing-masing tentunya. Yang pasti dag dig dug sih pas ngurusnya. Apalagi pas wawancaranya di Konsulat Jenderal Amerika Serikat di Surabaya. Kami sangat terbantu oleh surat pengantar yang diberikan oleh Google, bahwa kami memang diundang oleh Google untuk menghadiri Local Guides Summit 2017 di California, dan bahwa semua biaya perjalanan dan biaya selama di sana ditanggung oleh Google, serta Google berharap kami segera kembali ke Indonesia untuk meneruskan berkontribusi sebagai Local Guides di tempat kami masing-masing.
Berangkat ke Amerika
Setelah menunggu sekian lama, akhirnya tanggal keberangkatan ke Amerika tiba juga. Kami bertiga, saya @BudionoS , @FahmiAdimara dan @NurulRahma berangkat bersama dengan Singapore Airline dari Terminal 2 Bandara Juanda Surabaya di Sidoarjo (SUB) pada hari Senin 9 Oktober 2017 pukul 10.00. @NunungAfuah juga berangkat dari Juanda tapi lebih pagi, jam 06.00. Sedangkan @MutiahA berangkat dari Bandara Internasional Soekarno Hatta Jakarta (CGK)
Tujuan kami semua adalah San Francisco International Airport (SFO). Penerbangan kami dari SUB ke SFO harus transit selama 2 kali, yaitu di Singapore Changi International Airport (SIN) dan Hong Kong International Airport (HKG). SUB-SIN butuh waktu 2,5 jam. SIN-HKG butuh waktu 4 jam. HKG-SFO butuh waktu 12,5 jam. Kami bertiga tiba di SFO pada pukul 10.00 malam pada hari yang sama, Senin 9 Oktober 2017.
Di SFO, setelah melewati loket imigrasi dan mengambil bagasi, kami berjumpa dengan @NunungAfuah kemudian kami berempat diantar oleh mobil jemputan yang dipesan oleh Google, ke Hyatt Centric Fisherman’s Wharf tempat kami akan menginap selama berlangsungnya Local Guides Summit 2017. Selama perjalanan dari SFO ke hotel, kami mengamati kanan kiri sambil berdecak kagum. Wow, San Francisco ini keren banget!
Di Hotel, kami bertemu dengan @MutiahA yang ternyata datang lebih awal. Juga ketemu beberapa peserta dari negara lain yang juga mulai berdatangan. Setelah dapat kunci kamar, kami menuju kamar masing-masing untuk mandi, sholat, dan istirahat.Pre Summit
Selasa 10 Oktober 2017, adalah hari dimana Local Guides Summit 2017 akan dibuka pada sore harinya. Maka paginya saya isi dengan berbagai kegiatan. Oia, hari pertama di San Francisco saya berjuang keras melawan jet-lag dengan berusaha tidur tetapi gak bisa. Jet lag adalah kondisi dimana ritme sirkadian tubuh kita menjadi kacau karena pergi ke tempat yang memiliki perbedaan waktu yang sangat signifikan. Perbedaan waktu Surabaya dan San Francisco adalah 10 jam.
Jalan-Jalan ke Taman Nasional Sejarah Maritim. Pagi banget, sekitar jam 8, setelah sarapan di restoran hotel ditemani oleh @BellaWi , saya dengan @MutiahA berjalan menyusuri jalanan sekitar hotel. Niatnya beli kartu perdana internet. Sekian ratus meter berjalan, gak ketemu dengan konter pulsa. Akhirnya kami tiba di Taman Nasional Sejarah Maritim San Francisco. Tidak lama kemudian Mustofa, kakak dari @MutiahA datang menyusul, mencari adiknya yang belum sarapan. Oia, Mustofa ini bukan peserta Local Guides Summit 2017, dia ikut terbang ke San Francisco untuk menemani adiknya.
