Kembali ke Kampung

Memulai perjalanan ke Kampung Banyu Mili hanya bermodalkan GPS.

Untungnya sih iparku sedikit banyak paham daerah situ. Kalau gak salah waktu itu kami dari Semarang lewat jalan tol Semarang-Solo kemudian keluar di pintu tol Bawen. Dari situ kami berjalan menuju arah Salatiga, dan sesuai petunjuk GPS kami memulai masuk jalan kampung yang berkelok-kelok.

Mama saya yang asli orang Salatiga sambil bercerita bahwa dulunya daerah ini masih sepi, ya iyalah mam, dulu tahun berapa hehehehe.

Akhirnya kami sampai ke tempat tujuan. Agak membingungkan sih sebenarnya karena agak kurang jelas mana pintu masuknya, apa karena waktu itu lagi rame banget ya jadi aku aja yang gak ngeh :D.

Begitu memasuki Kampung Banyu Mili emang terasa bener kok banyu milinya. Banyu Mili yang artinya air mengalir ini mendominasi tempat ini. Bisa disebut tempat rekreasi, tapi bisa juga disebut tempat outbound, atau resto juga. Pokoknya sih mereka semua ada.

Adik perempuan saya mengajak anaknya yang masih berumur 2 tahun untuk naik perahu, dan nampaknya keponakan saya bakalan gak mau diajak turun dari perahu. Berhubung waktu itu sudah mendekat jam makan siang, kami memutuskan untuk langsung memesan makanan saja. Dan ternyata di sini sistemnya itu, kita datang dulu ke konter pemesanan sekaligus kasirnya. Memesan dan langsung membayar. Lha terus tempat makannya dimana? Karena waktu kami kesana situasi sedang rame, petugas membantu kami untuk mengecek tempat mana yang kosong dan bisa kami tempati. Setelah mendapat tempat yang kosong, kami diberikan petunjuk untuk menuju tempat tersebut (yang ternyata di sebuah rumah joglo gitu…asiikk pokoknya).

Kami menunggu kira-kira sekitar 15 menitan kemudian pesanan kami datang. Menurut saya sih kalau melihat situasi waktu itu 15 menit itu waktu yang relatif cepat lho, karena pikir saya pasti butuh waktu lumayan lama untuk mempersiapkan pesanan kami mengingat ramainya pengunjung waktu itu.

Untuk masakannya sendiri overall lumayan. Ada beberapa masakan yang enak kayak babat gongsonya endolita bambang alias enak banget. hahahhaa Tapi sayang gorengannya waktu diantar ke tempat kami tidak hangat jadi kurang greget.

Namun suasana yang sejuk dan kumpul bersama keluarga yang jarang terjadi membuat apapun terasa enak dan lezat.

Kampung Banyu Mili ini menyediakan fasilitas outbound. Tapi sepertinya lebih cocok untuk anak-anak. Waktu kami ke sana ada beberapa rombongan anak-anak TK yang diajak main ke sawah dan ada rombongan anak-anak SD yang sedang outbound.

Satu hal yang kurang dari tempat ini, tempat parkirnya hahahha. Apalagi jika pengunjung membludak di hari libur, jangan sedih kalau harus antri masuk dan bahkan sampai antri untuk dapat tempat parkir.

17 Likes

Thanks for sharing @astykusuma enjoy your family.

My pleasure @TheEagleEye

Thank you for reading my post.

1 Like

Hi@austykusuma

Nice. Thank you and best.

Thank you @shantanu-kaizen