Kararantong, bawain !

Didalam kamus atau aplikasi terjemahan Bahasa Indonesia, kita tidak akan menemukan arti atau padanan penertian yang menjadi judul diatas.

Kararantong, kararantong bawain !

Adalah teriakan yang amat familiar bagi para pengunjung Pasar Anyar, Bogor.
Teriakan ini disampaikan oleh anak anak muda yang menjajakan jasa untuk membawakan baran belanjaan dari kios kios di pasar menyusuri lorong lorong sempit di dalam Pasar Anyar ke pangkalan angkot, ojek, tempat parkir motor atau mobil maupun pangkalan becak.

Sambil menjajakan jasanya pada umumnya mereka juga membawa kantong kantong plastik atau orang Bogor menyebutnya kantong keresek.

Teriakan ini amat khas di Pasar Anyar Bogor, di pasar tradisional Ciluer saya tidak pernah mendengar teriakan ini.

Kantong yang banyak orang Bogor menyebutnya karantong atau kararantong.
Bawain untuk membawakan.

Hasil temuan @RiverDefender , @SUDIYAH , @johanesjenito dan teman teman dari Komunitas Peduli Ciliwung setelah selama lebih dari sepuluh tahun setiap hari Sabtu atau Minggu memulung / memunguti sampah yang terdapat disungai Ciliwung.
Kantong keresek menjadi salah satu sumber masalah kebersihan dan sampah di Sungai Ciliwung, sungai besar yang membelah kota Bogor.

Walikota Bogor beserta jajarannya menanggapi keluhan / temuan Komunitas Peduli Ciliwung dengan menetapkan beberapa keputusan yang salah satunya adalah tidak lagi diijinkannya penggunaan kantong keresek (single use and throw away plastic bags) dijual dan digunakan di toko, kiosk , supermaket, convenience store, dan mall diwilayah kota Bogor.

Sebagai gantinya sekarang masyarakat kota Bogor diwajibkan untuk selalu menggunakan dan membawa kantong yang bisa digunakan berulang kali (reusable bags).

Apakah anak anak muda penjual jasa ini akan kehilangan pekerjaan karena tidak adanya kararantong keresek ?

Tentu saja tidak, mereka akan dengan kreatifnya menemukan solusi untuk penawaran jasanya.

Bagi Ibu ibu yang sudah biasa berbelanja di Pasar Anyar, jasa mereka tentu saja dibutuhkan karena tidaklah mudah berjalan di lorong-lorong sempit sambil membawa belanjaan yang tentu saja melelahkan dan berisiko jatuh.

@Aikoo adakah anak anak muda yang menjajakan jasa membawakan belanjaan di pasar tradisional Sukabumi

@RivallC adakah anak anak muda yang menjajakan jasa membawakan belanjaan di pasar Tradisional Parungkida atau Cibadak ?
@Ddimitra adakah anak anak muda yang menjajakan jasa membawakan belanjaan di pasar tradisional di Jakarta Barat.
@Liahakso adakah anak anak muda yang menjajakan jasa membawakan belanjaan di pasar dekat rumah
@Yulialabelle adakah anak anak muda yang menjajakan jasa membawakan belanjaandi pasar Anyar Tangerang

@kasiyanta adakah anak anak muda yang menjajakan jasa membawakan belanjaandi pasar Klewer Solo / Surakarta.

@PaDeSSo adakah anak anak muda yang menjajakan jasa membawakan belanjaan dipasar tradisional di kota Bandung

39 Likes

Cerita unik om @BudiFXW

Dari kantong bisa diolah jadi cerita menarik.

Selain biasa kita temukan budaya tersebut di pasar pasar tradisional yang ada di Seluruh Indonesia.

Ada 2 tempat lagi, dimana anak kecil, remaja bahkan dewasa menawarkan kantong (keresek) kepada para pengunjung.

  1. Gerbang Masjid Raya Bandung.

Sekalipun sudah disediakan tempat penitipan sepatu dan sandal yang aman dan kapasitasnya banyak, namun banyak juga yang memilih membeli kantong keresek untuk menyimpan alas kaki, dengan alasan praktis.

  1. Gerbang Alun Alun Bandung.

Bagi yang sudah mampir ke taman alun alun Bandung yang bersebelahan dengan Masjid Raya ini pasti tahu, taman ini dilapisi hamparan rumput sintetis yang luas, dimana salah satu aturannya yaitu tidak boleh memakai alas kaki apapun diatas rumput itu, maka wajar bermunculan para remaja yang menawarkan kantong keresek seharga 1000 rupiah.

Terima kasih

PaDeSSo ~ Indonesia Local Guides

19 Likes

Pasar yang sering saya datangi Pasar Slipi dan Pasar Palmerah. Sebenarnya saya jarang masuk ke lorong yang jauh ke dalam, biasa beli di langganan yang nggak jauh dengan pintu masuk. Selama ini belum pernah jumpa dengan penjaja jasa seperti ini.