Taman Nasional Sejarah Maritim San Francisco ini keren banget. Kami melihat ada sebuah kapal besar bersandar di dermaga, yang mana kapal itu adalah semacam museum. Juga ada beberapa workshop pembuatan kapal kayu. Puas berfoto-foto di sana, saya berjalan sendirian kembali ke hotel, sementara @MutiahA dan Mustofa mampir ke In and Out Burger yang merupakan burger kenamaan di San Francisco, untuk sarapan.
36 Annual Photowalk. Siangnya, bersama beberapa puluh peserta Local Guides Summit 2017 yang sudah berdatangan, kami bergabung untuk mengikuti 36 Annual Photowalk yang digelar oleh Local Guides kondang dari Australia @PaulPavlinovich .
Rute yang dilalui 36 Annual Photowalk ini dari Hyatt Centric Fisherman’s Wharf, melihat tempat berputarnya kereta kabel Powell-Mason Cable Car Turnaround lalu berjalan ke Monumen Fisherman’s Wharf, lalu jalan lagi melewati Boudin Bakery melihat roti berbentuk buaya, dan selesai di PIER 39 melihat kapal layar yang akan sailing mengelilingi Pulau Alcatraz.
Sekitar pukul 16.00 kami kembali lagi ke hotel untuk mengikuti acara pembukaan Local Guides Summit 2017.
Rangkaian Acara Local Guides Summit 2017
Hari Pertama, Selasa 10 Oktober 2017. Hari ini acaranya pembagian kartu tanda peserta dan buku yang disebut passport. Buku itu berisi agenda Local Guides Summit 2017 secara detail dari jam ke jam, dan ada kotak-kotak yang akan kita gunakan untuk berkenalan dengan sesama peserta. Setelah berkenalan, tulis nama, tandatangan, dan stempel bintang warna warni. Di acara itu @mchomsky , @TraciC dan @JuanCh didampingi beberapa Googler (banyak, puluhan) mengucapkan selamat datang ke semua peserta dan menjelaskan agendanya apa saja.
Kami makan sepuasnya, berfoto polaroid lalu ditempel ke papan peta, bekenalan dengan sesama peserta dan Googler, membuat foto dan video, teriak-teriak, penuh keceriaan dan kegembiraan! Rasanya sungguh bahagia bertemu langsung dengan sesama peserta dan juga Googler, yang selama beberapa bulan terkahir intensif diskusi melalui forum khusus dan juga grup Hangout.
Hari Kedua, Rabu 11 Oktober 2017. Masih pagi banget kami sudah bangun, lalu sarapan, dan tepat pukul 07.00 pagi kami bergegas masuk BUS untuk menuju ke Google Tech Corners. Jaraknya lumayan jauh yang kami tempuh dalam waktu sekitar 2 jam melewati jalan tol di California yang lebar. Sambil bus berjalan, seorang pemandu menjelaskan apa yang ada di kanan dan kiri. Tiba di Google Tech Corners kami disambut dengan snacks dan aneka minuman. Lalu kami terlibat diskusi di kelas besar dengan beberapa orang keynot speaker. Setelah makan siang, diskusi dilanjut di kelas-kelas yang lebih kecil untuk membahas hal yang lebih spesifik.
Mohon maaf materi diskusi tidak dapat dishare karena kami telah menandatangani persetujuan untuk tidak membocorkan materi diskusi apapun.Oia, di sana kami mendapatkan baling-baling angin, yang boleh dibawa pulang oleh masing-masing peserta. Bisa diberikan ke anaknya sebagai oleh-oleh. Atau diberikan ke siapa saja yang suka. Atau tetap dibawa sebagai kenang-kenangan. Saya bawa pulang 2. Terimakasih @NunungAfuah yang telah memberikan baling-balingnya ke saya, saya jadi punya 2, sehingga setiap anak saya kebagian 1 baling-baling. Mereka suka banget dengan baling-baling angin dari Google ini!


























































