Festival Balon Udara dan Mie Ongklok Wonosobo

Wonosobo, salah satu kota di Jawa Tengah yang menyimpan banyak cerita. Salah satu aktivitas yang sangat ikonik di Wonosobo yaitu adanya festival balon udara yang diadakan setiap libur lebaran. Pengunjungnya tidak hanya dari penduduk sekitar ataupun kota kota yang berdekatan di Jawa Tengah, pemudik dari luar Jawa hingga pengunjung dari luar negeri pun ada yang menghadirinya. Tahun 2025, kelompok penerbang dari Brazil dan Colombia turut berpartisipasi dalam festival ini.

Festival Balon Udara Wonosobo, atau sering disebut Java Balloon Attraction / Festival Mudik, merupakan acara perayaan tahunan tradisional yang menerbangkan ratusan balon kertas raksasa berwarna-warni tanpa awak. Disebut Festival mudik karena berlangsung setiap perayaan Idul Fitri di berbagai titik kecamatan di Wonosobo sebagai penyaringan awalnya dan sebagai puncak acara dilaksanakan di Alun-Alun Wonosobo.

Pada tahap penyaringan, Festival Balon Udara berlangsung di lapangan kecamatan yang cukup luas. Pesertanya terdiri dari kelompok penerbang sekitar 30 kelompok dan menerbangkan 30-40 balon udara. Kelompok penerbang ini yang merupakan perwakilan dari berbagai desa. Menariknya, setiap desa berlomba untuk menampilkan balon udara terbaik untuk dipilih dan tampil kembali di acara puncak di Alun Alun Wonosobo dan bertemu dengan perwakilan kecamatan lain.

Setiap peserta kelompok penerbang bekerja sama menghias balon udara yang terbuat dari kertas minyak yang digambar dengan berbagai kreasi warna dan corak. Pembuatannya dilakukan secara gotong royong di setiap kelompok penerbang. Waktu pengerjaaan untuk satu balon udara bisa mencapai 3 bulan. Pada hari festival, setiap kelompok penerbang bekerja sama membawa ke lapangan dan menerbangkan dengan membuat asap dari tempurung kelapa untuk memenuhi bagian dalam balon yang akan membuat balon terbang.

Untuk memastikan keselamatan, ada aturan ketat mengenai ukuran balon yang harus dipenuhi oleh peserta. Balon udara yang diterbangkan dalam festival ini memiliki ukuran maksimal lebar 4 meter dan tinggi 7 meter, serta harus diikat dengan minimal tiga utas tali sepanjang 30 meter. Dengan ketentuan ini, balon hanya terbang pada ketinggian kurang dari 150 meter dan tidak terbang secara bebas.

Selain itu menikmati indahnya warna warni balon udara, pengunjung Festival Balon Udara juga disuguhi berbagai hiburan khas Wonosobo, mulai dari kesenian rakyat hingga pertunjukan budaya. Tak hanya itu, para pengunjung juga bisa menikmati beragam kuliner khas Wonosobo, seperti: tempe kemul, nasi megono, maupun mie ongklok.

Nah, setelah menonton festival balon udara, sempatkan diri untuk mencoba kuliner khas Wonosobo. Mie Ongklok Longkrang bisa menjadi pilihan. Review google maps 4.5 dari 7500 lebih review menjadi gambaran mie ini sudah mengambil hati banyak pengunjung. Kami sampai pukul 08.50 WIB di tempat makan ini 10 menit sebelum jam buka, karyawan masih bersiap di dapur namun beberapa orang sebelum kami sudah mengantri. Ternyata untuk memesan kami diberikan nomor antrian, kami mendapat nomor 007. Setelah beberapa saat giliran kami memesan dan menunggu makanan kami datang.

Semangkok bakmi tipis dengan ayam dan kuah kental dengan sensasi manis gurih yang disajikan hangat cocok dinikmati ditengah nuansa dingin Wonosobo. Seporsi Mie Ongklok dibandrol dengan harga Rp 14.000,- (kurang dari 1 USD). Sebagai pendamping ada sate sapi (Rp 34.000,- per 10 tusuk) atau pun sate ayam (Rp 32.000,- per 10 tusuk). Bagi yang suka pedas, bisa menambahkan sambal cabai hijau untuk melengkapi rasa. Jika beruntung, jangan lupa menambahkan gorengan seperti tempe kemul atau Cireng yang cepat habis setelah digoreng. Kami sempat merasakan tempe kemul, tempe dengan irisan tipis dan adonan tepung yang lebar, sayang tidak sempat memotretnya.

