Halo teman-teman Local Guides!
Hari ini, mohon izinkan saya memperkenalkan tempat kelahiran saya kepada dunia. Sebuah tempat kecil yang menyimpan seluruh fondasi hidup dan kenangan masa kecil saya, yaitu Dusun Watukaras, Desa Jenggrik, Kecamatan Kedunggalar, Kabupaten Ngawi, Jawa Timur.
Di rumah sederhana inilah, puluhan tahun yang lalu, saya pernah dilahirkan oleh almarhumah si Mbok saya, mbok Djuminten. Di sinilah tempat saya tumbuh besar dan menikmati indahnya alam pedesaan, sebelum akhirnya saya pergi merantau dan menikah dengan suami saya. Tidak terasa hampir 27 tahun sudah saya menjalani bahtera pernikahan dan kini menetap di Tangerang, Banten. Meskipun sudah lebih dari 30 tahun saya meninggalkan kampung halaman ini untuk merantau, jiwa dan hati saya sudah mengakar kuat di tanah Ngawi ini.
Baru-baru ini saya berkesempatan untuk pulang kampung. Berada di sini rasanya seperti memutar kembali waktu:
1.Suasana Rumah Kelahiran: Rumah masa kecil yang masih berdiri kokoh dengan halaman tanah yang luas, dikelilingi rimbunnya pepohonan hijau yang sejuk .
2.Kebun Jati di Samping Kamar:
Di samping kamar tidur saya di desa, terdapat kebun jati yang rimbun , milik kakaknya simbok saya, pas bersebelahan dengan kebun sayur yang di tanam oleh bapak saya , bapak Kasan.
Kemarin, saya iseng saja, ingin masak sayur asem dari daun ubi yang di tanam oleh bapak saya di samping kamar saya. Masaknya di bantu sama adik saya sih xixixi
Tapi yang memetik/ramban saya .
Segar sekali rasanya bisa memetik bahan makanan langsung dari alam!
Ah jadi rindu kampung halaman lagi.
3.Memasak Sayur Asem di Dapur Tradisional (Pawon): Daun ubi yang saya petik tadi langsung saya bawa ke dapur lama untuk dimasak menjadi sayur asem yang segar .
4.Silaturahmi Bersama Bapak Tercinta dan Sahabat Lama: Bagian paling mengharukan dari pulang kampung itu adalah saya bisa menyempatkan diri untuk bersilaturahmi .
Saya mengumpulkan teman-teman lama saya, lengkap dengan pasangan mereka masing-masing .
Yang membuat momen ini sangat spesial, bapak saya yang sudah sepuh (kelahiran tahun 1952) juga ikut berkumpul mendampingi kami.
Meskipun si Mbok sudah mendahului kami, melihat senyum bahagia di wajah Bapak saat kami berkumpul melepas rindu adalah kebahagiaan yang tidak bisa dinilai dengan uang .
Bagi saya, merantau sejauh apa pun tidak akan pernah membuat kita lupa dari mana kita berasal. Dusun Watukaras dan kehangatan keluarga di dalamnya akan selalu menjadi tempat pulang paling damai di hati saya.
Apakah teman-teman Local Guides di sini juga ada yang menjadi perantau lama seperti saya? Bagaimana cara kalian menjaga silaturahmi dengan orang tua dan teman masa kecil saat pulang kampung?
Atau ada yang mau kopdar kopi darat dengan saya saat saya pulang kampung suatu saat nanti? Jika iya kita agendakan .
Yuk, cerita di kolom komentar!
Lokasi Desa Kelahiran Saya:Untuk teman-teman yang penasaran dengan letak geografis dusun indah saya, silakan lihat titiknya di sini: Desa Jenggrik, Ngawi di Google Maps
https://maps.app.goo.gl/grYq8kPkmMj8VnLA7?g_st=ic