14 Likes

Pak @BudiFXW terima kasih sudah di senggol disini. heheheh.

Saya sangat mendukung pengurangan pemakaian plastik sekali pakai. bahkan kalau bisa tidak memakai plastik sama sekali.

Sekarang Indonesia menduduki peringkat kedua penggunaan plastik dunia.

Alangkah baiknya Indonesia Local Guides ikut peduli dengan penggunaan plastik yang meraja lela ini.

Ayo mulai menjadi pelopor mengurangan penggunaan plastik.

Di Solo hampir semua pasar ada orang yang menjual jasa dengan membawakan barang barang belanjaan.

Bukan anak muda tapi orang dewasa namanya tukang gendong.

Tukang gendong ini sudah ada perkumpulannya sendiri. Dan untuk menjadi tukang gendong harus jadi anggota dulu.

17 Likes

Terima kasih pak @BudiFXW ceritanya . Dan Unik nya semua saling berhubungan antara kegiatan pasar dan kegiatan komunitas peduli ciliwung.

Dan untuk Artian kararantong itu termasuk dalam bahasa sunda makanya tidak akan di temukan di kamus. Kalo di pasar tradisional sukabumi saya sering menemukan penjaja jasa kantong keresek itu di pasar pelita sukabumi dan ramai lagi apabila memasuki bulan puasa atau bulan ramadhan apalgi mendekati hari raya idul fitri .

Dan untuk pertanyaan pak @BudiFXW apakah mereka akan kehilangan lahan pkerjaan jasanya. Menurut saya tidak. Mereka bisa mengganti kantong keresek yang sekali pake dengan menjual kantong reusable bags. Catatan ibu ibu suka lupa bawa kantong otomatis beli baru :blush:

Terima kasih

14 Likes

Aha @Aikoo .

Terima kasih.

Ternyata penjual jasa membawakan belanjaan tidak hanya terdapat di Pasar Anyar Bogor tetapi juga ada di Pasar Pelita Sukabumi.

Yang bikin penasaran.

Apakah mereka juga meneriakan :

"Kararantong, Kararantong, bawain ! "

17 Likes

Pak @BudiFXW Hahaha… Kararantong - Kereresek

Dua pasar tradisional di Kota Bogor sering saya kunjungi. Adalah Pasar Induk Jambu Dua dan Pasar Anyar. Di kedua pasar memang sering dijumpai penjaja Kararantong Karareresek Tararahu…

Kita tidak bisa menghindar dari plastik, tapi kita bisa berbuat sesuatu dengan lebih bijak menggunakan plastik.

15 Likes

Hallo Om @BudiFXW Sory baru bales,

Untuk pasar tradisional saya masih ada Anak-anak yang menjajakan Jasa Karantong Kresek,pasar Tradisional Parung Kuda, Cicurug Juga masih banyak. dalam hal ini Pemerintah Kab sukabumi mungkin belom menerapkat kebijakan yang sama seperti kota bogor.

Sedikit berbagi pengalaman sayapun waktu Kecil pernah menjadi bagian dari anak-anak tersebut.

11 Likes

Aq ga mau komentar ah mas @RiverDefender ,

Abisnya aku ga di tag sama master @BudiFXW Padahal kan aku pernah juga jalan ke pasar :confused:

Pernah juga ikutan cobain mungut bareng ya mas di ciliwung Kebun Raya :confounded:

Hikshikshiksb😭

Ssssttt ini Rahasia kita ya Mas @RiverDefender jangan kasih tau ke yg Laen apalagi sampe si master tau :laughing::laughing:

Hahahahahahaha​:sweat_smile::sweat_smile::smile::laughing:

11 Likes

Pak @BudiFXW

Di Solo tidak teriak teriak agar orang lain memakai jasanya.

Mungkin karena orang solo yang lembut … hehehehe…

Mereka cukup mendekat dan menawarkan : apakah bisa dibantu untuk dibawakan barang bawaannya.

Dan tidak sambil menjual plastik kresek.

Para tukang gendong ini hanya membawa kain gendongan.

Salam …

12 Likes

Setiap kebijakan pemerintah seharusnya diiringi dengan kebijakan alternatif lain nya apa dampak yang akan terjadi jika kebijakan tersebut pada orang yg berkaitan langsung mencari nafkah dalam bidang yang akan di ubah kebijakan nya. Sangat inspiratif pak :pray:

9 Likes

Baiknya kalo belanja …harus sudah berbekal kantong untuk tempat belanja kita. Atau kotak2 pelastik yg bisa dicuci kembali sperti kotak2 untuk tempat belanjaan kita …seperti untuk ikan daging jadi benar2 kita tidak menggunakan pelastik atau kantong …go green deh

3 Likes