Tahun 2026, Festival Balon Udara Wonosobo direncanakan akan berlangsung pada 22 Mar 2026 - 29 Mar 2026. Ada lebih dari 20 lokasi festival, bahkan dikonfirmasikan untuk peserta mancanegara lebih banyak dari sebelumnya yaitu dari Brasil, Meksiko, Kolombia, El Salvador, Argentina, dan Prancis. Jadi, tertarik untuk melihat Festival Balon Udara Wonosobo secara langsung dan menikmati Mie Ongklok?

13 Likes

Menarik sekali, festival balon di Wonosobo termasuk wish list saya yang belum kesampaian :star_struck:,

Sempat ada wacana mau ke sana, tapi Ndak tau jadi atau tidak, terima kasih mbak @ns_septi sudah berbagi cerita tentang festival balon Wonosobo.

1 Like

Saya penasaran, ongklok itu bahasa lokal di sana kah? Apakah ada artinya khusus atau hanya nama kuliner saja?

Terima kasih untuk ceritanya, @ns_septi :sparkles:

Di agendakan nih, pas habis lebaran. Jangan lupa simanis carica khas wonosobo

2 Likes

Agendakan mas @ISAIKBALULSURUR seru liat balon udara terbang dari jarak dekat menyatu dengan warga sekitar dan pengunjung sambil kulineran

1 Like

Konsepnya Sama seperti Mie Kocok Bandung, Mbak @NunungAfuah kuliner ini diberi nama sesuai dengan teknik memasaknya. Seperti sajian mie yang lain, memasak mie ini dengan saringan bambu kecil yang dikocok-kocok ( dalam bahasa Jawa Tengah diongklok ) dalam air mendidih sebelum disajikan bersama kuah.

1 Like

Gas Mas @BayuSetio kudu diagendakan Festival tahunan yang ditunggu tunggu ini. Nah iya betuuul! Bisa juga nih berbagi kuliner dan oleh oleh khas dari berbagai penjuru nusantara

Terima kasih sudah berbagi cerita, Bu @ns_septi! :partying_face:
Saya teringat dulu pernah jalan-jalan ke Dieng dan pulangnya makan mi ongklok di malam hari, persis di tempat tersebut. Jadi kangen ke Wonosobo :grinning_face:
Sayang sekali belum bisa hadir pada festival di tanggal tersebut :smiling_face_with_tear:

Wuah pasti lebih nikmat lagi dimakan pas malam hari ya Mas @ALG87

Mumpung masih panjang waktunya mungkin bisa direncanakan Mas… kayanya lebih meriah lagi tahun ini karena partisipasi peserta dari luar negeri juga bertambah, bisa jadi festival yang mendunia

1 Like

Pengalaman yang menarik bisa menyaksikan gelaran festival balon ini. Acaranya sangat meriah. Lokasi yang diadakan dikampung-kampung menjadi nilai plus bagi warga sekitar karena banyak mendatangkan turis lokal ataupun luar sehingga berdampak kepada roda perekonomian warga setempat.

Semoga tahun 2026 ada waktu yang pas mampir kesana. Kredit buat Mie dan tempenya yang mantap sekali.

menarik banget ya suasananya. Jadi penasaran makan mie ongklok @ns_septi

saya pernah mbk, waktu ke Dieng tahun lalu. memang enak sekali mie ongklok ini. dinikmati hangat di udara dingin.
dari dulu ingin melihat festifal balon udaranya tapi jadwale tidak ada yang pas mbk @ns_septi :sweat_smile:

Aamiin, semoga pas kita mudik ya Mas @AndiBrata bisa melipir bentar untuk liat lagi festival balon

iya Mbak @Dinithea seru liat kreativitas dan kerja sama tiap kelompok penerbang apalagi ada yang dari mancanegara kan

memang agak sulit Mas @doni_hariadi untuk menyamakan jadwal karena masih dalam suasana lebaran kan, banyak yang masih harus dikunjungi. Kebetulan Wonosobo dekat dengan kampung orang tua saya jadi masih bisa dijangkau dan tektok dalam satu hari

1 Like