This post uses Bahasa Indonesia. Tap the top right corner and select your language to translate. Hope you enjoy it.
Keterangan: beragam sarana transportasi dan tanda aksesibiltas kursi prioritas
Hai teman local guide semoga kalian sehat selalu. Sejak awal saya menyukai menjadi seorang pemandu lokal karena google maps memberikan kebebasan kepada penggunanya untuk mengekspresikan dirinya sendiri sesuai dengan passion dan style masing-masing, salah satunya adalah aksesibilitas. Di sini saya akan fokus khusus aksesibilitas bagi wanita hamil karena saya mengalami fase tersebut.
Bagi yang belum mengetahui saya adalah seorang local guide dengan hobi naik motor atau lady hijab biker. Mengendarai motor merupakan transportasi utama dalam keseharian hidup saya. Semenjak hamil saya mengalami sakit terutama di trimester pertama dengan gejala pusing mual muntah yang menyebabkan saya berhenti sementara mengendari motor karena alasan keamanan dan keselamatan. Semenjak saat itu berpergian menjadi hal yang sangat menantang dalam kehamilan, sehingga saya lebih banyak beristirahat di rumah jarang berpetualang ke desa terpencil atau pelosok seperti sebelumnya . Saya masih tetap mengendarai motor untuk pergi bekerja ke kantor namun saya sebagai penumpang da suami saya yang menyetir dengan sistem mengantar dan menjemput.
Keterangan: pengendara sepeda motor dengan latar pemandangan di pedesaan
Memasuki tri semester ke 2 dalam fase kehamilan, sakit mual muntah sudah mulai berkurang namun perut saya beranjak membesar, tentu saja alasan lain saya tetap tidak bisa mengendarai sendiri motor karena adanya perut besar tangan saya tidak mampu menjangkau pegangan kemudi. Alasan lainnya juga karena motor saya jenis motorsport dengan dudukan yang cukup tinggi saya sangat kesulitan untuk mencapainya. Terasa sempit dan sangat tidak nyaman karena posisi tubuh juga di haruskan sedikit menunduk.
Solusi yang akhirnya saya ambil adalah saya naik kendaraan umum untuk pulang pergi ke kantor, nama jenis kendaraan umum tersebut bernama “angkot” mobil khusus penumpang dengan kursi sejajar saling berhadapan posisi duduk semuanya membelakangi jendela. Angkot saya pilih karena mudah dan murah. Perjalanan saya ke kantor juga hanya 3 km.
Keterangan: antrian kendaraan angkot sedang menanti penumpang
Ada kalanya saya menjumpai angkot dengan penumpang sudah penuh hanya menyisakan tempat duduk di dekat pintu, agak berbahaya tentunya bagi siapapun penumpangnya dan biasanya supir kendaraan angkutan umum angkot selalu menawarkan saya duduk di kursi depan melihat kondisi saya sedang hamil.
Menggunakan angkot dapat dipastikan semua penumpang kebagian tempat duduk, ini tentu berbeda dengan menjadi penumpang bus atau kereta. Ternyata sekarang saya baru faham yang namanya kursi prioritas karena berdiri sebentar saja bagi wanita hamil terasa amat sangat melelahkan. Terima kasih kepada para penyedia jasa transportasi umum memprioritaskan tempat duduk untuk salah satunya wanita hamil.
Kesimpulannya ketika menjalani fase kehamilan saya belajar banyak untuk lebih mengenal beragam transportasi yang ramah bagi wanita hamil, karena saya merasakan sendiri meskipun banyak tantangan seperti tubuh rentan kelelahan tetapi produktivitas harus tetap terjaga sehingga kehamilan bukan penghalang untuk terus bisa berkontribusi untuk lingkungan yang lebih baik salah satunya melalui google maps.
Keterangan: tanda untuk mengutamakan tempat duduk yang paling berhak
Terima kasih local guide yang selalu memperjuangkan tempat yang aksesibel di google maps.
Sampai jumpa di tulisan berikutnya.



